Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

Ingin Langsing, Hindari Diet Rendah Lemak!

http://sehat-ituindah.blogspot.com
SEDANG menurunkan berat badan dengan berdiet? Jika ya, Anda sebaiknya pilih-pilih program diet yang sehat. Misalnya, hindari diet rendah lemak yang tak memberikan hasil maksimal.

Saran itu disampaikan pelatih selebriti ternama James Duigan, di mana salah satu kliennya merupakan model Elle Macpherson.

“Saya melihat banyak orang berusaha menurunkan berat badan, tapi mereka tidak mengerti penyebab tubuh menjadi gemuk. Tentu, penyebabnya bukan lemak, tetapi gula dan karbohidrat,” jelasnya, seperti dikutip iDiva.

James menambahkan, “Anda membutuhkan diet yang sehat dan seimbang, karena diet rendah lemak tidak akan pernah berhasil. Anda harus mencari cara mengatur pola makan yang memperbolehkan Anda senang dan sehat selama hidup.”

James yang baru saja meluncurkan buku kedua berjudul “Clean & Lean: Flat Tummy Fast!” menyarankan beberapa langkah sederhana berikut agar perut tampak rata.

1. Anda jangan terlalu lama memasak makanan agar nutrisinya tidak terbuang. Coba pastikan untuk mengolah makanan di mana 50 persennya masih mentah. Atau jika mungkin, makan langsung semua sayuran mentah.

2. Pilihlah daging organik. Selain lebih bersih dari racun, daging organik mengandung antibiotik.

3. Jangan mengonsumsi makanan yang mampu melemahkan dinding perut Anda, yaitu makanan yang mengandung gluten.

4. Hindari gula dalam bentuk apapun. Gula akan menambah lingkar perut.

5. Pastikan pola makan Anda cukup serat. Kekurangan serat akan membuat peradangan usus. Makan sayur sebanyak-banyaknya dan minum paling tidak 2 liter air bersuhu kamar setiap hari.

6. Jika terasa lapar, lebih baik pilih camilan berupa brownies, dengan begitu justru Anda akan lebih mudah langsing.

“Beri makan jiwa Anda, karena Anda tidak dapat hidup dengan semua penyangkalan (bahwa Anda butuh makan enak). Justru hal ini mampu membantu proses pembakaran lemak, meningkatkan metabolisme, dan membuat Anda makin langsing. Kuncinya, konsumsi satu camilan,” papar James.

“Faktor lainnya untuk gaya hidup sehat adalah mengurangi stres,” tutup James.

sumber:http://lifestyle.okezone.com/

Selasa, 03 Agustus 2010

Diet Berdasarkan Golongan Darah

Diet untuk Golongan Darah A

Ciri khas Golongan darah A:
  • Memiliki sistem pencernaan yang relatif sensitif.
  • Harus menghindari makanan yang terbuat dari produk susu dan daging
  • Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengonsumsi makanan berkadar karbohidrat tinggi, namun rendah lemak.
  • Meminimalisasi stres dengan meditasi, atau olahraga non kompetitif dan cukup istirahat
Menu diet yang dianjurkan:
  • Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Oatmel
  • Snack Siang : Juice Anggur / Kopi
  • Makan Siang : Salad + Roti Gandum satu potong + Teh Herbal
  • Snack Sore : Kue Beras dua potong + Teh Hijau
(Bila perlu boleh makan Malam : Pasta tanpa daging + Brokoli + Yoghurt + Teh Herbal)


Diet untuk Golongan Darah B

Ciri khas golongan darah B:
  • Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi makanan golongan darah, namun membatasi asupan daging.
  • Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman berbahan dasar susu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Olahraga yang cocok dilakukan adalah renang, tenis, jalan kaki dan meditasi.
  • Untuk mengatasi stres, sebaiknya mencari kegiatan rutin berupa hobi dan kreativitas.
Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian. Untuk itu Dr. Peter J.D'Adamo menganjurkan agar pemilik golongan darah AB lebih banyak melakukan diet vegetarian tapi tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu. Terutama saat berolahraga.

Karakteristik pemilik golongan darah B adalah:
  • Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
  • Disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, namun kekerapan makan lebih padat (lebih sering makan dengan porsi kecil). Untuk lebih berenergi biasakan berolahraga di pagi hari.
Menu Diet yang dianjurkan:
  • Sarapan : Air putih dicampur jeruk nipis + Juice Anggur + Roti dua potong + Satu potong keju.
  • Snack siang : Yogurt
  • Makan Siang : Dada Ayam 4 irisan + Salad + 2 buah Plum + Teh Herbal
  • Snack Sore : Cheesecake + Teh Herbal
  • Makan Malam : Omelet + Salad Buah + Kopi

Diet untuk Golongan Darah O

Ciri khas golongan darah O:
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan tipe darah lain.
  • Mudah beradaptasi dengan berbagai makanan pada lingkungan yang ditempati.
  • Untuk mengatasi stres disarankan melakukan senam.
  • Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
  • Bila makanan yang dikonsumsi tidak sesuai, maka Anda berisiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis.
Menu diet yang dianjurkan:
  • Sarapan : 2 potong roti bakar lapis mentega + Satu buah Pisang
  • Snack siang : Teh herbal
  • Makan Siang: Sepotong daging panggang + Salad bayam + Apel
  • Snack Sore : Sepotong kue
  • Makan Malam : Sepotong daging domba dan asparagus yang direbus + Kentang rebus + Buah + Teh herbal

Diet untuk Golongan Darah AB

Sebenarnya, jenis makanan golongan darah A dan B sangat bertolak belakang. Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian. Untuk itu Dr. Peter J.D'Adamo menganjurkan agar pemilik golongan darah AB lebih banyak melakukan diet vegetarian tapi tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu. Terutama saat berolahraga.Golongan darah AB sendiri sebagai golongan darah yang masih cukup jarang dijumpai secara keseluruhan lebih stabil dari golongan darah A dan B karena dapat memiliki sebagian besar keuntungan dan intoleransi dari golongan darah A dan B. Golongan darah ini juga dinilai memiliki sistem daya tahan tubuh paling baik dibandingkan golongan darah lain, namun di sisi lain juga rentan terhadap penyakit-penyakit serius seperti penyakit jantung, saraf, dan kanker.

Pada golongan darah AB juga dianjurkan olahraga yang berkaitan dengan relaksasi dan meditasi. Makanan-makanan yang dianjurkan untuk golongan darah ini antara lain adalah makanan laut, produk susu, beberapa jenis kacang-kacangan dan yang tidak dianjurkan adalah seperti daging merah, kacang merah dan jagung.

Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ini, tubuh sebenarnya memerlukan makanan-makanan organik termasuk bahan nabati organik dengan kelengkapan gizi yang sesuai dengan golongan darah tertentu, dan ini menyangkut semua kebutuhan prebiotik dan probiotik serta enzim-enzim, vitamin, mineral serta asam amino esensial untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.

Sumber: DietSehatAlami.com

Kamis, 19 Februari 2009

Artristis Psoriatik, Kelainan Kulit Berujung Sendi

http://sehat-ituindah.blogspot.com
HIDUP seimbang, jauh dari stres,dan menjaga pola makan adalah kunci mencegah psoriasis agar tidak kambuh.

Mungkinkah Anda hidup tanpa stres? Rasanya mustahil. Kehidupan pasti dipenuhi pasang surut masalah yang dapat memicu stres. Jangankan orang dewasa, anak-anak pun bisa dilanda stres.

Sebut saja Prameswari (13 tahun). Layaknya remaja seusianya, siswi kelas 1 SMP ini juga kerap merasakan stres manakala musim ujian sekolah tiba. Namun, sejak kecil gadis manis ini telah terlatih dalam mengelola emosi agar jangan sampai stres. Ini terkait psoriasis, kelainan kulit yang dideritanya sejak lahir dan bersifat hilang-timbul (residif).

"Stres itu yang paling sering memicu psoriasisku kumat, biasanya pas mau ujian sekolah. Untuk meredamnya biasanya aku bermain atau nonton TV beberapa lama," ungkap gadis yang akrab disapa Ires.

Psoriasis merupakan sejenis kelainan kulit menyebabkan penderitanya mengalami proses pergantian kulit terlalu cepat. Kulit manusia sebagai jaringan hidup normalnya akan berganti dalam rentang 28-30 hari. Namun, pada penderita psoriasis, proses pergantian kulit bisa berlangsung sangat cepat, yaitu sekitar 2-4 hari. Akibatnya kulit jadi menebal seperti bertumpuk atau tampak bersisik.

