Senin, 05 Mei 2008

Gila Kerja Berpotensi Gangguan Lambung

Bekerja dengan giat memang bagus, tapi pola kerja yang kurang sehat memicu gangguan kesehatan. Ada kabar buruk bagi para penggila kerja alias workaholic. Pekerjaan yang menumpuk cenderung menyebabkan stres berkepanjangan. Kalau sudah begitu maka berpengaruh pada pola hidup. ”Beban pekerjaan yang berlebih membuat pola hidup dan pola makan berubah. Dari sini muncullah rasa khawatir yang berlebihan sehingga bisa menyebabkan keluhan fisik,” jelas Dr. Teguh Wijayadi dari Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Gading Pluit Jakarta kepada pers di sela Seminar Kesehatan Khusus Wartawan di Jakarta akhir pekan silam.Pada dasarnya yang disebut dengan gangguan lambung adalah segala penyakit yang bersarang pada proses pencernaan.Teguh yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan bahwa penyebab utama dari gangguan lambung adalah pola makan yang tidak teratur, penggunaan obat-obatan seperti obat pengurang rasa sakit, infeksi, cemas atau depresi hingga komplikasi dengan penyakit lain.Stres yang kerap muncul akibat pekerjaan bisa memicu gangguan lambung, tepatnya pada usus dua belas jari. Gangguan lainnya bisa menyerang bagian usus besar yang apabila dibiarkan akan muncul peradangan atau infeksi.
Gaya HidupPada dasarnya sekresi asam lambung dipengaruhi oleh saraf dan hormon. Sistem saraf yang bekerja di sini mulai dari saraf pusat dan otonom, yakni saraf simpatis dan parasimpatis. Sedangkan hormon yang bekerja di sini adalah hormon seperti gastrin, histamin, somatostasin, serotonin dan glukagon. Secara teknis Teguh menjabarkan bahwa rasa cemas akibat pekerjaan menyebabkan saraf simpatis bekerja lebih aktif menstimuli hormon cathecholamin meningkat, menyebabkan sekresi asam lambung melonjak pula. ”Rasa cemas mempengaruhi sistem saraf pusat melalui saraf vagus, mengakibatkan gangguan motilitas lambung,” ujar Teguh. Pada kasus di mana stres sebagai penyebab gangguan lambung, dilakukan beberapa prosedur diagnosis. Biasanya para dokter akan mencari tahu riwayat timbulnya penyakit yang meliputi kapan gejala timbul, disertai dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selanjutnya dilakukan pula pemeriksaan gastroduodenoskopi dan biopsi. Selain itu dilakukan pula diagnosis banding dengan kasus gangguan lambung akibat sebab lainnya.Jika sudah diketahui penyebabnya maka akan mudah menanggulanginya. Tentu tidak semudah yang dikira, sebab pada dasarnya penyebab dari gangguan lambung adalah pola makan. Setiap pasien biasanya pada tahap awal akan sulit menyesuaikan diri dengan pola makan teratur. Terlebih lagi para workaholic yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang serba menomorsatukan pekerjaan. Sedikit saja pekerjaannya mengalami masalah akan timbul rasa cemas bahkan stres yang mempengaruhi kinerja hormon pada lambung. Ditambah lagi dengan makan yang tidak teratur karena menyesuaikan dengan waktu kerja yang padat.Berangkat dari kasus-kasus yang ada, Teguh menyarankan agar gangguan lambung dicegah dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat. Pepatah yang menyatakan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat ternyata bisa berlaku sebaliknya. Justru di dalam jiwa yang sehatlah maka terdapat jasmani yang kuat pula. Artinya, dengan pola hidup teratur, keadaan jiwa stabil, maka otomatis jasmani kita terbebas dari gangguan kesehatan.”Memperbaiki pola hidup sebaiknya sesuai dengan 3S, yaitu santai, serius dan sukses. Santai artinya mengerjakan tugas dengan rileks,” jelas Teguh. Dengan bekerja rileks maka akan jauh dari rasa cemas dan stres yang berpotensi menimbulkan penyakit. Tapi tugas itu juga dikerjakan dengan baik dan diikuti pikiran positif, yakni berharap mendapat hasil yang baik.(SH/merry magdalena)

Sehat dengan Serat

