Tampilkan postingan dengan label Cegah kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cegah kanker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2009

Cegah Kanker, Diet Tepat dan Seimbang

http://sehat-ituindah.blogspot.com
KANKER merupakan penyakit yang sulit diketahui penyebabnya. Namun, dipengaruhi beberapa faktor risiko, seperti rokok, diet yang tidak sehat dan obesitas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan faktor obesitas dan kurang aktivitas fisik menyumbang 30% risiko terjadinya kanker. Berdasarkan penelitian, terdapat hubungan antara kanker dengan berat badan berlebih, diet tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

"Jenis penyakit kanker yang timbul akibat faktor risiko ini adalah kanker kerongkongan (oesophagus), ginjal, rahim (endometrium), pankreas, payudara, dan usus besar," tutur Menteri Kesehatan (Menkes) Dr dr Siti Fadilah Supari, SP.JP(K) saat membuka seminar kesehatan bagi anak-anak SD dan SMP di Departemen Kesehatan, Jakarta, pekan lalu.

Ditambahkan Menkes, perlu adanya upaya bersama untuk mencegah faktor risiko kanker dengan mengampanyekan aktivitas fisik dan diet yang seimbang bagi masyarakat, terutama bagi anakanak sebagai penerus bangsa.

Saat ini, 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebihan (overweight), dan sekurang-kurangnya 400 juta di antaranya mengalami obesitas. Pada tahun 2015, diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta di antaranya obesitas.

"Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, prevelansi nasional obesitas umum pada penduduk berusia lebih dari 15 tahun adalah 10,3% (lakilaki 13,9%, perempuan 23,8%). Sementara prevelansi berat badan berlebih anak-anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-17 tahun," ucapnya.

Karena itu, Menkes menyebutkan, perlu terus mengampanyekan untuk menjaga keseimbangan antara energi (kalori) yang didapat dengan energi yang dikeluarkan. Melakukan perubahan kebiasaan sedentary atau hanya duduk-duduk tanpa aktivitas fisik semakin luas seiring perkembangan dan ilmu teknologi. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya angka obesitas dengan mengimbangkan aktivitas fisik yang cukup.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Fransiska R Zakaria, MSc, mengatakan dengan melakukan program diet yang tepat dan seimbang, maka bisa mencegah kanker.

"Makanan yang mengandung bahan karsinogen harus dihindari seperti sate karena melalui proses pembakaran. Jika makanan tersebut masuk ke dalam tubuh kita, maka akan menggerogoti tubuh kita," ucap Fransiska yang juga staf pengajar Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB tersebut.

Dia menuturkan, para ilmuwan sudah membuktikan bahwa berat badan yang berlebih akan meningkatkan risiko kanker. Para ilmuwan sendiri menemukan bukti yang meyakinkan bahwa lemak yang berlebih merupakan penyebab kanker usus, kanker payudara (khusus bagi kaum wanita yang telah menopause), kanker oesophagus (saluran pencernaan antara tenggorokan dan lambung), kanker pankreas, kanker rahim, dan kanker ginjal.

Karena itu, Fransiska menyebutkan, melakukan diet tepat yang sehat dan seimbang merupakan langkah awal terhindar dari kanker. Misalnya dengan menghindari makanan yang mengandung lemak lebih dari 10%.

"Pilihlah makanan yang direbus, berkuah, atau ditim serta kurangi makanan yang terlalu asin atau makanan yang diawetkan dengan garam," pesannya.

Ditambahkan pula, bisa pula menerapkan pola hidup Go Green! yaitu banyak mengonsumsi sayuran atau teh hijau.
Sumber: okezone.com

Jumat, 28 November 2008

Cegah Kanker, Pilih Gaya Hidup sehat

GAYA hidup sehat sangat berpengaruh terhadap tubuh. Pola hidup sehat seperti berolahraga rutin dan banyak mengonsumsi sayur, bisa mencegah kanker.

Kota besar, selain identik dengan kemacetan, juga sarat dengan polusi, pencemaran lingkungan, bahkan radiasi. Banyaknya gangguan terhadap lingkungan tersebut, tentu saja berpengaruh pada tubuh manusia yang berdomisili.
Tidak heran berbagai penyakit dengan mudah dapat menyerang, tidak terkecuali kanker.

Selain polusi, pola hidup orang-orang kota juga cenderung tidak lagi alamiah. Artinya, mereka senang mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, hingga jarang mengonsumsi buah dan sayur.

Ditambah lagi, dengan jarang olahraga, tidak mau jalan kaki hingga mengonsumsi menu asalkan enak dan tidak ketinggalan zaman. Padahal, nilai dan manfaatnya bagi tubuh cenderung terlupakan.

Menurut Konsultan Gizi dan Diet yang juga dokter di Corporate Fitness Consultant, Dr Phaidon L Toruan mengatakan, pola hidup tidak sehat adalah pencetus kanker di tubuh. Kanker di kota besar, Phaidon menyebutkan, dicetus oleh banyak hal, di antaranya, radiasi, sinar matahari, tembakau, alkohol, jamur, dan altatoksin.

"Radiasi bisa merusak selsel normal, sinar matahari yang berlebih bisa membuat kerusakan sel kulit, sedangkan jamur bisa masuk lewat makanan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh," kata Phaidon.

Agar terhindar dari kanker, Phaidon mengatakan, pola hidup harus diubah. Dengan banyak mengonsumsi makanan yang bernuansa alami. "Diet yang sehat juga berpengaruh terhadap minimnya faktor risiko kanker," sebutnya lagi.

Salah satu yang sangat penting dalam menjalankan gaya hidup sehat, menurut Phaidon, adalah memulai mengganti makanan yang tidak sehat. Misalnya mengganti beras putih dengan beras merah, mengganti mi instan dengan spageti, mengganti gula putih dengan gula jawa, dan mengganti minyak dengan makanan yang direbus.

"Kalau biasanya ngemil dengan biskuit, sekarang lebih baik mengganti dengan makanan alamiah, misalnya pisang, jagung, dan singkong. Jangan salah, singkong atau ubi, sangat kaya dengan zat antioksidan dan bagus untuk meningkatkan hormon testosterone pada pria," sebutnya.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, Phaidon menyarankan agar mengurangi gorengan. Itu karena gorengan membuat darah menggumpal pada pembuluh darah.

"Konsumsilah makanan atau sayuran mentah karena sayuran mentah banyak mengandung enzim yang membantu mengurangi efek lemak jahat pada tubuh manusia. Salah satu sayuran yang sangat penting itu adalah brokoli," ujar Phaidon.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Boy Abidin SpOG.D ia mengatakan, penyakit-penyakit seperti kanker serviks maupun kanker leher rahim banyak dipengaruhi gaya hidup yang tidak sehat.

"Sebenarnya kanker serviks disebabkan oleh human pappiloma virus (HPV). Salah satu gaya hidup tidak sehat adalah dengan sering berganti pasangan," kata Boy Abidin.

Selain penularan kanker serviks karena berganti-ganti pasangan, hubungan seks di usia dini juga menjadi faktor utama penularan kanker serviks. Meski seorang perempuan tidak memiliki faktor risiko utama atau tidak berganti-ganti pasangan seks misalnya. Namun, ancaman infeksi HPV masih tetap ada. Itu karena perempuan monogamy pun masih memiliki peluang terinfeksi sekitar 0-37% terkena kanker serviks.

Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang sanggama (vagina).

Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim atau abnormal. Namun sebelumnya, terjadi beberapa perubahan pada sel tersebut hingga bertahun-tahun dan berubah menjadi sel kanker.

"Inti dari semua jenis kanker adalah deteksi dini. Semakin dini diketahui semakin mudah mengatasinya," tuturnya dalam Seminar Deteksi Dini Kanker di Sekretariat Negara (Sekneg) beberapa waktu lalu.