Ires mengisahkan, dirinya terdiagnosis psoriasis sejak lahir. Awalnya hanya berupa bercak merah di perut. Menginjak usia 7 tahun, Ires telah hidup dengan psoriasis yang tersebar di seluruh area badannya.

"Kalau mau kumat dan lagi basah itu rasanya sakit, sampai kadang harus dikompres antiseptik. Saat mengering kadang terasa gatal," tutur siswi SMP Bhakti Prima, Pamulang.

Beberapa minggu terakhir, Ires mengeluhkan nyeri di bagian belakang lutut. Rasa nyeri itu bahkan menyebabkan bungsu dari empat bersaudara ini kesulitan berjalan hingga terpincang-pincang. "Dugaan sementara aku kena artritis psoriatik," sebut Ires sambil tetap tersenyum tegar.

Menurut ahli reumatologi, dr Cecilia R Padang PhD FACR, sekitar 30 persen dari penderita psoriasis akan terkena artritis psoriatik. "Pasien dengan psoriasis pada kulit, setelah satu tahun berpeluang 1,7 persen terkena artritis psoriatik. Setelah 20 tahun, risikonya bisa meningkat lima kali lipat," jelas Cecilia dalam seminar awam "Stop Psoriasis" di Club House Senayan Jakarta, pekan lalu.

Gejala yang timbul pada artritis psoriatik mirip gejala rematik biasa. Sendi meradang sehingga terasa nyeri, bengkak dan kaku. Keluhan pada sendi ini bisa bersamaan dengan gangguan degeneratif sehingga kadang penderita menduga-duga: ini sekadar pengapuran tulang, keropos tulang, ataukah artritis psoriatik?

Adapun beberapa karakter artritis psoriatik di antaranya nyeri dan berkurangnya pergerakan sendi, terutama pada sendi kecil ujung jari tangan dan kaki (bisa disertai perubahan warna kuku), dan adakalanya mengenai tulang belakang. Kekakuan sendi biasanya terjadi pada pagi hari. Selain itu, psoriasis luas pada kulit kepala juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Jika beragam keluhan tersebut mulai terasa, penderita hendaknya segera memeriksakan diri sebelum sendi-sendinya telanjur keropos. "Peradangan yang terus-menerus bisa menimbulkan erosi tulang, sehingga lama-lama terkikis habis dan menyebabkan kecacatan. Ada pula yang disebut telescopic finger, yaitu jari bisa ditarik sampai panjang karena tulangnya sudah lepas," ujar Cecilia.

Wanita yang meraih gelar doktor dari University of Melbourne, Australia, itu mengungkapkan, artritis psoriatik umumnya timbul pada usia 30-55 tahun, tapi tak mustahil terjadi pada anak-anak. Faktor pemicunya antara lain perlukaan pada kulit, reaksi terhadap obat dan vaksin, stres, alkohol, gizi buruk, paparan sinar ultraviolet berlebih, serta iritasi bahan kimia seperti desinfektan dan tiner cat.

"Sulit untuk mencegah timbulnya artritis psoriatik. Yang bisa kita lakukan adalah menghindari pemicunya. Jika sudah telanjur terjadi, selain pengobatan medis penderita dapat melakukan olahraga minim benturan seperti renang dan jalan santai guna mencegah progresivitas penyakit," saran Ketua Yayasan Peduli Psoriaisis Indonesia, dr Danang SpKK.
Sumber: okezone.com

Sabtu, 31 Januari 2009

Saat Migren dan Nyeri Kronis Menyerang

http://sehat-ituindah.blogspot.com
Migren, merupakan satu bentuk sakit kepala yang agak parah, diderita 1 dari 10 orang. Di antara kasus sakit kepala akibat tegang bisa diderita 1 dari 2 orang. Migren sendiri merupakan penyumbang terbesar sebagai penyebab ketidakhadiran kerja atau pengurangan kinerja di tempat kerja.

Orang menjadi tak lagi mampu berpikir jernih, daya ingat terganggu, hubungan keluarga juga kehidupan sosial bahkan bisa cidera akibat sakit kepala yang terus menerus berlangsung. Keuangan pun bakal terganggu.

Keadaan makin parah, saat kepenatan dan depresi muncul bersama insomnia (gangguan tidur). Sayang, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kondisi ini bisa menyebabkan cacat. Dan tak banyak orang yang tahu bagaimana mengatasinya. Dikira hanya dengan minum obat sakit kepala atau tidur, semuanya bakal beres.

