Tampilkan postingan dengan label ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ginjal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Desember 2012

Hati-hati, jenis makanan ini dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal anda

makanan sehat, makanan yang dihindari untuk penderita ginjal, pantangan makanan untuk penyakit ginjal

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh. Ginjal manusia berjumlah dua atau sepasang. Ginjal merupakan alat ekskresi yang berfungsi sebagai alat penyaring darah. Ginjal dapat mengalami gangguan yang dapat membuat kerja ginjal terganggu atau bahkan tidak berfungsi. Gangguan tersebut dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi. Bagi yang punya masalah ginjal, ada baiknya untuk untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat mengganggu ginjal.

Berikut makanan yang dapat mengganggu ginjal

1. Makanan yang memiliki kandungan protein hewani
Makanan yang mengandung protein hewani memiliki kandungan purine yang tinggi. Kandungan ini dapat diubah menjadi asam urat oleh ginjal, yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Selain itu, asam urat juga dapat menyebabkan kerusakan pada sendi.

2. Makanan yang mengandung asam oksalat tinggi
Jenis makanan berikutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang mengandung asam oksalat tinggi. Mengurangi konsumsi ini dapat mengurangi risiko berkembangnya batu ginjal. Makanan yang memiliki kandungan asam oksalat tinggi dapat berupa kopi, coklat, kacang dan ubi.

3. Makanan yang memiliki kandungan potassium tinggi
Jenis makanan selanjutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang memiliki kandungan potassium tinggi. Kandungan potassium yang tinggi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan lebih cepat mengalami kerusakan. Bila ginjal mengalami kerusakan, potassium yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat disaring dan orang yang mengalami kondisi tersebut dapat terkena hiperkalemia.

4. Makanan awetan dan makanan beku
Penyakit yang terjadi pada ginjal dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan karena tingginya kadar sodium yang berada di dalam darah. Sumber sodium bisa didapatkan pada makanan awetan seperti makanan kalengan dan makanan beku.

5. Makanan yang memiliki kandungan fosfor yang tinggi
Jenis makanan selanjutnya yang dapat mengganggu ginjal adalah makanan yang memilki kandungan fosfor yang tinggi. Kandungan fosfor yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan tingkat elektrolit yang berakibat pada tidak stabilnya tingkat elektrolit dalam tubuh. Makanan yang memiliki kandungan fosfor yang tinggi dapat berupa susu, yoghurt, susu kedelai dan yoghurt dari kedelai.

Itulah beberapa jenis makanan yang dapat mengganggu ginjal.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pengertian dan Jenis Penyakit pada Ginjal

pengertian diabetes melitus dan insipidus, info tentang penyakit ginjal lengkap dan rinci, blog kesehatan dan gaya hidup

Ginjal merupakan organ eksresi utama pada tubuh manusia. Ginjal merupakan organ pembentuk urin. Pembentukan urin dilakukan secara bertahap mulai dari penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi) dan sekresi. Proses tersebut terjadi pada bagian-bagian ginjal tertentu, misalnya filtrasi terjadi di glomerulus.

Ginjal dapat mengalami gangguan yang dapat menyebabkan masalah seperti gagalnya proses penyaringan hingga ginjal tidak dapat menghasilkan urin. Berikut jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang ginjal.

1. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak bisa melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Karena protein (albumin) tidak disaring, maka protein tersebut dapat keluar bersama urin.

2. Batu ginjal
Batu ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena adanya sesuatu yang mengendap pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan tersebut dapat terbentuk dari senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Sering menahan buang air kecil dan kurang minum dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Selain itu, batu ginjal juga dapat disebabkan oleh kelainan metabolisme yang menyebabkan terjadinya penumpukan asam urat dan senyawa kalsium.

Penyakit batu ginjal dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu. Dengan perkembangan teknologi, batu ginjal dapat dihancurkan dengan menggunakan sinar laser. Batu ginjal akan menjadi serpihan kecil yang kemudian keluar bersama urin. Namun, pengobatan dengan obat-obatan dan sinar laser hanya untuk batu ginjal yang berukuran kecil. Batu ginjal yang sudah membesar dapat diangkat melalui proses operasi.

3. Diabetes melitus
Diabetes melitus (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh rendahnya kadar hormon insulin yang ada dalam tubuh. Kadar insulin yang rendah dapat mengganggu proses perombakan glukosa menjadi glikogen, akibatknya kadar gluosa yang ada di dalam darah mengalami peningkatan. Kadar glukosa yang meningkat tidak dapat diserap kembali sehingga glukosa akan keluar bersama dengan urin.

4. Diabetes insipidus
Diabetes insipidus adalah penyakit akibat kekurangan hormon ADH (hormon anti diuretik). Hormon ADH adalah hormon yang berfungsi untuk mempermudah proses penyerapan air pada pembuluh distal dan pembuluh pengumpul. Bila konsentrasi air yang ada dalam darah turun (cairan darah lebih pekat), maka akan terjadi sekresi hormon ADH dan hormon tersebut dialirkan bersama dengan darah. Urin yang dihasilkan nantinya berjumlah sedikit.

Sebaliknya, bila darah mengandung konsentrasi air yang tinggi (darah lebih encer), maka hormon ADH yang disekresikan berkurang dan urin yang dihasilkan banyak dan encer. Pada penderita diabetes insipidus, volume urin yang dihasilkan lebih banyak dari keadaan normal, bahkan bisa sampai 30 kali dari volume urin yang normal. Akibatnya, buang air kecil sering dilakukan oleh penderita.

5. Nefritis
Nefritis merupakan penyakit infeksi pada ginjal. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan lalu ikut terbawa oleh darah menuju ginjal. Infeksi ini menyebabkan peradangan. Peradangan tersebut menyebabkan ketidakmampuan ginjal untuk menyaring sel-sel darah dan protein yang masuk bersama dengan urin primer. Seain itu, peradangan juga dapat menyebabkan urea yang masuk ke dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini disebut dengan uremia. Adanya urea di dalam darah dapat menyebabkan penyerapan air terganggu, kemudian air akan mengumpul pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Kondisi ini disebut dengan edema.

6. Gagal ginjal (anuria)
Anuria atau gagal ginjal adalah kegagalan ginjal dalam membuat urin. Kondisi ini disebabkan oleh glomerulus yang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut penyebabkan proses penyaringan tidak bisa dilakukan sehingga urin yang dihasilkan tidak ada. Penderita gagal ginjal dapat ditangani dengan menggunakan ginjal buatan yang prosesnya dikenal dengan cuci darah. Cuci darah tersebut menggunakan suatu alat yang disebut dengan mesin hemodialisis. Pilihan lain untuk penderita gagal ginjal adalah dengan cangkok ginjal. Kelemahannya adalah sulitnya mencari donor ginjal yang cocok untuk tubuh penderita.

Itulah 6 jenis penyakit yang dapat terjadi pada ginjal.

Kamis, 26 Agustus 2010

Batu Ginjal Tak Selalu Akibat Pola Makan

ginjalPola makan sering dituding sebagai penyebab terbentuknya batu ginjal. Padahal tak selalu demikian. Masih banyak faktor yang berperan terhadap pembentukan batu ginjal.

Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk Dr. Rajesh Kalwani Sp.PD menjelaskan kalau pola makan bukanlah satu-satunya faktor pembentuk batu ginjal. Sebab banyak orang yang sudah menjaga pola makan tapi masih terkena batu ginjal.

“Hanya karena batu ginjal terbuat dari kalsium, maka ada anggapan kalau orang yang membatasi asupan kalsium akan terhindar dari batu ginjal. Faktanya, hal tersebut tak selalu benar,” ucap Rajesh.

Para ahli medis menduga hal itu terkait dengan faktor genetik. Adanya kelainan genetik membuat tubuh seseorang mengeluarkan kalsium atau zat lain yang bisa membentuk batuan secara berlebih.

Zat tersebut kemudian mengendap di ginjal atau saluran kemih. Kalau dibiarkan, zat tersebut akan mengeras jadi batu.

Meski demikian Rajesh setuju kalau pola hidup, termasuk pola makan, yang sehat akan menghambat pembentukan batu. Termasuk banyak minum air putih yang bisa mengikis batu hingga tak cepat membesar. (mic)