Jumat, 26 Desember 2008

Deteksi Kanker Leher Rahim Sejak Dini

KANKER leher rahim atau yang lebih dikenal dengan nama kanker serviks merupakan penyakit nomor satu yang membunuh kaum Hawa di Indonesia. Disusul kemudian kasus kanker payudara dan kanker paru.

Salah satu penyebab hilangnya nyawa manusia dengan mudah itu karena informasi yang berkaitan dengan kanker serviks belum dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama wanita. Padahal, semua wanita berisiko terkena kanker yang menyerang organ utama mereka.

Menyadari pentingnya pengetahuan mengenai penyakit ini, maka sudah seharusnya kaum wanita meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kanker serviks.

Dari data yang diungkap Poli Onkologi Satu Atap (POSI) Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, menyebutkan, kasus kanker leher rahim dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat.

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 30-35 wanita yang mengeluhkan nyeri, 5-8 wanita diantaranya dinyatakan positif terkena kanker leher rahim. Sedangkan, jumlah kasus baru kanker leher rahim yang ditemukan dari pemeriksaan di RSU dr Soetomo setiap tahun rata-rata mencapai 300-350 orang. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 80% temuan kasus kanker leher rahim itu kondisinya sudah dalam tahap stadium lanjut.

Memutuskan mata rantai tingginya kasus kanker leher rahim tentu bukanlah perkara yang mudah. Sebab, ada banyak hambatan baik dari si penderita maupun kondisi di luar. Biasanya, penderita kanker leher rahim pada tahap dini tidak merasakan sakit sehingga cenderung mengabaikan.

Di sisi lain, karena kondisi ekonomi yang pas pasan, biasanya penderita enggan periksa ke dokter atau melakukan operasi karena khawatir mahalnya biaya yang ditanggung. Selain itu, kondisi lingkungan dan budaya juga turut memengaruhi.

Wanita yang tahu dirinya terkena kanker leher rahim atau kanker payudara belum tentu mau mengatakan masalahnya itu kepada suaminya karena khawatir akan ditinggal pergi atau menikah lagi. Tentu saja, selain kondisi di atas, masalah ketersediaan layanan kesehatan yang terbatas, jangkauan layanan, dan rendahnya komitmen pemerintah dalam menangani kasus kanker leher rahim juga menjadi masalah yang tak kalah rumit.

Mengenai kanker leher rahim, dr Agus Ali Fauzi, PGD PallMed (ECU) dari Poli Onkologi RSU dr Soetomo, memberikan penjelasan.

"Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang bagian leher dari rahim. Kanker leher rahim ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus) yang ditularkan melalui hubungan seksual," ungkapnya.

Mereka yang beresiko terkena kanker leher rahim, kata dia, salah satunya adalah wanita yang menikah muda di bawah usia 20 tahun, memiliki banyak anak, atau mereka yang sering berganti-ganti pasangan. Bahkan, penyakit nomor dua yang membunuh kaum hawa di Asia ini pun dapat menyerang pria.

"Laki-laki yang belum disunat juga bisa menjadi pemicu kanker leher rahim. Jadi, kanker leher rahim ini sebetulnya bukan hanya masalah wanita, tapi juga masalah pria," paparnya.

Kendati penyakit ini dapat merenggut nyawa satu orang di setiap harinya, bahkan di setiap jamnya, lebih dari 50% penderita kanker serviks berobat dalam stadium lanjut sehingga penyakit itu sulit disembuhkan. Untuk itu, kaum hawa perlu melakukan deteksi dini dan segera melakukan tindakan penyembuhan.

"Sebetulnya, kanker leher rahim bisa disembuhkan kalau ditemukan dalam stadium dini yakni pada tahap penyakit kanker ini baru mulai membuat kerusakan. Semakin cepat kanker ini ditemukan, semakin besar kemungkinannya untuk dapat disembuhkan," tandasnya.


Sumber:Okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar