Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Waspadai Risiko Kanker Ovarium pada Wanita yang Kerja Malam


Diera modern dimana tuntutan hidup dan kerja yang meningkat memaksa pekerja kantoran bekerja tidak hanya siang hari bahkan harus lembur di malam hari. Tak terkecuali para pekerja wanita. Sepintas lalu sepertinya hanya masalah waktu tidur tetapi bekerja shift malam bukan hanya sekadar merubah waktu tidur Anda, tetapi juga dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, seperti obesitas atau serangan jantung. Bahkan dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita.

Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian oleh para ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle yang dipublikasikan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine. Peneliti menemukan bahwa wanita yang bekerja shift malam mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap kanker ovarium.

Penelitian tersebut melibatkan 3.322 wanita, dimana 1.101 orang di antaranya memiliki bentuk umum dari kanker ovarium, sedangkan 389 orang memiliki bentuk kanker ovarium tahap awal. Wanita lain sisanya termasuk dalam kelompok pembanding yang sehat.

Sekitar seperempat hingga sepertiga wanita dalam setiap kelompok berbeda melaporkan bahwa dirinya kadang harus bekerja di malam hari beberapa kali, rata-rata dalam jangka waktu selama 2,7 hingga 3,5 tahun.

"Kami menemukan bahwa wanita yang bekerja shift malam terkait dengan risiko kanker ovarium hingga 24 persen dan 49 persen risiko terhadap tahap awal kanker ovarium," kata Dr. Parveen Bhatti, penulis studi tersebut, seperti dilansir Everyday Health, Jumat (15/3/2013).

Mengingat tingginya angka kematian di antara pasien dengan kanker ovarium, maka penting untuk mengidentifikasi faktor risiko kanker ovarium dalam upaya pencegahan penyakit. Para peneliti menjelaskan bahwa melatonin, hormon yang biasanya diproduksi di malam hari dan mengatur hormon reproduksi seperti estrogen, mungkin menjadi penyebab peningkatan risiko.

Melatonin menekan kadar estrogen, tetapi tidak diproduksi dalam keadaan minim cahaya seperti malam hari. Sehingga menurut penelitian tersebut, pekerja shift malam mengalami semacam pergeseran produksi hormon.

Menurut Sidney Kimmel Comprehensive Cancer Center, tingginya kadar estrogen berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa pekerja shift malam tampaknya berada pada peningkatan risiko kanker ovarium.

Masalah antara kerja shift malam dan kanker ovarium tidak hanya karena pergeseran hormon saja, tetapi juga merupakan efek lain dari kurang tidur. Jam tidur yang cukup dapat membantu mencegah berbagai kondisi kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung,kegemukan, multiple sclerosis dan kanker payudara.

Rabu, 02 Mei 2012

Mengatasi Dampak Buruk dari Obesitas

Obesitas merupakan salah satu hal yang harus anda waspadai. Dewasa ini, banyak orang yang menderita obesitas dikarenakan gaya hidup yang tidak seimbang. Ada banyak factor yang dapat menyebabkan obesitas. Dipandang dari sudut pandang medis, kondisi ini termasuk parah karena obesitas dapat menyebabkan berbagai jenis komplikasi kesehatan. Penyakit lain yang sering menyertai obesitas ialah gangguan jantung, empedu, sukar bernafas, serta penyakit kulit seperti jerawat. Jerawat merupakan salah satu penyakit yang dapat ditemui pada orang dengan berat badan berlebih. Hal ini sering ditemui karena obesitas menyebabkan pengaturan hormonal yang tidak terkontrol. Ada banyak jenis pengobatan yang dapat anda lakukan untuk mengobati obesitas pada diri anda.

Obesitas dapat diobati dengan mengguakan obat pelangsing yang dapat dengan mudah ditemui di apotek ataupun toko online. Saat anda ingin mengobati obesitas anda, sebaiknya anda meminta bantuan dari dokter ahli agar rencana pengobatan anda lebih tepat dan akurat. Sebenarnya selain mengkonsumsi obat anda juga dapat melakukan operasi sedot lemak. Namun demikian operasi ini menjadi langkah terakhir yang bisa anda tempuh karena agak berbahaya. Anda harus melakukan beberapa kali pengulangan agar operasi anda menjadi lebih optimal. Untuk mendapatkan tubuh langsing dengan sedikit pengorbanan, anda dapat mencoba mengkonsumsi obat pelangsing. Kebanyakan obat pelangsing yang ditemui dipasaran menggunakan zat aktif yang sering disebut juga sebagai Orlistat. Zat aktif ini terbukti efektif untuk mengobati obesitas anda. Zat ini akan berguna untuk mengambat dua jenis enzim dalam saluran pencernaan anda yang juga dapat membantu untuk mencerna lemak. Dengan bantuan dari enzim ini, 30% jumlah total lemak dalam tubuh anda akan diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, dengan bantuan obat pelangsing ini maka anda dapat menurunkan berat badan anda dalam jangka waktu tiga bulan. Selain itu, obat pelangsing lain yang biasa ditemui ialah obat Phentermine. Obat ini dijual dalam bentuk tablet yang bekerja untuk memblok neurotransmitter yang bertanggung jawab mengirim pesan ke otak bahwa anda tidaklah lapar. Dengan demikian, anda dapat mengurangi konsumsi makanan anda dan berat badanpun turun.

Efek sekunder yang biasa ditemui oleh orang dengan berat badan berlebih ialah jerawat. Agar anda dapat mengatasi masalah jerawat, sebaiknya anda memilih untuk mengkonsumsi obat jerawat. Untuk mengkonsumsi obat tersebut, tidak lupa untuk berkonsultasi dengan dokter agar hasil dari pengobatan anda lebih optimal. Berbagai jenis merk obat jerawat dapat anda temui dipasaran. Untuk melakukan pencegahan di bagian tubuh yang lain, anda dapat mencoba menggunakan pembersih wajah. Ada beberapa jenis pembersih wajah yang dapat membantu mengkontrol kadar minyak di wajah anda. Oleh karena itu, andapun dapat meminimalisir jerawat yang muncul di wajah anda.