Disamping sakit pada kepala, ada berbagai jenis kondisi rasa sakit parah lain. Satu yang paling biasa adalah rasa sakit kronis pada leher dan punggung. Ada banyak sebab yang bisa disebut, seperti bergesernya piringan sendi dengan saraf impingement sampai radang di sisi sendi.

Kita dapat mengobati masalah ini dengan multi-modality. Selain melakukan perawatan ke terapis, Anda bisa ke ahli akupuntur sebagai pelengkap dari perawatan yang diberikan dokter. Terapi infra merah, panas dalam, akupuntur dan moksibusi juga bisa dilakukan bersama. Selain itu, obat-obatan penghilang rasa sakit yang membantu memperbaiki sel kimiawi tertentu dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.

Tentu, pengobatan merupakan terapi pertama yang harus dipilih. Trigeminal nyeri syaraf, misalnya merupakan bentuk rasa sakit parah yang mempengaruhi wajah dan mulut yang menyebabkan penderita menjadi tidak berdaya dan menghindari makan, menggosok gigi atau bercukur karena aktivitas sehari-hari ini bisa memicu rasa sakit hebat.

Akibatnya, pasien mungkin kehilangan berat badan, kehilangan teman yang menghindari mereka karena nafas yang bau dan malah kehilangan pekerjaan mereka sewaktu mereka kelihatannya tak rapi dari tidak bercukur! Bagian menyedihkan adalah bahwa beberapa pasien telah melakukan berbagai jenis pengobatan seperti ekstraksi gigi, sebelum mengetahui diagnosa yang tepat.

Saya mempunyai pasien yang semua gigi bawahnya dicabut sebelum mengetahui diagnosa yang tepat. Setelah diagnosa dipastikan, perawatan yang harus dilakukan cukup cepat dan kebanyakan merasa bersyukur karena perawatannya berjalan dengan responsif.

Usaha yang berkesinambungan untuk menangani sakit kepala kronis dan rasa sakit neurotik juga dapat mengurangi pasien terkena penyakit lainnya. Misalnya depresi dapat terjadi ketika seseorang terkena migren atau sakit kepala parah.

Kurangnya pengetahuan memilih dokter yang terbaik untuk menangani hal ini dapat menjadi penghalang bagi pasien untuk sembuh. Karena itu, penting bagi seorang pasien untuk mencari pengobatan dengan mengenali gejala-gejala yang dialami terlebih dahulu.

Sumber: kompas.com

Senin, 27 Oktober 2008

Hati-hati Mengisap Puting Payudara Isteri

Hati-hati Mengisap Puting Payudara Isteri

Radang payudara, walaupun tak seberbahaya dibandingkan kanker
payudara, wajib juga mewaspadainya. Apalagi bila suami Anda perokok
atau tak peduli dengan kesehatan mulut.

Meskipun kalah populer dengan kanker payudara, mastitis payudara
juga wajib dikenali untuk upaya pencegahan karena jika sudah akut,
bisa berakibat pengangkatan peyudara. Istilah mastitis payudara
berarti radang pada payudara. Gejalanya bermacam termasuk adanya
benjolan di payudara. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya radang
ini termasuk keberadaan kuman.

Bila diumpamakan, payudara itu bagaikan pohon yang memiliki batang,
dahan, dan ranting. Bayangkan saja betapa rumit jaringan pengikat,
saluran, dan kelenjar penyusunnya. Oleh sebab itu baik pria atau
wanita wajib menjaga bagian tubuh yang satu ini dengan baik untuk
menghindari kemungkinan terjadinya mastitis.

Tak hanya Anda pemilik payudara yang harus menjaga kebersihan,
pasangan Anda pun mesti menjaga kesehatan mulut, jika ia terbiasa
menghisap puting payudara saat berhubungan seks.

Tiga jenis, tiga penyebab
-----------------------------
Ada tiga jenis mastitis yaitu mastitis periductal, mastitis
pueperalis, dan mastitis supurativa. Ketiga jenis mastitis ini
muncul akibat penyebab yang berbeda dan muncul dalam kondisi yang
juga berbeda.

Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang
menopause, penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Keadaan ini
dikenal juga dengan sebutan mamary duct ectasia, yang berarti
pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di
payudara.

Menurut dr. Samuel J. Haryono, SpB K Onk dari RS Kanker Dharmais,
pada wanita usia 45 tahun ke atas atau pada usia memasuki menopause,
beberapa pemicu reaksi peradangan ialah perubahan hormonal dan
aktivitas menyusui di masa lalu. Faktor penyebab penyumbatan yang
utama ialah jaringan yang mati dan air susu itu sendiri.

Tumpukan jaringan mati dan air susu di saluran payudara ini
menyebabkan buntunya saluran dan pada akhirnya malah melebarkan
saluran di belakangnya, yang biasanya terletak di belakang puting
payudara. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut
mastitis periductal.

Jenis kedua ialah mastitis pueperalis atau disebut juga lactational
mastitis, jenis ini banyak diidap wanita hamil atau menyusui.
Menurut dr. Samuel, sekitar 90 persen penyebab utama mastitis jenis
ini ialah akibat kuman yang menginfeksi payudara ibu. Hal ini
dikarenakan air susu merupakan media yang subur bagi pengembang
biakan berbagai jenis kuman.

Jenis kuman yang paling umum ditemui pada mastitis jenis ini ialah
Staphylococcus aureus, yang bisa ditransmisi ke puting ibu melalui
kontak langsung. Ibu yang sedang menyusui, bisa mendapatkan kuman
ini dari kontak dengan mulut bayi, tapi bisa juga dilakukan
penularan sebaliknya, dari ibu ke bayi melalui plasenta.

"Asal kuman pastinya dari kontak langsung antara puting dengan dunia
luar, baik itu dari mulut bayi atau mulut suaminya, apalagi pada
orang dengan kesehatan mulut rendah seperti mulut dari pengisap
rokok," tutur dokter spesialis bedah onkologi ini.

Jenis terakhir ialah mastitis supurativa. Mastitis jenis ini ialah
yang paling sering ditemui. Mirip dengan jenis sebelumnya, mastitis
jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Selain itu bisa juga
disebabkan oleh jamur, kuman TBC, bahkan sifilis.

Infeksi kuman TBC memerlukan penanganan yang ekstra intensif. Bila
penanganan tidak tuntas, bukan mustahil langkah
mastektomi/pengangkatan payudara harus dilakukan. "Kelainan di
kelenjar dan saluran payudara bisa menyebar tak terkendali dan
bahkan bisa berulang kejadiannya bila penanganan tidak tuntas,"
tegas dokter kelahiran Yogyakarta ini.

Beda dengan kanker
------------------------
Pada dasarnya gejala yang timbul akibat mastitis ialah timbulnya
benjolan di payudara. Benjolan/penebalan ini berwarna merah, juga
terasa panas dan nyeri. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa 'nyut-
nyut' di daerah payudara, apalagi bila benjolan ini sebagai bisul
yang pecah, maka penampilannya jadi mengerikan selain nyeri yang
menyertainya.

Rasa nyeri inilah yang merupakan perbedaan mendasar antara mastitis
dan kanker payudara. Pada kanker payudara, pada awalnya pengidap
tidak akan merasa nyeri sama sekali, melainkan hanya timbul
benjolan.

Benjolan yang ada pada mastitis bukan seperti kanker yang bentuknya
keras, melainkan berupa penebalan yang berisi cairan. Radang
biasanya menyerang salah satu payudara saja, tapi tidak menutup
kemungkinan bisa menyebar hingga kedua payudara terinfeksi.

Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan
dari daerah puting, cairan ini berwarna putih kekuningan serupa
nanah. Lain dengan kanker payudara dimana cairan yang keluar dari
puting biasanya merah atau kuning kecoklatan seperti noda darah.
Terkadang perasaan seperti puting tertarik juga dialami pengidap.

"Orang terkadang over estimate terhadap mastitis, padahal ini
merupakan kasus jinak yang bisa diatasi, justru bila tidak dirasa
nyeri itulah yang wajib diwaspadai," ujar dokter yang hobi melukis
ini.

Dilihat dari penyebabnya, mastitis tidak dipengaruhi oleh faktor
keturunan, melainkan lebih kepada faktor hormonal dan infeksi. Lain
dengan kanker payudara yang dipengaruhi faktor hormonal bahkan
faktor keturunan.

