Senin, 09 Februari 2009

Zat Folat Penting untuk Kesehatan Ibu Hamil

http://sehat-ituindah.blogspot.com
KONSUMSI gizi yang baik sangat perlu diperhatikan bagi para ibu hamil. Folat merupakan salah satu kandungan gizi yang mempunyai fungsi mengoptimalkan perkembangan janin, sekaligus mendukung kesehatan si ibu hamil.

"Asupan gizi untuk ibu hamil sangatlah penting, itu tidak hanya untuk ibunya yang sedang mengandung, juga untuk bayi yang sedang berkembang dalam kandungannya," ungkap ahli obestetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Pemerintahan Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD) dr Judi Januadi Endjun, SpOG.
Folat, tutur dia, adalah salah satu jenis vitamin B. Zat tersebut sangat berperan penting selama masa kehamilan untuk perkembangan selsel darah merah. Selain itu, folat juga berfungsi sebagai pencegah neural tube defects (NTD) dan anemia.

Penelitian kadar folat pada wanita yang dilakukan di Universitas Otago bersama dengan SEAMEO dan FKUI menyebutkan, tiga dari lima wanita usia subur memiliki kadar folat darah suboptimal. Dengan demikian, si ibu dapat berisiko melahirkan bayi dengan cacat otak dan sumsum tulang belakang (NTD).

"Kekurangan asam folat bisa menyebabkan timbulnya bibir sumbing, down syndrome dan bayi yang lahir di bawah berat yang normal," ucap Januadi saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran Anmum Materna Gold dari PT Fonterra Brands Indonesia beberapa waktu lalu.

NTD adalah cacat bawaan pada saraf sumsum tulang belakang di mana pembuluh saraf tidak dapat menutup dengan sempurna. Proses ini biasanya terjadi pada sekitar hari ke-28 setelah pembuahan dalam rahim. "NTD adalah salah satu jenis kelainan lahir yang terjadi pada otak atau saraf tulang belakang yang menyebabkan kelainan fisik dan mental, bahkan mortalitas," ujarnya lagi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah banyak dilakukan sejumlah lembaga riset, diperkirakan bahwa sekitar 50 persen-70 persen kasus NTD dapat dicegah. Dengan catatan, bila si ibu mengonsumsi asam folat sebelum kehamilan hingga empat minggu pertama kehamilan. "Risiko terjadinya NTD yang dapat merugikan buah hati Anda dapat dikurangi hingga 80 persen, caranya dengan mengonsumsi folat sebelum dan selama kehamilan, terutama pada trimester pertama," papar dokter kelahiran Bandung,7 Januari 1959 ini.

Fakta menyebutkan bahwa wanita di kawasan Asia, termasuk Indonesia mempunyai risiko melahirkan bayi dengan NTD. Karena itu, kepada para calon ibu perlu ditanamkan pemikiran bahwa folat dapat membantu pembentukan otak bayi. Selain itu, folat juga berperan penting selama kehamilan untuk perkembangan sel-sel darah merah.

Menurut riset US DRI 2001 (US RDA 1998), konsumsi folat untuk ibu hamil dibutuhkan sebanyak 600 ug Folat per hari (lebih tinggi 50 persen dibandingkan wanita yang tidak hamil). Perempuan yang merencanakan kehamilan membutuhkan 680 ug Folat per hari. Sementara bagi mereka yang sedang menyusui, konsumsi folat yang dibutuhkan kaum hawa khusus ini adalah 500 ug Folat per hari.

Folat bisa didapatkan di sajian hati, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan segar, dan makanan yang diperkaya dengan folat atau bisa juga didapatkan dari susu yang telah diperkaya dengan asam folat. Sayangnya, sulit untuk memenuhi kebutuhan folat dari makanan sehari-hari. Sebab, lebih dari 80 persen kandungan folat hilang selama proses pemasakan, pemanasan, atau penyimpanan.

"Konsumsi folat tidak hanya diperuntukkan untuk wanita saja, tetapi untuk pria juga. Di mana bagi pria konsumsi makanan yang mengandung folat bisa meningkatkan kualitas sperma, selain bisa melindungi pria dari produksi sperma yang abnormal ataupun anak dengan genetik yang tidak normal," jelas dokter yang mengambil Spesialis OBGIN di FKUI tahun 1993 itu.

Ketua Unit Perinatal Risiko Tinggi (Peristi) RSPAD Gatot Subroto Ditekesad itu mengatakan, nutrisi yang tepat dan seimbang sangatlah baik untuk kehamilan yang sehat. Untuk wanita juga dia menyarankan sebaiknya mengonsumsi nutrisi secara baik.

"Nutrisi yang perlu diperhatikan saat hamil di antaranya adalah folit acid atau folat, kalsium, zat besi atau iron," papar dokter yang juga aktif menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa Kedokteran di Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Negeri Veteran Jakarta, YARSI, Ukrida, dan Universitas Pelita Harapan Jakarta tersebut.

Pada acara yang sama, Medical Channel Manager PT Fonterra Brands Indonesia dr Tria Rosemiarti menambahkan, kekhawatiran calon ibu terfokus pada kesehatan bayi dan keadaan dirinya sendiri. Namun, yang paling difokuskan adalah kesehatan bayinya.

Di mana kekhawatiran yang dirasakan ibu ialah perubahan dan kesulitan fisik. Dia mencontohkan, bertambahnya berat badan, tidak boleh terlalu lelah, atau khawatir akan perubahan secara emosi, seperti lebih gampang tersinggung dan khawatir dengan proses melahirkan terutama yang sudah di semester ke-2. "Tetapi kekhawatiran terbesar adalah apakah bayi mereka akan lahir dengan sehat dan sempurna," sebut Tria.
Sumber: okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar