Tingkat stres di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya cenderung mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Kepala Subdinas Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Nina Manarosana MKes, di Lapangan Gasibu Bandung, belum lama ini. Acara bertema Recharge Yourself itu diselenggarakan produsen susu dengan menghadirkan empat pembicara. Hadir pula Astrid Zenia Tanggara, Dr Johanes Candrawinata MND,SpGK, dokter gizi klinik dari RS Melinda, RS St Borromeus dan Santosa International Hospital Bandung; serta artis Ferry Salim. Nina menjelaskan, stres merupakan salah satu hal yang dapat mengganggu keseimbangan hidup. Saat ini stres banyak dialami sebagian besar masyarakat kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Ritme kehidupan kota besar yang penuh dengan aktivitas sepanjang minggu, lanjutnya, meningkatkan peluang timbulnya stres. Akibatnya, stres bisa terjadi dan muncul di mana saja dan menyerang siapa saja. Tumpukan pekerjaan di kantor, tuntutan klien, pekerjaan rumah yang tidak dapat ditinggalkan, kemacetan di jalan raya, masalah dengan rekan kerja, tuntutan tugas di kampus dan sebagainya adalah hal-hal yang biasa dihadapi masyarakat kota besar. Kami menyambut baik inisiatif melalui aktivitas Minggu Sehat karena aktivitas ini sejalan dengan salah satu misi Dinas Kesehatan dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di kota besar, ujarnya.Menurut Astrid Zenia Tanggara, Minggu Sehat sebuah aktivitas rekreasi dan olah raga bersama pada Hari Minggu yang dirancang khusus sebagai sarana untuk mengisi ulang semangat dan stamina masyarakat setelah beraktivitas selama sepekan. Hari Minggu dipilih karena dianggap sebagai saat yang tepat untuk memulihkan diri dari stres. Dengan begitu masyarakat dapat menjalani aktivitas pada pekan berikutnya dalam keadaan yang lebih segar. Kami percaya pentingnya konsep recharge untuk menjaga kualitas kesehatan tubuh dan jiwa secara seimbang. Untuk itulah kami mengadakan Minggu Sehat. Kami menyadari tingginya tekanan dan stres yang dialami oleh masyarakat di kota besar, tutur Astrid. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk meluangkan waktu mereka di hari libur untuk beristirahat dan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Tujuannya guna memulihkan kembali kondisi jiwa dan raga mereka sehingga dapat beraktivitas secara maksimal mulai hari kerja selanjutnya. Sementara itu, Ferry Salim mengatakan, padatnya jadwal kerja dia membuat waktunya bersama keluarga dan sahabat sangat sedikit. Waktu untuk berolahraga dan melakukan hobi pun menjadi sangat minim sehingga seringkali membuatnya stres. Acara ini adalah moment yang sudah lama saya tunggu. Ini merupakan salah satu aktivitas positif yang sangat menarik dan cocok untuk semua orang, baik tua atau muda, pria dan wanita. Di sini saya dapat menyalurkan hobi saya, berolahraga dan sekaligus beraktivitas bersama keluarga serta sahabat sehingga bisa membangun quality time bersama mereka. Saya juga bisa me-recharge diri saya sehingga besok saya bisa kembali menjalankan aktivitas dengan semangat baru dan stamina yang fit, papar Ferry yang membawa serta istri dan anak-anaknya ke Bandung dalam rangka menghadiri acara ini.Untuk menanggulangi stres, dia menyarankan agar masyarakat berkompromi dengan stres itu sendiri. Ketika macet di jalan, misalnya, dia berusaha untuk menikmatinya dengan cara bernyanyi. Baginya, berkumpul dengan keluarga ataupun teman dan melihat anaknya bermain sangat membantu mengurangi stres yang dialaminya. Berdasarkan pemahaman setiap orang memiliki minat yang berbeda pihaknya menyediakan berbagai macam aktivitas. Di antaranya menyediakan aktivitas Hand and Foot Reflexology dan Back Acupressure untuk membantu melepas ketegangan dan membuat pengunjungnya rileks dan siap beraktivitas kembali.Di samping itu tersedia pula cek dan konsultasi kesehatan, untuk memastikan apakah seseorang berada dalam kondisi kesehatan yang prima untuk terus beraktivitas. Layanannya antara lain cek tekanan darah dan pemeriksaan berat tubuh. Area bazaar pernak pernik disediakan bagi mereka yang hobi belanja dan cuci mata, sedangkan area sehat dan bugar khusus untuk mereka yang hobi berolahraga. Area jajanan keluarga ditujukan untuk mereka yang suka makanan sehat. Tidak ketinggalan, area bermain untuk semua anak yang datang. Setelah Kota Bandung kegiatan ini juga akan diadakan di Surabaya 24 Juni 2007.
Kamis, 10 April 2008
Jika Si Kecil Terkena Asma
Asal pengobatannya tepat, penyakit satu ini bisa disembuhkan. Apa lagi yang perlu diketahui tentang asma? Asma adalah suatu penyakit saluran napas yang ditandai dengan adanya penyempitan jalan napas. "Gejalanya bisa timbul dan hilang dengan sendirinya. Karena terjadi penyempitan jalan napas, maka gejalanya adalah sesak napas pada saat muncul serangan," kata Dr. dr. H. Muljono Wirjodiardjo, Sp.A (K) dari RS Internasional Bintaro. Penyebab asma sebetulnya adalah terjadinya suatu reaksi alergi yang disebabkan oleh alergen. "Sesuatu yang asing masuk ke tubuh melalui saluran napas, yang kemudian menimbulkan reaksi alergi. Manifestasinya adalah jalan napas mengerut, sehingga diameter menjadi sempit. Ditambah lagi dengan pembengkakan selaput lendir di saluran napas, serta produksi lendir yang banyak," lanjut Muljono. Akibatnya, terjadi penyempitan saluran napas dan terjadilah sesak napas, terutama pada saat mengeluarkan napas (respirasi). "Napas itu ada dua, mengeluarkan napas dan inspirasi. Ini yang harus dicatat oleh para orangtua, sesak napas pada anak yang asma terjadi saat mengeluarkan napas, bukan saat menarik napas," lanjut Muljono. Karena terjadi penyempitan saluran napas, maka pada saat mengeluarkan napas, seringkali mengeluarkan bunyi ngik-ngik (wheezing) atau disebut pula mengi. Ini pula sebab kenapa asma sering disebut sebagai sakit mengi. Penyakit satu ini sangat erat hubungannya dengan faktor keturunan. "Sekarang ini, diketahui bahwa ada gen penyebab asma. Jadi, jika ayah atau ibu kena asma, tentu makin tinggi risiko anak bakal kena asma juga. Bahkan, meski ayah atau ibu tidak punya asma, tapi kalau kakek atau neneknya kena, anak pun bisa kena," lanjutnya. GEJALA MIRIP Asma bisa muncul kapan saja, tak selalu malam atau pagi hari seperti yang selama ini banyak diyakini. Yang harus diperhatikan adalah gejala penyakit lain yang mirip gejala asma. "Harus dibedakan, soalnya banyak sekali penyakit lain yang gejalanya mirip asma. Contohnya penyakit bronkhitis atau sinusitis," jelas Muljono. Jadi, munculnya serangan asma seringkali tak ada hubungannya dengan siang atau malam hari. Kalau penyebabnya alergen yang ada di rumah, biasanya serangan muncul malam menjelang dinihari. "Pasalnya, penderita pada malam hari lebih banyak terpapar alergen."Selain dipicu oleh alergen (debu rumah, spora jamur, asap, bulu binatang, dan sebagainya), asma juga bisa karena exercise (aktivitas tubuh), dan bahkan karena emosi. "Terutama pada anak remaja. Misalnya stres menghadapi ujian."Orang tua harus mengenal dulu asma dan gejala yang muncul pada anak. Memang, pada penyakit lain, misalnya karena infeksi, selain gejala sesak napas, juga disertai demam. "Tapi, harus diingat juga hubungan antara asma dengan umur. Penyakit-penyakit yang menimbulkan gejala mirip asma, misalnya sinubronkhitis, yakni penyakit sinusitis dengan komplikasi menjadi bronkhitis, biasanya mulai muncul saat 4 - 5 tahun. Anak yang waktu bayi sehat, ketika masuk TK kok batuknya kering, malam hari, bahkan kadang-kadang sesak napas. Untuk meyakinkan, bisa dilakukan foto sinus dan paru."Anak di bawah 4 tahun juga bisa memunculkan gejala mirip asma. "Sebagian memang benar asma, tapi ada pula yang asmaticbronkhitis. Umumnya, gejala asmaticbronkhitis pada anak di bawah balita sesak napas juga, tapi seringkali disertai panas karena adanya infeksi virus."Jadi, lanjut Muljono, "Kalau dipilah-pilah, yang disebut asma itu hanya sebagian dari penyakit-penyakit yang bermanisfestasi dengan sesak napas. Sementara jika benar-benar asma, kadang-kadang di bawah setahun pun sudah kelihatan gejalanya."
BISA SEMBUH Derajat asma diukur dari derajat sesak napas dan frekuensi kekambuhannya. "Jadi, ada asma yang ringan, yang gejalanya hanya muncul sesekali, tapi ada asma yang munculnya lebih sering, seminggu dua kali misalnya." Derajat sesak napas bisa diukur dengan alat pengukur fungsi paru. "Dilihat fungsi parunya, menurun berapa persen."Ada dua pengobatan asma, yakni pengobatan saat serangan dan pengobatan pencegahan (maintenance). "Masing-masing obatnya berbeda." Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjaga kebugaran dengan olahraga yang cukup. "Dengan begitu, anak yang menderita asma bisa tetap berprestasi. Ini yang penting, bagaimana mengelola anak asma agar kualitas hidupnya baik. Contohnya, jangan sampai anak selalu sesak di malam hari, atau selalu minum obat."Orang tua sebaiknya juga tidak overprotektif. "Nggak boleh sekolah, nggak boleh olahraga. Guru juga begitu, anak sering disuruh pulang atau tidak boleh olahraga, sehingga dampak negatifnya besar sekali terhadap jiwa anak," kata Muljono. "Kita harus membuat suasana sedemikian rupa sehingga anak merasa aman dan nyaman dengan asmanya. Ini butuh kerjasama antara pasien, orangtua, dan dokter."Pengobatan asma terkadang memakan waktu lama. "Jadi, sebaiknya pakailah obat yang memiliki sedikit efek samping. Berarti, jenis, dosis dan cara pemakaian yang tepat harus benar-benar diperhatikan. Juga timing atau saat pemberian obat yang tepat," lanjut Muljono.
Ada dua jenis obat asma, yakni yang diminum dan yang dihisap. Obat yang diminum umumnya obat antialergi untuk menetralkan reaksi alergi. Kemudian ada pula bronkodilator untuk melebarkan jalan napas, serta obat-obat pengencer lendir. "Kadang-kadang diperlukan juga antibiotik."Sedangkan obat antialergi kebanyakan dalam jenis kortikosteroid oral yang memang ampuh, tapi memiliki efek samping, sehingga harus hati-hati dalam pemakaiannya. "Namun, sekarang ini ada obat-obat kortikosteroid yang dipakai dengan jalan inhalasi (hisap). Jika obat oral bisa berefek ke lambung, hati, dan sebagainya, maka obat yang dihisap, sasarannya langsung. Keuntungannya, dosisnya sangat kecil, efek samping kurang, reaksinya cepat, dan pemakaiannya sangat praktis."Yang tak kalah penting adalah nebulizer, alat hisap berisi obat yang sudah diubah menjadi partikel uap, sehingga bisa masuk ke bagian-bagian yang paling dalam. Obat ini akan bereaksi memperlebar saluran napas. "Sebaiknya selalu siapkan nebulizer di rumah untuk berjaga-jaga setiap kali muncul serangan," saran Muljono. Yang jelas, asma pada anak bisa disembuhkan dengan pengobatan yang rasional, "Yaitu memakai obat-obat yang kerjanya disesuaikan dengan gejala dan sasarannya." Kalau pun tak bisa disembuhkan, asma bisa dikelola, sehingga anak tetap mempunyai kualitas hidup yang baik dan bisa berprestasi. "Jadi, anak tetap sehat bersama asmanya."OLAHRAGA APA YANG BAIK? Anak yang menderita asma bukan berarti pantang berolahraga. Bahkan, olahraga tertentu justru baik bagi penderita asma. Misalnya berenang. Selain menggerakkan semua otot, termasuk otot-otot dada, otot iga, dan otot punggung, yang semuanya sangat berguna untuk pernapasan, juga karena yang udara yang dihisap selalu basah. Jadi, asma bukan penyakit yang menghalangi anak untuk berolahraga. "Banyak lho, juara olimpiade yang waktu kecilnya menderita asma," kata Muljono memberi contoh. Jadi, dengan pengelolaan dan olahraga yang baik, anak tetap bisa berprestasi. "Satu lagi, obat-obat asma untuk atlet bukan termasuk doping. Tidak semuanya memang, tapi beberapa obat asma boleh dikonsumsi para atlet, asal jangan steroid."HINDARI TELOR Selain udara, pemicu asma yang lain adalah makanan. "Makanan itu alergen yang masuk melalui salura cerna." Apa saja yang sebaiknya dihindari? "Terutama makanan-makanan yang sifatnya merangsang, seperti penyedap, pewarna makanan, esens," kata Muljono. Ada juga makanan-makanan yang unsurnya menyebabkan asma. Misalnya telor, cokelat, sea food, tomat. Tapi, soal makanan ini sifatnya sangat individual. "Tidak bisa kita pukul rata, semua anak asma tidak boleh makan telor, misalnya," lanjut Muljono. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak. Telor memang agak istimewa. "Selain memicu alergi, juga menyebabkan produksi lendir bertambah dan kental, sehingga sebaiknya dihindari saat muncul serangan asma, karena malah akan semakin membuat napas sesak."LINGKUNGAN PEGANG PERANAN Asma anak harus dibedakan dengan asma pada orang dewasa. Pada asma anak, sekitar 70 persen akan sembuh saat anak menginjak usia remaja. "Tentu, harus diobati, tapi tidak usah dengan obat-obatan khusus. Sebagian lagi akan terus berlanjut hingga anak dewasa, apalagi jika lingkungannya tetap, tidak kondusif," jelas Muljono. Misalnya, anak tinggal di keluarga yang mengelola bengkel atau toko material. "Jadi, lingkungan yang bersih sangat penting bagi penderita asma." Penderita asma dewasa yang bekerja di kantor yang lingkungannya tak sehat, misalnya terkena polusi, asmanya bisa menjadi berat. Asma memang bisa berakibat fatal jika pengelolaannya tak tepat. "Namun, tingkat fatalitasnya sekarang sudah jauh berkurang. Kalaupun ada, biasanya karena komplikasi, misalnya infeksi atau ada penyakit lain yang memperberat asma," lanjut Muljono. AJAK ANAK KE LAUT Salah satu faktor yang memicu gejala asma adalah udara, dimana di dalamnya mengandung alergen atau partikel-partikel. Tapi, yang juga tak kalah penting adalah kelembapan udara. "Laut itu bagus karena, selain lembap, juga mengandung butiran-butiran garam." Sama seperti penggunaan nebulizer saat muncul serangan. "Salah satu komponen di dalam nebulizer adalah air garam dalam konsentrasi tertentu, sehingga menimbulkan efek yang baik untuk selaput lendir. Nah, udara laut juga mengandung air garam, sehingga bagus untuk penderita asma," kata Muljono. (Tabloid Nova)
BISA SEMBUH Derajat asma diukur dari derajat sesak napas dan frekuensi kekambuhannya. "Jadi, ada asma yang ringan, yang gejalanya hanya muncul sesekali, tapi ada asma yang munculnya lebih sering, seminggu dua kali misalnya." Derajat sesak napas bisa diukur dengan alat pengukur fungsi paru. "Dilihat fungsi parunya, menurun berapa persen."Ada dua pengobatan asma, yakni pengobatan saat serangan dan pengobatan pencegahan (maintenance). "Masing-masing obatnya berbeda." Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjaga kebugaran dengan olahraga yang cukup. "Dengan begitu, anak yang menderita asma bisa tetap berprestasi. Ini yang penting, bagaimana mengelola anak asma agar kualitas hidupnya baik. Contohnya, jangan sampai anak selalu sesak di malam hari, atau selalu minum obat."Orang tua sebaiknya juga tidak overprotektif. "Nggak boleh sekolah, nggak boleh olahraga. Guru juga begitu, anak sering disuruh pulang atau tidak boleh olahraga, sehingga dampak negatifnya besar sekali terhadap jiwa anak," kata Muljono. "Kita harus membuat suasana sedemikian rupa sehingga anak merasa aman dan nyaman dengan asmanya. Ini butuh kerjasama antara pasien, orangtua, dan dokter."Pengobatan asma terkadang memakan waktu lama. "Jadi, sebaiknya pakailah obat yang memiliki sedikit efek samping. Berarti, jenis, dosis dan cara pemakaian yang tepat harus benar-benar diperhatikan. Juga timing atau saat pemberian obat yang tepat," lanjut Muljono.
Ada dua jenis obat asma, yakni yang diminum dan yang dihisap. Obat yang diminum umumnya obat antialergi untuk menetralkan reaksi alergi. Kemudian ada pula bronkodilator untuk melebarkan jalan napas, serta obat-obat pengencer lendir. "Kadang-kadang diperlukan juga antibiotik."Sedangkan obat antialergi kebanyakan dalam jenis kortikosteroid oral yang memang ampuh, tapi memiliki efek samping, sehingga harus hati-hati dalam pemakaiannya. "Namun, sekarang ini ada obat-obat kortikosteroid yang dipakai dengan jalan inhalasi (hisap). Jika obat oral bisa berefek ke lambung, hati, dan sebagainya, maka obat yang dihisap, sasarannya langsung. Keuntungannya, dosisnya sangat kecil, efek samping kurang, reaksinya cepat, dan pemakaiannya sangat praktis."Yang tak kalah penting adalah nebulizer, alat hisap berisi obat yang sudah diubah menjadi partikel uap, sehingga bisa masuk ke bagian-bagian yang paling dalam. Obat ini akan bereaksi memperlebar saluran napas. "Sebaiknya selalu siapkan nebulizer di rumah untuk berjaga-jaga setiap kali muncul serangan," saran Muljono. Yang jelas, asma pada anak bisa disembuhkan dengan pengobatan yang rasional, "Yaitu memakai obat-obat yang kerjanya disesuaikan dengan gejala dan sasarannya." Kalau pun tak bisa disembuhkan, asma bisa dikelola, sehingga anak tetap mempunyai kualitas hidup yang baik dan bisa berprestasi. "Jadi, anak tetap sehat bersama asmanya."OLAHRAGA APA YANG BAIK? Anak yang menderita asma bukan berarti pantang berolahraga. Bahkan, olahraga tertentu justru baik bagi penderita asma. Misalnya berenang. Selain menggerakkan semua otot, termasuk otot-otot dada, otot iga, dan otot punggung, yang semuanya sangat berguna untuk pernapasan, juga karena yang udara yang dihisap selalu basah. Jadi, asma bukan penyakit yang menghalangi anak untuk berolahraga. "Banyak lho, juara olimpiade yang waktu kecilnya menderita asma," kata Muljono memberi contoh. Jadi, dengan pengelolaan dan olahraga yang baik, anak tetap bisa berprestasi. "Satu lagi, obat-obat asma untuk atlet bukan termasuk doping. Tidak semuanya memang, tapi beberapa obat asma boleh dikonsumsi para atlet, asal jangan steroid."HINDARI TELOR Selain udara, pemicu asma yang lain adalah makanan. "Makanan itu alergen yang masuk melalui salura cerna." Apa saja yang sebaiknya dihindari? "Terutama makanan-makanan yang sifatnya merangsang, seperti penyedap, pewarna makanan, esens," kata Muljono. Ada juga makanan-makanan yang unsurnya menyebabkan asma. Misalnya telor, cokelat, sea food, tomat. Tapi, soal makanan ini sifatnya sangat individual. "Tidak bisa kita pukul rata, semua anak asma tidak boleh makan telor, misalnya," lanjut Muljono. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak. Telor memang agak istimewa. "Selain memicu alergi, juga menyebabkan produksi lendir bertambah dan kental, sehingga sebaiknya dihindari saat muncul serangan asma, karena malah akan semakin membuat napas sesak."LINGKUNGAN PEGANG PERANAN Asma anak harus dibedakan dengan asma pada orang dewasa. Pada asma anak, sekitar 70 persen akan sembuh saat anak menginjak usia remaja. "Tentu, harus diobati, tapi tidak usah dengan obat-obatan khusus. Sebagian lagi akan terus berlanjut hingga anak dewasa, apalagi jika lingkungannya tetap, tidak kondusif," jelas Muljono. Misalnya, anak tinggal di keluarga yang mengelola bengkel atau toko material. "Jadi, lingkungan yang bersih sangat penting bagi penderita asma." Penderita asma dewasa yang bekerja di kantor yang lingkungannya tak sehat, misalnya terkena polusi, asmanya bisa menjadi berat. Asma memang bisa berakibat fatal jika pengelolaannya tak tepat. "Namun, tingkat fatalitasnya sekarang sudah jauh berkurang. Kalaupun ada, biasanya karena komplikasi, misalnya infeksi atau ada penyakit lain yang memperberat asma," lanjut Muljono. AJAK ANAK KE LAUT Salah satu faktor yang memicu gejala asma adalah udara, dimana di dalamnya mengandung alergen atau partikel-partikel. Tapi, yang juga tak kalah penting adalah kelembapan udara. "Laut itu bagus karena, selain lembap, juga mengandung butiran-butiran garam." Sama seperti penggunaan nebulizer saat muncul serangan. "Salah satu komponen di dalam nebulizer adalah air garam dalam konsentrasi tertentu, sehingga menimbulkan efek yang baik untuk selaput lendir. Nah, udara laut juga mengandung air garam, sehingga bagus untuk penderita asma," kata Muljono. (Tabloid Nova)
Daging Merah Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Wanita muda yang rutin makan daging merah tampaknya akan memiliki risiko lebih tinggi terjadinya kanker payudara, dilaporkan oleh Harvard Study of Women's Health. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 90.000 wanita. Para ahli tersebut mengatakan bahwa wanita yang banyak mengkonsumsi daging merah saat mereka berusia 20, 30 dan 40 tahun, lebih besar berisiko mengalami kanker payudara pada 12 tahun kedepan. Para ahli tersebut mengatakan bahwa mereka yang rutin makan daging merah dua kali lebih berisiko dibandingkan mereka yang jarang makan daging merah.Penelitian tersebut dipublikasikan 13 November 2006 dalam Archives of Internal Medicine, dimana untuk pertama kalinya mempelajari hubungan antara mengkonsumsi daging merah dan terjadinya kanker payudara pada wanita premenopause, dan untuk pertama kalinya dipelajari tentang berbagai tipe dari kanker payudara. Meski demikian, para ahli tersebut masih membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang hubungan dari kondisi tersebut. Mereka mengatakan temuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk membatasi mengkonsumsi daging merah, karena diketahui pula daging merah juga berisiko tinggi sebabkan terjadinya kanker usus (kanker kolon). Eunyoung Cho, seorang profesor dari Harvard Medical School dan timnya melakukan penelitian terhadap 90.659 wanita usia 26 hingga 46 tahun. Dengan periode yang cukup lama mereka mempelajari kesehatan wanita tersebut. Secara lengkap mereka memantau kebiasaan makan partisipan tersebut selama 4 tahun. Para ahli tersebut menganalisis apakah mengkonsumsi daging merah berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker payudara, dari tahun 1991 hingga 2003. Hasilnya mereka tidak menemukan hubungan yang yang bermakna. Tetapi saat mereka meneliti 512 wanita yang menderita kanker payudara akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron, hasilnya diperoleh hubungan antara keduanya. Mereka yang makan lebih dari 1,5 porsi daging merah perhari, tampaknya dua kali berisiko lebih tinggi menderita kanker payudara dengan reseptor hormon yang positif dibandingkan dengan mereka yang makan daging merah kurang dari tiga porsi dalam seminggu. Satu porsi setara dengan makan satu hamburger atau hotdog. Terlalu banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, Nancy E. Davidson, seorang ahli kanker payudara dari Johns Hopkins University, Baltimore mengatakan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu pada wanita yang dapat mengalami perubahan, berbagai macam dapat menimbulkan risiko. Untuk daging merah sebabkan kanker payudara, tidak diketahui mengapa, namun para ahli sebelumnya meneliti dan menemukan beberapa kesimpulan yang mungkin menjadi penyebabnya, suatu substansi diproduksi saat daging tersebut dimasak kemungkinan bersifat karsinogenik, secara alami substansi tersebut mempengaruhi kerja dari hormon, atau makanan sapi diberi hormon supaya tumbuh besar dan gemuk, hormon tersebut menjadi pemicu terjadinya kanker payudara bila dikonsumsi oleh wanita. Mengatur gaya hidup termasuk mengatur diet sangat penting diusia muda, karena kebiasaan saat muda menentukan kehidupan dimasa mendatang, Carolina Hinestrosa dari National Breast Cancer Coalition menyebutkan.
Rabu, 09 April 2008
Marah memperlambat kesembuhan
Pepatah yang menyebutkan bahwa tertawa adalah obat terbaik mungkin ada benarnya. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa orang yang ´tersiksa´ oleh amarah cenderung sembuh lebih lama dari cedera. Berbagai penelitan sebelumnya telah mengindikasikan adanya kaitan antara perlaku temperamental, apakah itu menggertak atau pun ugal-ugalan di jalan raya, dengan tingginya kasus penyakit jantung koroner, hipertensi dan stroke, khususnya di antara para pria. Namun penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behaviour, Immunity, menunjukkan betapa amarah sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Riset yang dilakukan para ahli di Universitas Ohio ini merupakan eksperimen pertama yang mengukur secara langsung pengaruh amarah terhadap penyembuhan. Dalam risetnya, para peneliti melibatkan 98 partisipan yang diberi luka kecil pada lengan. Para partisipan ini lalu dipantau selama delapan hari dan dilihat seberapa cepat luka pada kulit ini sembuh dengan sendirinya. Sebelumnya, partsipan harus melewati semacam psikotes untuk mengetahui seberapa mudah mereka sering merasakan atau meluapkan kemarahan. Lalu, peneliti membuat peringkat berdasarkan "skala kemarahan.” Partisipan yang mengonsumsi sejenis obat-obat tertentu, merokok, minum kopi atau kafein dalam jumlah banyak dicoret dari penelitian. Hal sama juga diberlakukan pada mereka yang berat badannya terlalu ekstrim (baik kurus atau gemuk). Hasilnya tampak jelas. Partisipan yang bermasalah dalam mengontrol emosi atau kemarahan kecenderunganya empat kali lebih lama sembuh atau butuh waktu untuk pulih lebih dari empat hari, dibandingkan mereka yang mampu mengendalikan amarahnya. Namun para peneliti juga terkejut ketika menemukan bahwa kemarahan ini juga memiliki semacam nuansa. Pasrtisipan yang digambarkan menunjukkan sikap “anger out” (ledakan dari agresi biasa) atau “anger in” (kemarahan yang diluapkan secara tak sadar) sembuh hampir secepat mereka yang memiliki peringkat rendah pada semua skala kemarahan. Hanya mereka yang telah mencoba namun gagal untuk mempertahankan perasaan amarahnya butuh waktu yang lama untuk sembuh. Peneliti juga mencatat bahwa kelompok yang sama ini menunjukkan sekresi hormon stres atau kortisol yang tinggi, yang setidaknya menjelaskan perbedaan waktu pemulihan. Riset sebelumnya telah menunjukkan hubungan yang jelas antara kortisol dan amarah. Pria yang berteriak pada pasangannya saat bertengkar tubuhnya mengeluarkan hormon modulator endokrin dalam beberapa menit, seperti halnya para guru yang mengalami stres saat mengajar di kelas. Peneliti mengindikasikan, kadar tinggi kortisol tampaknya menurunkan produksi dua jenis protein cytokines penting yang berperan dalam proses pemulihan. Cytokines adalah protein yang dilepaskan oleh sel-sel kekebalan tubuh. Protein ini berfungsi sebagai sinyal dalam memperluas sistem kekabalan tubuh. “Kemampuan dalam mengendalikan ekspresi kemarahan seseorang berkaitan secara klinis dengan dampak penyembuhan luka,” ungkap Jean-Philippe Gouin, psikolog dari Universitas Ohio dalam kesimpulannya. Dalam laporan riset, disebutkan pula bahwa terapi mengendalikan amarah dapat membantu para pasien dalam memulihkan kondisi setelah pembedahan sehingga luka menjadi cepat sembuh.
Nyeri Kepala Gejala Awal Tumor Otak
Nyeri kepala dan nyeri pinggang paling banyak dikeluhkan penderita saat berobat ke dokter. Nyeri kepala merupakan gejala awal yang diderita sekitar 30 persen pederita tumor otak. Gejala tumor otak tergantung letak dan kecepatan pertumbuhannya. Namun gejalanya muncul secara tersamar yang biasanya dimulai dengan gangguan mental ringan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang berhubungan dekat dengan penderita, seperti mudah tersinggung, emosinya labil, pelupa, lamban dan kurang inisiatif, serta depresi, kata dokter ahli saraf Ruth Mariva SpS seperti diberitakan Antara, di Bandarlampung, kemarin.Dalam seminar sehari tentang nyeri kepala yang diselenggarakan RS Imanuel Way Halim, di Bandarlampung itu, Ruth mengatakan nyeri kepala biasanya sulit digambarkan dan bervariasi, mulai dari yang ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut atau meletup, yang umumnya bertambah berat pada malam, saat bangun pagi dan saat perubahan posisi.Awalnya nyeri kepala tumor disebabkan pembengkakan lokal sekitar tumor atau akibat kerusakan pembuluh darah sekitar tumor, dan akhirnya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala.Selain nyeri kepala tumor otak juga ditemukan gejala mual muntah terutama jika lokasi tumor di bagian belakang, kejang- kejang, dan mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan saraf lainnya.Penderita biasanya datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala di daerah depan (dahi) dan kepala belakang yang biasanya sudah berlangsung lama dan progresif, katanya.Berdasarkan penelitian IHS (International Headache Society) tahun 1988 dan disepakati Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdosi), terdapat 13 kelompok nyeri kepala, di antaranya adalah migren, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala akibat trauma kepala, nyeri kepala akibat infeksi, dan nyeri kepala akibat gangguan metabolik. Jika dilihat dari waktu dan lamanya serangan, nyeri kepala dapat dibagi atas nyeri kepala akut dan kronis.Menurutnya nyeri kepala akut dan hebat memerlukan penanganan segera karena merupakan gejala dari penyakit- penyakit berbahaya, seperti penyakit pada pembuluh darah otak (stroke, thrombosis, hipertensi maligna), infeksi otak (meningitis, ensefalitis, abses) dan keracunan karbon monoksida.Kebanyakan nyeri kepala merupakan gejala yang ringan, namun dapat juga sebagai gejala suatu penyakit yang serius atau berbahaya, misalnya apabila nyeri kepala hebat secara tiba-tiba, bertambah berat dan progresif, disertai kejang dan pingsan, terjadi saat aktifitas dan gangguan penglihatan.Nyeri kepala harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya mengobati gejala/ keluhannya saja dengan memberikan obat penghilang nyeri, tetapi juga dengan mendeteksi dan menyingkirkan penyebab terjadinya keluhan tersebut.Penggunaan obat nyeri kepala yang tidak tepat dan berlebihan akan menimbulkan ketergantungan dan nyeri kepala susulan yang berkepanjangan.Dia juga menyebutkan bahwa 20 persen pasien yang berobat ke Poliklinik Saraf RS Imanuel Bandarlampung, Januari-Juni 2007, adalah penderita nyeri kepala. Sebanyak 65 persen penderitanya adalah wanita dan lebih dari 50 persen menderita nyeri kepala tegang.
Tinggalkan Pasta Gigi yang Bahayakan Kesehatan
Masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, dihimbau agar tidak menggunakan pasta gigi yang mengandung Diethylene Glycol (DEG) karena membahayakan kesehatan. Diethylene Glycol (DEG) seharusnya digunakan untuk bahan campuran minyak rem sepeda motor dan mobil, bukan untuk pasta gigi. Bila digunakan akan merusak ginjal atau hati karena sifatnya beracun, ujar Kepala Bidang dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, dr Chusnul Arief seperti diberitakan Antara, di Sumenep, Senin (6/8).Ia mengemukakan produk pasta gigi yang dilarang dan mengandung Diethylene Glycol (DEG) yaitu, Maxam Toothpaste with Fluoride Spearmint (Biru), Maxam Toothpaste with Fluoride Wintergreen Mint (hijau), Maxam Toothpaste with Fluoride Spearmint, SanKeZhen Green Tea Toothpaste. Selain pasta gigi ada beberapa merek permen impor dari China yang dilarang beredar karena mengandung formalin yaitu, White Rabbit Creamy Candy, Kiamboy, Classic Candy, Blackcurram, White Rabbit dan manisan Plum. Kita baru menerima surat pemberitahuan resmi dari pusat berbagai macam jenis pasta gigi dan permen impor yang dilarang itu, tuturnya.Meski ia mengakui selama sebulan telah melakukan penelurusan, pengawasan, serta inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah toko serta sejumlah pasar di wilayah kota belum ditemukan, namun bukan berarti Sumenep aman dari produk China yang berbahaya tersebut. Sejumlah produk China tersebut tidak mungkin beredar di toko kecil maupun dipasar tradisional, karena harganya tergolong mahal. Kalau masyarakat ekonomi lemah tidak mungkin membeli, katanya. Untuk mengetahui produk yang dilarang masyarakat dapat membedakan dengan tidak adanya Standar Nasional Indonesia (SNI).
Olah raga tren dan sehat
Inilah satu tren yang tergolong sehat: yakni berolahraga di pusat kebugaran. Meski ada juga yang barangkali datang ke situ untuk sekadar "cuci mata", toh tetap ada bagusnya. Setidaknya, mereka berkenalan dengan dunia olahraga. Padahal, di balik glamor pusat kebugaran (fitness center) di kota-kota besar (yang tiruannya merebak sampai kampung-kampung), prinsip berolahraga sebenarnya sederhana saja, yakni melakukan gerakan yang terukur. Lainnya, pakaian fitness yang bagus-bagus, yang seksi, hanyalah embel-embel. Dokter kesehatan olahraga, Sadoso Sumosardjuno, mengatakan, syarat utama berolahraga adalah dilakukan dengan baik dan terukur agar mengetahui tekanan darah dan denyut nadi seseorang sebelum dan sesudah beraktivitas. Buat apa? Tujuannya tak lain untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam menanggung beban suatu aktivitas olahraga. Sadoso menerapkan aturan tersebut di klub kesehatan yang dibinanya sejak tahun 1982 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Setiap peserta mutlak diukur tekanan darah dan denyut nadinya sebelum melakukan aktivitas berolahraga, seperti jogging, aerobik ataupun angkat beban. Aturan itu diterapkan Sadoso mengingat anggotanya kebanyakan orang tua yang memang memerlukan pengawasan ekstra. Kondisi ini berbeda dengan anggota klub pusat kebugaran yang kebanyakan terdiri dari anak-anak muda yang tentu lebih kuat berolahraga. Pastinya tidak jadi soal kalau langsung latihan tanpa diukur tekanan darah atau denyut nadi terlebih dahulu. Meskipun demikian, menurut Sadoso, semua orang, tak kenal usia sudah tua maupun masih muda, harus diukur denyut nadi dan tekanan darah supaya bisa mengetahui berapa besar porsi latihan yang dapat dijalani. "Kondisi seseorang tidak bisa ditebak jika ternyata porsi latihan berlebihan dibandingkan kemampuan fisiknya, maka peserta justru berisiko menjadi cedera atau sakit," ujar Sadoso.
Ditegaskannya bahwa sebelum mengikuti latihan, seseorang sebaiknya dicek dulu tekanan darahnya karena jika kurang tidur biasanya tekanan darah turun atau jika sedang stres akan memicu tekanan darah jadi naik. "Kalau tekanan darah naik, misalnya, porsi latihan harus dikurangi dari jumlah biasanya," ujar Sadoso. Dia juga mencontohkan, orang yang hanya sempat tidur tiga jam pada malam hari, seharusnya tidak mengikuti latihan normal. Kalau sebelumnya selalu kuat jalan kaki lima kilometer, maka dalam kondisi kurang tidur berisiko pingsan walaupun jalan kaki hanya satu kilometer. Hal lain yang membuat orang gagal mencapai badan yang sehat setelah berolahraga, menurut Sadoso, adalah frekuensi latihan yang tidak ideal. Jika latihan aerobik terlalu rajin, akan membuat badan sakit karena tidak ada kesempatan untuk mengistirahatkan badan. Tetapi sebaliknya kalau dilakukan tidak beraturan, juga tidak memberikan banyak manfaat dan bahkan bisa cedera. Tetap positif Membayar mahal untuk ikut berolahraga di pusat kebugaran bukan jaminan bisa hidup sehat kalau tidak mengikuti program latihan secara benar. Tetapi, keinginan untuk datang ke tempat fitness sudah lebih baik ketimbang tak ada niat berolahraga sama sekali. Dokter spesialis olahraga, Hario Tilarso, mengutarakan, maraknya pusat kebugaran pada saat ini merupakan tren positif. Dia menceritakan bagaimana 30 tahun lalu ketika mulai menjalani pekerjaan sebagai dokter di klub olahraga pada tahun 1971. Saat itu orang sangat sulit untuk diajak bergabung di pusat kebugaran karena sangat enggan untuk diajak berolahraga. "Tetapi sekarang orang-orang sudah mau hidup sehat dan sadar kalau olahraga dapat mencegah pertumbuhan penyakit yang dapat menggerogoti tubuh. Misalnya, ibu-ibu mulai sadar kalau tulang keropos atau jantung bisa dicegah dengan melakukan gerakan olahraga," ujar Hario. Apalagi, menurut Hario, tema Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak dua tahun lalu sudah mencanangkan "movement for health" yang mengimbau khalayak agar melakukan gerakan untuk mencapai hidup sehat. Kini usaha fitness sudah menjamur, tidak hanya di mal tetapi juga di perumahan karena pasarnya memang sudah begitu luas. Hal yang paling menarik, demikian Hario, tempat fitness saat ini juga menyediakan peralatan yang baru dan berteknologi tinggi. Selain itu juga menyediakan instruktur yang berpendidikan. "Beberapa anak didik saya yang belajar bagaimana gerakan yang diperlukan dan disesuaikan kemampuan peserta fitness juga turut mengajar di tempat fitness," katanya. Dikatakan, memang ada sebagian peserta fitness yang hadir hanya untuk cari teman. Namun, hal itu bukan masalah karena yang bersangkutan sudah mencoba untuk mengenal dunia olahraga. Selain itu, berlatih tidak hanya perlu gerakan fisik, tetapi bisa juga bercakap-cakap dengan orang lain karena hubungan sosial juga bisa menjadi terapi untuk kesehatan. Bahkan, di klub jantung, orang memang datang khusus untuk bertemu dengan teman senasib. Mereka bisa saja tidak melakukan gerakan apa pun, tetapi hanya mengobrol mengenai pengalaman penyembuhan dengan operasi atau terapi olahraga. Menurut Hario, sebenarnya fitness bukan sekadar perhitungan uang, namun yang menonjol adalah adanya kesadaran untuk masuk ke pusat kebugaran. Meskipun terkadang ada yang kehadirannya masih bolong-bolong, tetapi tetap harus dihargai karena sudah mencoba untuk hidup sehat. "Niscaya kalau sudah terkena penyakit pasti rajin datang latihan. Tetapi kenapa mesti menunggu sakit baru mau rajin datang ke tempat fitness," ujar Haryo. Tak perlu mahal Menjamurnya tempat fitness di mal-mal dengan peralatan yang serba canggih dengan tarif relatif mahal bukan berarti hidup sehat itu hanya milik orang berduit. Sebenarnya prinsip berolahraga yang sehat adalah yang terukur karena itu gerakan naik tangga di kantor pun bisa dikatakan olahraga yang menyehatkan jantung kalau memang sesuai kebutuhan yang bersangkutan. Sadoso menyebutkan, di tempat fitness yang berada di pusat bisnis dan memiliki peralatan modern tentu akan menarik biaya yang relatif mahal. Tetapi, yang perlu diperhatikan juga, apakah mereka menyediakan pelatih yang memenuhi syarat. Jangan sampai sudah bayar mahal justru pesertanya malah jadi cedera karena aktivitas yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. "Susahnya di sini, itu masih langka pendidikan untuk pelatih. Sebetulnya di Indonesia sudah ada pendidikan pelatih, tetapi jumlahnya masih kurang memadai. Biasanya ada perusahaan yang buat kursus singkat instruktur fitness, tetapi apakah dengan itu sudah cukup meningkatkan Pengetahuannya," ujar Sadoso. Ketua Kelompok Keilmuan Olahraga Tommy Apriantono mengemukakan, undang-undang sudah mewajibkan semua instruktur olahraga memiliki sertifikat kelayakan. Kewajiban tersebut sudah tercantum dalam undang-undang olahraga, tinggal menunggu peraturan pemerintah. Jika peraturan mengenai instruktur sudah berlaku, dapat dijamin orang tidak akan sia-sia jika membayar program latihan olahraga karena pelatihnya pasti memiliki kemampuan yang memadai. Bahkan, orang yang hanya berniat main-main di tempat fitness pun, akhirnya akan terdorong mengikuti program latihan secara benar dan tepat.
Ditegaskannya bahwa sebelum mengikuti latihan, seseorang sebaiknya dicek dulu tekanan darahnya karena jika kurang tidur biasanya tekanan darah turun atau jika sedang stres akan memicu tekanan darah jadi naik. "Kalau tekanan darah naik, misalnya, porsi latihan harus dikurangi dari jumlah biasanya," ujar Sadoso. Dia juga mencontohkan, orang yang hanya sempat tidur tiga jam pada malam hari, seharusnya tidak mengikuti latihan normal. Kalau sebelumnya selalu kuat jalan kaki lima kilometer, maka dalam kondisi kurang tidur berisiko pingsan walaupun jalan kaki hanya satu kilometer. Hal lain yang membuat orang gagal mencapai badan yang sehat setelah berolahraga, menurut Sadoso, adalah frekuensi latihan yang tidak ideal. Jika latihan aerobik terlalu rajin, akan membuat badan sakit karena tidak ada kesempatan untuk mengistirahatkan badan. Tetapi sebaliknya kalau dilakukan tidak beraturan, juga tidak memberikan banyak manfaat dan bahkan bisa cedera. Tetap positif Membayar mahal untuk ikut berolahraga di pusat kebugaran bukan jaminan bisa hidup sehat kalau tidak mengikuti program latihan secara benar. Tetapi, keinginan untuk datang ke tempat fitness sudah lebih baik ketimbang tak ada niat berolahraga sama sekali. Dokter spesialis olahraga, Hario Tilarso, mengutarakan, maraknya pusat kebugaran pada saat ini merupakan tren positif. Dia menceritakan bagaimana 30 tahun lalu ketika mulai menjalani pekerjaan sebagai dokter di klub olahraga pada tahun 1971. Saat itu orang sangat sulit untuk diajak bergabung di pusat kebugaran karena sangat enggan untuk diajak berolahraga. "Tetapi sekarang orang-orang sudah mau hidup sehat dan sadar kalau olahraga dapat mencegah pertumbuhan penyakit yang dapat menggerogoti tubuh. Misalnya, ibu-ibu mulai sadar kalau tulang keropos atau jantung bisa dicegah dengan melakukan gerakan olahraga," ujar Hario. Apalagi, menurut Hario, tema Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak dua tahun lalu sudah mencanangkan "movement for health" yang mengimbau khalayak agar melakukan gerakan untuk mencapai hidup sehat. Kini usaha fitness sudah menjamur, tidak hanya di mal tetapi juga di perumahan karena pasarnya memang sudah begitu luas. Hal yang paling menarik, demikian Hario, tempat fitness saat ini juga menyediakan peralatan yang baru dan berteknologi tinggi. Selain itu juga menyediakan instruktur yang berpendidikan. "Beberapa anak didik saya yang belajar bagaimana gerakan yang diperlukan dan disesuaikan kemampuan peserta fitness juga turut mengajar di tempat fitness," katanya. Dikatakan, memang ada sebagian peserta fitness yang hadir hanya untuk cari teman. Namun, hal itu bukan masalah karena yang bersangkutan sudah mencoba untuk mengenal dunia olahraga. Selain itu, berlatih tidak hanya perlu gerakan fisik, tetapi bisa juga bercakap-cakap dengan orang lain karena hubungan sosial juga bisa menjadi terapi untuk kesehatan. Bahkan, di klub jantung, orang memang datang khusus untuk bertemu dengan teman senasib. Mereka bisa saja tidak melakukan gerakan apa pun, tetapi hanya mengobrol mengenai pengalaman penyembuhan dengan operasi atau terapi olahraga. Menurut Hario, sebenarnya fitness bukan sekadar perhitungan uang, namun yang menonjol adalah adanya kesadaran untuk masuk ke pusat kebugaran. Meskipun terkadang ada yang kehadirannya masih bolong-bolong, tetapi tetap harus dihargai karena sudah mencoba untuk hidup sehat. "Niscaya kalau sudah terkena penyakit pasti rajin datang latihan. Tetapi kenapa mesti menunggu sakit baru mau rajin datang ke tempat fitness," ujar Haryo. Tak perlu mahal Menjamurnya tempat fitness di mal-mal dengan peralatan yang serba canggih dengan tarif relatif mahal bukan berarti hidup sehat itu hanya milik orang berduit. Sebenarnya prinsip berolahraga yang sehat adalah yang terukur karena itu gerakan naik tangga di kantor pun bisa dikatakan olahraga yang menyehatkan jantung kalau memang sesuai kebutuhan yang bersangkutan. Sadoso menyebutkan, di tempat fitness yang berada di pusat bisnis dan memiliki peralatan modern tentu akan menarik biaya yang relatif mahal. Tetapi, yang perlu diperhatikan juga, apakah mereka menyediakan pelatih yang memenuhi syarat. Jangan sampai sudah bayar mahal justru pesertanya malah jadi cedera karena aktivitas yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. "Susahnya di sini, itu masih langka pendidikan untuk pelatih. Sebetulnya di Indonesia sudah ada pendidikan pelatih, tetapi jumlahnya masih kurang memadai. Biasanya ada perusahaan yang buat kursus singkat instruktur fitness, tetapi apakah dengan itu sudah cukup meningkatkan Pengetahuannya," ujar Sadoso. Ketua Kelompok Keilmuan Olahraga Tommy Apriantono mengemukakan, undang-undang sudah mewajibkan semua instruktur olahraga memiliki sertifikat kelayakan. Kewajiban tersebut sudah tercantum dalam undang-undang olahraga, tinggal menunggu peraturan pemerintah. Jika peraturan mengenai instruktur sudah berlaku, dapat dijamin orang tidak akan sia-sia jika membayar program latihan olahraga karena pelatihnya pasti memiliki kemampuan yang memadai. Bahkan, orang yang hanya berniat main-main di tempat fitness pun, akhirnya akan terdorong mengikuti program latihan secara benar dan tepat.
Langganan:
Komentar (Atom)