Ternyata dari hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa serat sangat baik untuk kesehatan ,yaitu membantu mencegah sem belit, mencegah kanker , mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterol ,membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah wasir , membantu menurunkan berat badan dan masih banyak lagi. Tapi apakah kamu tahu apakah Serat itu sebenarnya..? Serat adalah zat non gizi, ada dua jenis serat yaitu serat makanan (dietry fiber) dan serat kasar (crude fiber) Serat makanan adalah serat yang tetap ada dalam kolon atau usus besar setelah proses pencernaan, baik yang berbentuk serat yang larut dalam air maupun yang tidak larut dalam air. Sedangkan serat kasar adalah serat tumbuhan yang tidak larut dalam air. Serat yang tidak larut ini ada 3 (tiga) macam ,yaitu Selulosa , hemiselulosa dan lignin. Ternyata serat tersebut banyak sekali terdapat pada sayuran, buah buahan dan kacang-kacangan. Adapun serat yang larut dalam air ada tiga macam pula, yaitu pektin , musilase dan gum. Serat ini juga banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran dan sereal dan gum bayak terdapat pada aksia Serat makanan tidak dapat diserap dalam usus halus dan tidak dapat masuk dalam sirkulasi darah, serat ini akan dibawa oleh usus halus masuk kedalam usus besar dengan gerakan peristaltik usus, Kehadiran serat pada usus besar ini baik untuk membantu proses proses yang terjadi di uus besar. Berapa sih jumlah serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari ..? Rata-rata negara didunia ini menetapkan sebanyak 30 gr kebutuhan akan serat setiap harinya

Perempuan Indonesia Rentan Osteoporosis

Sekitar 63 persen perempuan di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D sehingga rentan terkena osteoporosis (keropos tulang) akibat mengkonsumsi kurang dari sepertiga asupan kalsium yang dianjurkan. Berdasarkan hasil analisis data Risiko Osteoporosis yang dipublikasikan tahun 2006, dr Tria Rosemiarti seperti diberitakan Antara di Makassar menyebutkan prevalensi osteoporosis (osteoporosis) di Indonesia saat ini mencapai 41,75 persen. Ini berarti dua dari lima penduduk di Indonesia memiliki resiko terkena osteoporosis. Dari hasil riset yang dilakukan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Otago University New Zaeland dan University Putra di Malaysia diketahui rata-rata intake kalsium dari wanita Indonesia hanya 270 miligram sehari.Hal tersebut menunjukkan konsumsi kalsium hanya 27 persen dari jumlah harian yang dianjurkan WHO yaitu 1000 miligram per hari untuk orang dewasa. Padahal kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi penting untuk membentuk tulang yang kuat dan menjaga kesehatan tulang yang optimal.Tanpa nutrisi yang kuat tulang akan berisiko menjadi tipis, keropos dan mudah patah. Sementara vitamin D dihasilkan dari paparan sinar matahari yang diterima tubuh, sedangkan kalsium ditemukan pada makanan-makanan olahan dari susu, sayuran hijau dan ikan-ikanan. Resiko osteoporisis ini dapat dicegah dengan berjalan kaki, berolahraga menggunakan beban agar dapat menopang berat tubuh sendiri. Olahraga seperti ini akan membuat seluruh struktur tulang mendapatkan pembebanan yang berguna untuk melatihnya tetap kuat dan padat. Hal senada dikemukakan dr Agus Sambo dari Perosi Cabang Makassar yang menyebutkan penyakit keropos tulang ini biasa disebut silent desease karena jarang terdapat gejala ataupun tanda-tandanya hingga akhirnya menjadi parah dan menyebabkan banyak massa tulang yang hilang.Osteoporosis dapat dicegah selain melalui pola makan yang mengandung kalsium tinggi dari vitamin D, juga melalui olahraga yang benar, teratur dan terukur seperti misalnya jalan kaki, jelasnya.Dalam kampanye akan digelar di Makassar Minggu (6/8) produk diperkenalkan pedometer yang merupakan alat untuk mengukur gerak atau langkah. Alat ini akan mencatat setiap langkah yang dilakukan dimana pedometer digunakan dipinggang ketika berjalan kaki sehingga latihan tetap terukur dan termotivasi.Jumlah 10.000 langkah yang dianjurkan total dalam sehari yang dianggap aktif. Namun sebaiknya setiap orang harus mengusahakan untuk memperoleh 3000-4000 langkah dalam 30 menit selama berolahraga, sisanya dapat dicapai dengan berbagai aktivitas fisik harian, seperti berjalan kaki setiap ada kesempatan, menggunakan tangga daripada eskalator, bermain bersama anak, menyapu, berdansa mengikuti lagu dan mengurangi aktivitas pasif seperti menonton TV dan duduk di depan komputer.