Pada mastitis yang disebabkan infeksi kuman, terkadang berkembang
menjadi suatu abses/ kumpulan nanah dalam rongga baru di jaringan
kelenjar payudara. Nanah ini terbentuk dari kumpulan bakteri,
jaringan, dan leukosit baik yang mati ataupun yang hidup. Bahayanya,
nanah ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan rasa
meriang/demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya
tahan tubuh, bahkan hingga menurunnya kesadaran.

Kalau sudah begini, mau tak mau harus dilakukan penanganan dokter
secara seksama. Setelah dilakukan diagnosa, dokter bisa menentukan
langkah penyembuhan yang tepat, baik dengan pemberian antibiotik
saja atau harus dilakukan tindakan operasi.

Bila ditemukan gejala menetesnya cairan dari putting, maka perlu
dilakukan pemeriksaan yang disebut duktografi. Pemeriksaan dilakukan
dengan memasukan bahan kontras, dimana akan dilakukan foto di
saluran payudara, dengan demikian dapat diketahui adanya sumbatan
atau polip pada saluran tersebut. Dalam kasus mastitis periductal,
terkadang dilakukan juga langkah biopsi bila disertai massa tumor,
minimal untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau kanker.

Sedangkan bila ternyata ditemukan benjolan tersebut diduga suatu
abses, apalagi yang mengandung nanah, maka harus dilakukan operasi
berupa insisi dan drainase, yaitu operasi penyayatan dan penyaluran
nanah. Perlu diingat bahwa operasi pengeluaran nanah ini harus
dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu pada saat benjolan tersebut
melunak / matang agar mudah dikeluarkan.

Langkah operasi diawali dengan pembiusan pasien. Biasanya dilakukan
bius lokal saja, tapi bila mastitis disebabkan infeksi kuman, maka
dilakukan bius umum pada pasien. Berikutnya, daerah payudara
dibersihkan dahulu dengan cairan desinfektan khusus. Setelah itu
baru bisa dilakukan penyayatan pada daerah benjolan, pada tahap ini
dokter akan mencoba membersihkan radang tersebut secara mekanik
debridement .

Kemudian dokter akan melakukan drainase yaitu memberikan saluran
khusus yang digunakan untuk mengalirkan nanah yang ada. Bila langkah
ini selesai dilakukan, maka operasi yang memakan waktu sekitar ½ -1
jam akan ditutup dengan melakukan penjahitan luka secara situasional.

"Bila radang masih termasuk tahap awal dan belum timbul nanah, maka
tidak perlu dilakukan tindakan operasi, cukup dengan pemberian
antibiotik saja," simpul dokter yang pernah bermukim di Amsterdam -
Belanda ini.

Pemberian antibiotik dilakukan sesuai dosis. Dosis dan cara
pemberian antibiotik ditentukan berdasarkan berat
ringannya infeksi dan berat badan seseorang. Perlu diingat, ibu yang
sedang menyusui dan dalam masa
pengobatan dianjurkan tidak menyusui bayinya.

Pria bisa terkena
---------------------
Menurut dr. Samuel, mastitis payudara bisa menimpa siapa saja, tidak
hanya kaum perempuan. Infeksi payudara juga bisa terjadi pada pria,
misalnya pada pria yang terkena infeksi kuman karena melakukan
tindik di daerah puting. Selain itu pria dengan pembengkakan
payudara atau yang dikenal dengan sebutan ginekomasti juga rentan
terkena mastitis meskipun kecil sekali kemungkinan berkembang jadi
kanker payudara.

Bayi dan anak-anak juga tak luput dari bahaya. Bayi bisa tertular
radang dari ibunya melalui plasenta. Anak-anak bisa tertular kuman
penyebab radang ini misalnya melalui gigitan serangga di daerah
payudara, seperti contoh salah satu pasien dr. Samuel.

Peringatan juga ditujukan bagi perempuan yang melakukan suntik
silikon atau injeksi kolagen untuk memperindah bentuk
payudara. "Reaksi tubuh terhadap benda asing seperti implant silikon
dan kolagen bisa beragam diantaranya mengakibatkan pengerasan
jaringan payudara akibat reaksi jaringan ikatnya atau peradangan di
payudara bila terinfeksi kuman " jelas dr. Samuel.

Kunci pencegahan yang utama ialah dengan menjaga kesehatan payudara
dan memelihara payudara yang 'cantik dan sehat'. Jadi, mulailah
perhatikan kesehatan payudara Anda, jangan semata-mata hanya
mengutamakan penampilan/ keindahannya saja.