POTENSI TEH SEBAGAI SUMBER ZAT GIZI DAN PERANNYA DALAM KESEHATAN

Peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Teh merupakan minuman sehat yang telah dikenal sejak sekitar 5000 tahun yang lalu di negeri Cina. Pada awalnya, tertulis dalam suatu riwayat, teh diperkenalkan oleh seorang Kaisar Cina. Ketika itu, ke dalam cawan air panas Sang Kaisar _ Shen Nung _ yang sedang bersantai di kebun istana jatuh beberapa pucuk daun teh. Selanjutnya Kaisar menyadari adanya perbedaan rasa pada air tersebut. Dikisahkan setelah kejadian tersebut, ia berani merekomendasikan bahwa teh memiliki unsur menyembuhkan beragam penyakit seperti ginjal, demam, infeksi, dan tumor di kepala. Resep Sang Kaisar tersebut tampaknya terlalu berlebihan. Namun, para peneliti di bidang kesehatan kini mampu membuktikan khasiat sehat teh yang dapat memberikan daya kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit serta memperpanjang usia. Teh ( Camellia sinensis) merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan kini telah ditanam di lebih dari 30 negara. Dari 3.000 jenis yang ada, pada prinsipnya teh berasal dari satu jenis tanaman dengan hasil perkawinan silangnya. Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia, dan posisinya berada pada urutan kedua setelah air. Dengan perkembangannya ke berbagai belahan dunia, teh telah menjadi bagian yang menyatu dengan tradisi setempat. Di Beijing, Cina, para peminum teh lebih menyukai bila diaromai dengan wangi bunga melati yang kuat dengan cara "membakar" daun teh terlebih dahulu dengan uap panas bunga melati segar. Lain halnya dengan di Mongolia dan Inggris, peminum teh lebih menyukai teh yang dicampur dengan susu sewaktu sarapan pagi. Dan bagi sebagian besar orang Indonesia , teh bukanlah minuman yang asing karena telah menjadi bagian dari budayanya. Teh merupakan functional food mengingat khasiat dan potensi yang terkandung di dalamn teh dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan merupakan sumber zat gizi. Mengingat biaya kesehatan yang melambung tinggi dalam krisis ekonomi yang belum juga berangsur pulih serta harga obat-obatan yang sudah tak terjangkau lagi oleh kocek rakyat biasa, maka obat pun sekarang dapat disetarakan dengan barang mewah. Dengan demikian, mempertahankan kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tak ternilai. Dalam upaya menjaga kesehatan tersebut, perilaku hidup sehat menjadi begitu penting untuk dilakukan. Makalah ini menyajikan kandungan dan manfaat nutrisi teh dan khasiat kesehatan lainnya. Jenis teh Pada dasarnya, teh diproses menjadi tiga jenis yaitu teh hijau , teh hitam , dan teh oolong . Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam, salah satu jenis yang paling digemari di Amerika, Eropa, dan Indonesia . Cara pengolahannya, daun dirajang dan dijemur dibawah panas matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberikan cita rasa teh hitam yang khas. Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama di Jepang dan Cina. Pada pembuatannya, daun teh sedikit mengalami proses pengolahan, yaitu hanya pemanasan dan pengeringan sehingga warna hijau daun dapat dipertahankan. Teh oolong lebih merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Umumnya teh oolong diproduksi dan dikonsumsi di selatan Cina dan Taiwan . Pada teh oolong, dengan adanya proses fermentasi, terdapat cita rasa dan karakteristik tersendiri. Meskipun demikian, ketiga jenis teh tersebut memiliki khasiat dan potensi kesehatan yang sama. Kandungan bahan aktif Dalam teh Teh mengandung komponen volatile sebanyak 404 macam dalam teh hitam dan sekitar 230 macam dalam teh hijau. Komponen volatile tersebut berperan dalam memberikan cita rasa yang khas pada teh.
Komponen aktif yang terkandung dalam teh, baik yang volatile maupun yang nonvolatile antara lain sebagai berikut.
1. polyphenols (10_25%)
2. methylxanthines
3. asam amino
4. peptida
5. komponen organik lain
6. tannic acids (9_20%)
7. vitamin C (150_250 mg%)
8. vitamin E (25_70 mg%)
9. vitamin K (300_500 IU/g)
10. ß-carotene (13_20%)
11. kalium (1795 mg%)
12. magnesium (192 mg%)
13. mangan (300_600 ug/ml)
14. fluor (0,1_4,2 mg/L)
15. zinc (5,4 mg%)
16. selenium (1,0_1,8 ppm%)
17. copper (0,01 mg%)
18. iron (33 mg%)
19. calcium (7 mg%)
20. caffein (45_50 mg%)
(diolah dari berbagai sumber)
Polyphenols
Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur. Pada tanaman, flavonoids memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor. Subkelas dari polyphenols meliputi flavones , flavonols , flavanones , catechins , antocyanidin , dan isoflavones . Turunan flavonols, quercetin dan turunan catechins, epi-catechin (EC), epigallo-catechin (EGC), epigallo-catechin gallate (EGCg) umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan antioksidan kuat dengan kekuatan 100 kali lebih tinggi daripada vitamin C dan 25 kali vitamin E yang juga merupakan antioksidan potensial.
Berikut ini adalah komposisi poyphenol teh hijau dan teh hitam. Komponen Teh hijau (mg%) Teh hitam (mg%) Catechins 210 63 Flavonoles 14 21 Thearubigins 0 28 Undefined 266 273 Kafein 45 50 Sumber: International Symposium on Health and Tea , 1998 Pada teh hijau, catechins merupakan komponen utama, sedangkan pada teh hitam dan teh oolong, catechins diubah menjadi theaflavin dan thearubigins. Vitamin Kandungan vitamin dalam teh dapat dikatakan kecil karena selama proses pembuatannya teh telah mengalami oksidasi sehingga menghilangkan vitamin C. Demikian pula halnya dengan vitamin E yang banyak hilang selama proses pengolahan, penyimpanan, dan pembuatan minuman teh. Akan tetapi, vitamin K terdapat dalam jumlah yang cukup banyak (300-500 IU/g) sehingga bisa menyumbang kebutuhan tubuh akan zat gizi tersebut. Mineral Ternyata teh cukup banyak mengandung mineral, baik makro maupun mikro yang banyak berperan dalam fungsi pembentukan enzim di dalam tubuh sebagai enzim antioksidan dan lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teh merupakan sumber mineral yang menyehatkan. Manfaat teh terhadap kesehatan Menurunkan risiko penyakit kanker Berbagai hasil studi menunjukan konsumsi teh berperan dalam menurunkan risiko penyakit kanker. Senyawa polyphenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. EGCg yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker. Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat kanker penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau amat sedikit. Suatu studi lainnya di Jepang melaporkan bahwa catechin dapat membunuh Helicobacter pylori , yaitu bakteri pemicu kanker lambung. Suatu studi di Iowa, Amerika Serikat yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology edisi Juli 1996 terhadap lebih dari 35.000 wanita pascamenopause melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan mereka yang mengkonsumsi sekurangnya 2 cangkir teh hitam sehari akan berkurang risikonya terkena kanker kandung kemih sebanyak 40%, dan 68% pada penyakit kanker saluran pencernaan bila dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi teh. Berikut ini adalah teori yang berkembang bahwa teh memiliki kemampuan sebagai pencegah penyakit kanker. 1. Senyawa antioksidan dalam teh mencegah terjadinya kerusakan DNA oleh radikal bebas. 2. Polyphenol mencegah terjadinya pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga mampu memperlambat perkembangan kanker.
3. Polyphenol tertentu mungkin menghancurkan sel-sel kanker dengan tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipida darah, tekanan darah, faktor homestatik, oksidatif stress, dan lain-lain. Beberapa studi menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah. Studi Zutphen di Belanda yang dilakukan terhadap usia lanjut melaporkan bahwa intake flavonoid dari teh (61%), sayuran (10%), dan buah-buahan (13%) secara bermakna berbanding terbalik dengan tingkat kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Hasil serupa juga diperoleh dari studi prospektif selama 25 tahun di 7 negara yang berpartisipasi dengan melibatkan jumlah sampel sebanyak 12.763 orang. Kesimpulannya: Intake flavonoid yang tinggi berkaitan erat dengan rendahnya tingkat kematian akibat penyakit jantung. Demikian pula pada studi dengan menggunakan hewan coba tikus yang diberi catechin teh hijau menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi kolesterol darah dan tekanan darah. Mekanisme pencegahan teh terhadap penyakit kardiovaskular terdapat pada kemampuannya menghambat penyerapan kolesterol dan menghambat penggumpalan sel-sel platelet sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Polyphenol teh (catechin dan theaflavin) juga merupakan antioksidan kuat yang mampu melindungi oksidasi LDL-kolesterol oleh radikal bebas. Teroksidasinya kolesterol tersebut diduga berperan penting dalam proses atherogenesis yaitu proses awal pembentukan plaque pada dinding arteri. Menurunkan berat badan Studi terbaru yang dilakukan terhadap potensi teh adalah peranannya membantu menurunkan berat badan seperti dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, 1999 . Penelitian tersebut dilakukan oleh Institute of Physiology , University of Fribourg , Switzerland , yang melibatkan 10 orang sebagai sampel. Para peneliti melakukan pengukuran 24 jam energi expenditure pada subjek yang diberi kafein (50 mg), ekstrak teh hijau (50 mg kafein dan 90 mg EGCg), serta placebo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak teh hijau secara bermakna meningkatkan 4% energi expenditure bila dibandingkan placebo. Dari penelitian tersebut, teh hijau diketahui mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berimplikasi terhadap penurunan berat badan. Hasil studi ini menjanjikan potensi penggunaan ekstrak teh hijau dalam program penurunan berat badan, di samping melakukan pembatasan konsumsi kalori (diet). Mencegah osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita pascamenopause manakala telah terhentinya produksi hormon estrogen pemicu pertumbuhan tulang. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menyusut dan mudah patah. Studi terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 dengan melibatkan jumlah sampel wanita berusia 65 hingga 76 tahun sebanyak 1.200 orang di Cambridge, Inggris. Kesimpulan yang diambil adalah wanita yang mengkonsumsi teh ternyata memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon esterogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan (osteoporosis). Sumber mineral Teh ternyata menyimpan potensi sebagai sumber mineral tubuh yang penting dalam berbagai proses metabolisme. Kandungan mineral tersebut muncul baik berupa makro maupun trace mineral. Keduanya sangat diperlukan sebagai nutrisi bagi tubuh sehingga kecukupan dalam makanan sehari-hari perlu diperhatikan. Magnesium yang terkandung dalam jumlah yang cukup banyak dalam teh penting dalam peranannya pada reaksi seluler. Selain itu, magnesium terlibat dalam 300 macam enzim dalam metabolisme tubuh, di samping berperan sebagai pengatur elektrolit tubuh, hormon receptor, metabolisme vitamin D, dan pembentukan tulang. Teh berpotensi sebagai sumber magnesium bagi tubuh. Kalium yang merupakan mineral utama dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh turut berperan pula dalam metabolisme energi, transportasi membran, dan mempertahankan permeabilitas sel. Selain itu, kalium berfungsi dalam menyampaikan pesan syaraf otot ( neuromuscular ). Teh memiliki banyak kandungan mineral ini. Fluor telah diketahui banyak terdapat dalam teh dan fungsinya penting dalam mempertahankan dan menguatkan gigi agar terhindar dari karies. Studi laboratorium di Jepang menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi. Natrium juga terkandung di dalam teh sebagai salah satu mineral utama. Seperti halnya kalium, fungsi natrium dalam tubuh berperan erat dalam mengatur keseimbangan elektrolit. Kalsium merupakan mineral penting dalam proses pembentukan tulang. Mineral ini diduga turut berperan dalam memperbaiki tulang para konsumen teh. Dalam teh juga terkandung unsur Fe , namun bioavailability -nya kurang sehingga tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal. Seng penting peranannya dalam proses metabolisme tubuh dan berperan erat dalam pertumbuhan dan perkembangan, sintesis vitamin A, sistem immune tubuh dan pembentukan enzim pemunah radikal bebas. Kandungan seng yang cukup tinggi merupakan salah salah satu keunggulan teh. Mangan merupakan ko-enzim berbagai metallo enzim dan juga sebagai enzim aktivator. Metallo enzim tersebut (MnSOD) berperan penting dalam menghancurkan radikal bebas. Konsentrasinya yang relatif tinggi mampu menyumbang 10% kebutuhan tubuh. Cu semakin penting peranannya dalam berbagai metabolisme tubuh dan salah satu fungsinya sebagai pemusnah radikal bebas. Mengingat peranannya sebagai enzim antioksidan tersebut, kandungan Cu dalam teh berpotensi menurunkan peluang terkena penyakit degenaratif. Trace mineral lain yang terkandung dalam teh adalah selenium yang merupakan salah satu mineral yang berperan dalam pembentukan enzim antioksidan _ glutation peroxidase . Selain itu, selenium juga sangat erat hubungannya dengan metabolisme yodium. Manfaat vitamin Kandungan vitamin pada teh tidak begitu banyak dibandingkan dengan mineral. Proses pengolahan teh menyebabkan sebagian besar vitamin hilang akibat teroksidasi. Kandungan vitamin C pada teh sekitar 100-250 mg, tetapi ini hanya terdapat pada teh hijau yang proses pembuatannya relatif sederhana. Demikian pula halnya dengan kandungan vitamin E yang hilang selama proses pembuatannya. Meskipun demikian, teh masih mengandung vitamin K dengan kadar 300-500 IU setiap gramnya. Vitamin K sangat penting dalam proses pembekuan darah, dan menurut penelitian lain turut pula berperan dalam proses pembentukan tulang. Oleh karena itu, kebutuhan intake vitamin K sebagian dapat terpenuhi dengan minum teh. Penutup Teh merupakan minuman fungsional yang memiliki potensi dan khasiat tinggi terhadap kesehatan tubuh. Agar memperoleh hasil dan manfaat yang maksimal, diperlukan kebiasaan minum teh secara teratur. Untuk itu, biasakanlah untuk minum teh minimal 4_5 gelas setiap hari. Jumlah tersebut cukup untuk memperoleh manfaat dari senyawa yang terkandung dalam teh. (Joko Pambudi)
Penulis: Budi Sutomo Kepuasan dalam melakukan hubungan seksual akan membentuk biopsikologis yang dapat menciptakan relasi intim antara suami dan istri. Tentu hal ini tidak akan terwujud jika salah satu pasangan mengalami ganguan disfungsi seksual. Salah satunya adalah frigiditas, ganguan seksual yang banyak terjadi pada wanita. Lantas, apa sebabnya dan apakah bisa disembuhkan? Bagi wanita yang mengalami frigiditas. Bagi si penderita, aktifitas seks hanya sebatas tugas seorang istri untuk memuaskan suami dan kegiatan prokreasi penghasil keturunan. Padahal di dalam aktifitas seks juga ada dimensi rekreasi/kesenangan dan dimensi relasi agar ikatan perkawinan lebih harmonis.Seperti diungkapkan oleh konsultan seks dan sepesialis rehabilitasi Dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, Mkes-MMR kepada penulis. Wanita memang seringkali menjadi pihak tidak diuntungkan dalam urusan “ranjang”. Faktor budaya kita memposisikan wanita sebagai pendamping suami, harus nurut, pasrah dan menerima, ini berdampak dalam aktifitas seksual. Falsafah yang penting suami puas bisa diterima oleh para wanita dan menjadi sesuatu yang dibenarkan. Padahal kepuasan melakukan hubungan intim adalah hak suami dan istri, wanita juga berhak menuntut jika tidak terpuaskan/orgasme. Namun semua harus dicari permasalahannya, jika istri tidak puas karena mengalami ganguan disfungsi seksual tentu harus dicari penyebab dan jalan keluarnya, ujar Dr Ferryal. Penyebab FrigidBanyak jenis ganguan disfungsi seksual pada wanita, salah satunya adalah frigiditas. Suatu keadaan dimana wanita tidak mampu atau tidak mempunyai kepekaan tubuh terhadap rangsangan erotik seksual. Walapun tetap bisa melakukan hubungan seks,wanita frigid tidak pernah bisa mendapatkan kenikmatan atau orgasme. Tentu sangat menyiksa bagi wanita, selain kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi, perasaan bersalah seringkali menghantui pikirannya. Seperti perasaan ketakutan suami tidak puas karena dirinya kurang bisa merespon dengan baik selama aktifitas seks berlangsung. Penelitian yang pernah dilakukan Dr Ferryal menjadi fakta yang mengejutkan. Dari hasil penelitiannya terungkap, jika hampir 60 % wanita yang sudah menikah ternyata belum pernah mengalami orgasme. Salah satu penyebab adalah karena wanita mengalami ganguan disfungsi seksual seperti frigid. Ada beberapa penyebab timbulnya frigiditas pada wanita, seperti faktor fisik, psikologis atau bisa juga kombinasi keduanya. Faktor fisik misalnya, ganguan kelainan bawaan pada vagina, seperti lubang terlalu sempit atau liang vagina pendek. Kelainan pada otot dan ganguan jaringan saraf, paska operasi panggul, infeksi dalam liang vagina dan tumor pada alat kelamin. Ganguan ini akan menimbulkan rasa sakit saat melakukan hubungan intim. Faktor hormonal juga bisa menjadi pemicu figiditas, wanita usia menopause biasanya produksi hormon estogen menurun sehingga berdampak pada organ intim, seperti vagina kering, gatal dan iritasi. Kondisi ini menyebabkan rasa kurang nyaman bahkan sakit dalam melakukan aktifitas seks. Selain faktor fisik, penyebab utama figid sebagian besar justu disebabkan oleh ganguan psikologis. Seperti, stres pekerjaan sehingga mempengaruhi emosi menjadi labil. Kondisi ekonomi kurang sehingga menggangu pikiran. Keluarga yang tidak harmonis seperti suami berselingkuh sehingga menimbulkan rasa benci mendalam. Kejenuhan dalam bercinta karena metode bercinta monoton atau bahkan bisa diawali dari sekedar bau badan sehigga menurunkan gairah bercinta.Dr Ferryial menambahkan, pengalaman traumatik masa lalu seperti pernah dilecehkan secara seksual, diperkosa, sosok ayah yang galak, atau pernah gagal dalam berumah tangga atau pacaran bisa menjadi faktor pencetus frigiditas. Bagi sebagian wanita, pengalaman masa lalu seperti ini bisa menjadi peritiwa yang sangat membekas dalam memorinya. Jika tidak dilakukan terapi penyembuhan, dampaknya akan memunculkan rasa kebencian dan ketakutan pada pria. Jangankan melakukan hubungan intim, terkadang melihat sosok pria saja sudah sangat menakutkan bagi si penderita. Bisa DisembuhkanSemua wanita tidak ada yang dilahirkan dalam keadaan frigid, semua ada sebab akibat dan tentu ada jalan keluarnya. Dr Ferryal mengaku banyak menangani wanita figid dan bisa disembuhkan. Caranya, si wanita harus sadar dulu kalau frigid adalah ganguan penyakit yang harus disembuhkan. Karena banyak wanita merasa malu atau enggan mengkonsultasikan ganguan frigid yang diderita. Penanganan wanita frigid harus dilihat dulu apa penyebabnya. Jika disebabkan oleh ganguan fisik, tentu harus dicari apa sumber penyakitnya dan diobati hingga sembuh. Untuk mengembalikan sensitifitas organ seks, bisa dilakukan terapi stimulasi klitoris dan terapi stimulasi vagina. Dengan alat stimulasi ini, klitoris dan vagina dirangsang sensitifitasnya sehingga bisa lebih peka dan kembali seperti semula. Untuk stimulasi klitoris bisa dilakukan sendiri dirumah, sedangkan stimulasi vagina sebaiknya dilakukan oleh dokter, imbuh Dr Feryyial. Terapi Berpasangan SolusinyaFrigiditas yang disebabkan oleh ganguan psikologis sebaiknya dilakukan dengan terapi berpasangan, tutur Dr Ferryal. Cari akar permasalahannya, konsultasikan dengan seksolog atau psikiater jika yang menjadi penyebab adalah trauma masa lalu. Suami harus mendampingi istri sehingga memberikan motifasi kuat agar lebih cepat sembuh.Banyak kasus frigiditas disebabkan karena keegoisan suami dalam melakukan hubungan seksual. Seperti suami terburu-buru di saat melakukan hubungan intim. Hasilnya bukan kenikmatan didapat tetapi istri merasa sakit karena vagina belum siap menerima penetrasi penis. Atau bisa jadi akibat suami kurang memperhatikan kebersihan badan sehingga aroma tidak sedap akan membunuh gairah istri. Dr. Ferryal juga banyak menemukan kasus, istri kehilangan gairah karena metode hubungan seksual yang kurang variasi, semenjak kawin hingga saat ini gayanya monoton, sehingga menimbulkan kejenuhan. Dr Ferryal menyarankan terhada para wanita agar jangan malu-malu untuk dirangsang pada titik sensitifnya, seperti bibir, payudara atau klitoris sebagai daerah paling sensitif pada wanita. Melakukan variasi dalam hubungan seks juga bukan hal tabu agar gairah tetap membara dan tercipta hubungan seks berkualitas. Selalu mengkomunikasikan dengan pasangan apa yang dapat membakar gairahnya atau sebaliknya. Tentunya agar masing-maing terpuaskan dan hubungan seks menjadi berkualitas.
Nevy Marzuki. Bagi penderita penyakit jantung, sangat penting mengatur nutrisi yang tepat untuk mengontrol penyakit dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Pola diet yang teratur dan benar akan membantu memperlambat proses penyumbatan pembuluh darah. Tujuan dari diet jantung sehat adalah pengaturan konsumsi makanan yang membantu mendapatkan atau mempertahankan kadar kolesterol dan lipid yang sehat, untuk menurunkan kadar LDL (low density lipoprotein) dan meningkatkan HDL (high density lipoprotein). Selain itu pola makan jantung sehat dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan.Untuk membantu Anda mengatur diet jantung sehat, perhatikan tips berikut ini: Perbanyak makan sayur dan buah-buahan. Jenis makanan ini sangat baik untuk melawan penyakit jantung. Dengan mengonsumsi buah dan sayur segar secara teratur dapat menurunkan risiko kematian akibat stroke dan penyakit jantung koroner, menurunkan tekanan darah, dan mencegah kanker. Buah dan sayur mengandung zat kimia tanaman (phytochemical) yang penting, seperti flavonoids, sterol, dan phenol. Flavonoids, yang terdapat dalam anggur merah, bawang, dan apel dapat mengurangi bahaya kolesterol dan mencegah penggumpalan darah. Buah jenis berry bersifat antioksidan; buah dan sayur yang berwarna gelap juga banyak mengandung serat. · Perbanyak serat karena penting untuk keseimbangan kolesterol. Serat terdapat dalam tumbuhan, terutama pada sayur, buah, padi-padian, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain dapat menurunkan kadar kolesterol karena dapat mengangkut asam empedu, serat juga dapat mengatur kadar gula darah dan menurunkan tekanan darah. Hati-hati dalam mengonsumsi lemak, hitung jumlah gramnya. Gunakan sedikit saja lemak jenuh (mentega, daging berlemak), dan asam lemak-trans (terdapat dalam makanan yang digoreng). Bila perlu menggunakan minyak, pilih jenis lemak tak jenuh (minyak canola, zaitun atau kacang). Tapi perlu diperhatikan bahwa sedikit lemak juga diperlukan oleh tubuh. Selain itu, ada lemak yang baik bagi kesehatan, seperti asam lemak omega-3 (terdapat pada antara lain: minyak canola, minyak zaitun, kedelai, dan ikan laut dalam), omega-6 (jagung, kedelai), dan omega-9 (minyak zaitun). Seimbangkan masukan protein dari sumber hewani dan nabati. Makan ikan sedikitnya seminggu sekali dapat mengurangi risiko kematian akibat ritme jantung abnormal, sampai setengahnya. Yang terbaik adalah ikan laut dalam seperti salmon, halibut, atau tuna. Makan ikan juga bisa menurunkan kadar trigliserida dan lipoprotein. Kadar lemak dalam daging berbeda-beda tergantung dari jenis dan bagiannya. Sebaiknya gunakan ayam tanpa kulit dan daging tanpa lemak, tapi sebisa mungkin hindari daging merah. Perbanyak makan protein nabati seperti tahu dan tempe. Batasi kadar kolesterol makanan. Kolesterol ditemukan hanya dalam jaringan hewan, dan kadar tingginya terdapat pada daging, produk susu, dan kuning telur. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi koleterol tidak lebih dari 300 mg perhari. Pilihlah karbohidrat jenis kompleks. Atur menu agar separuh masukan kalori berasal dari karbohidrat kompleks (nasi, pasta, kentang, roti). Kurangi kadar kolesterol sederhana (gula, manisan, soda). Atur waktu makan dan mengudap. Makan 5-6 kali sehari dalam porsi kecil sangat baik untuk mengontrol gula darah, membakar kalori, dan mengatur kadar kolesterol. Jangan biarkan diri Anda lapar atau melewati waktu makan, karena hanya akan mendorong Anda makan lebih banyak.

APLIKASI "POSITRON EMISSION TOMOGRAPHY" DI BIDANG NEUROSAINS

Prof. Dr. Mahar Mardiono; Fak. Kedokteran Univ. Indonesia. Kemajuan pesat dan penemuan penemuan teknologi mutakhir di bidang rontgenologi (radiologi) telah banyakmendorong perkembangan ilmu-ilmuneurologi (neurosains). Fungsi susunan safar yang sangat kompleks masih belum seluruhnyadiketahui. Diharapkan, bahwa perkembangan di bidang radiologi, khususnya neuroradiologi, akan dapatmeningkatkan pengetahuan tentang otaknormal dan yang terkena penyakit sertamemacu kegiatan penelitian, tidak hanyadi bidang neurologi klinik, akan tetapijuga di bidang ilmu neurologi dasar.Sejak Wilhelm C. Rontgenmenemukan sinar-X, perkembangan dibidang radiologi mengalamikemajuan yangpesat, termasuk neuroradiologi, terutam adalam penemuan teknologibarn yang dapat memperlihatkan struktur, fisiologi clanpatologi serta fungsi otak. Pemeriksan rontgen kepala clan tulang punggung, walaupun hanya memperlihatkan keadaantulang menjadi suatu subspesialitasradiologi dan merupakan permulaanperkembangan neuroradiologi. Introduksiteknologi pembuatan foro rontgen denganmemakai kontras, yakni pneumoensefalografidengan kontras gas atauudara, mielografi dengan kontras iodiumdan arteriografi serebral telah banyakmengungkapkan keadaan patologik dalamsusunan safar pusat, namunmorfologiotak belum dapat diperlihatkan.Ditemukannya teknologi computedtomography (CT) merupakan suaturevolusi dalam bidang neuroirnijing. Kemudian disusul oleh Dynamic CT dan Xenon-CT untuk evaluasi perfusi otak danMRl (magnetic resonance imaging) serta MR angiografi untuk memperlihatkan morfologi otak clan struktur pembuluhdarah.CT clan MRl telah banyakmembantu meningkatkan pengertiantentang patologi yang mendasari berbagaipenyakit atau gangguan susunan safarpusat namun teknologi tersebut hanyadapat memperlihatkan struktur anatomiatau proses anatomi-patologik sesaat. Single Photon EmissionComputed Tomography (SPECT) yangkini sudah dirniliki oleh beberapa rumahsakit di Indonesia, yakni teknologi imijingdengan menyuntikkan radioisotop dapatmemberi informasi renting tentangperfusi otak dan aliran darah regionaldalam berbagai keadaan patologik.Penemuan teknologi irnijingmutakhir, yakni Positron EmissionTomography (PET) sekitar 15-20 tahunyang lalu memungkinkan penelitiantentang fungsi otak clan dapat memberiinformasi tentang proses biokirnia clanmetabolisme. PET adalah suatu teknikimajing yang memungkinkan pengukurandistribusi regional substansi radioaktifdalam irisan-irisan berbagai organ,termasuk otak. Sistem multi-irisantersebut memungkinkan rekonstruksi citratomografi dalam tiga demensi.(l) Dengandemikian dapat diharapkan, bahwa PETakan memegang peranan penting baikdalam penelitian tentang paragenesis clanpatofisiologi maupun dalam penangananpasien