Kamis, 10 Juni 2010

Myelography

DEFINISI
Tes Myelography untuk mengevaluasi tulang belakangyang disebut rongga subarachnoid. Tes Myelography memerlukan penyuntikan cairan kontras khusus. Karena berat cairan kontras lebih berat dari cariran sumsum tulang belakang, maka cairan kontras tersebut akan mengalir di dalam rongga subarachnoid menuju daerah yang bebas pada saat posisi penderita tertelungkup di meja penyinaran yang dimiraingkan ke atas atau ke bawah. Tes Myelographymemungkinkan dokter melihat aliran cairan kontras dan menggambarkan rongga subarachnoid. Dilakukan penyinaran sinar-X untuk mendapat rekamanyang permanent.

Mengapa tes Myelography dilakukan

Myelography dilakukan karena beberapa alas an berikut ini :
  1. Untuk menemukan tumor dan herniasi ruas yang dapat menyumbat aliran cairan sumsum tulang belakang parsial atau total.
  2. Untuk membantu mendeteksi arachnoiditis, trauma pada jaringan sarfaf tulang belakang.
Apa yang harus Anda ketahui sebelum tes Myelography?
  1. Anda perlu berpuasa dan membatasi cairan selama 8 jam sebelum tes Myelography. Jika tes Myelography dijadwalkan siang hari dan kebijaksanaan rumah sakit mengijinkan, maka sebelum tes Myelography Anda boleh minum air putih.
  2. Anda akan diberitahu tentang tes Myelography, termasuk siapa yang akan melakukan tes Myelography, dimana dana berapa lama tes Myelography berlangsung (biasanya satu jam atau lebih). Anda perlu rawat inap semalam di rumah sakit.
  3. Katakan pada dokter jika Anda alergi terhadap yodium, kerang-kerangan (seperti udang atau kerang), atau cairan kontras yang digunakan pada tes-tes lain. Anda akan diberitahu tentang kemungkinan efek samping dari cairan kontras yang disuntikkan pada tes Myelography. Anda akan merasa sedikit nyeri karena posisi Anda selama tes Myelography dan pada saat memasukkan jarum.
  4. Katakan pada dokter jika Anda pernah mengalami kejang. Tepat sebelum tes Myelography, Anda harus melepas semua perhiasanatau benda-benda logam lain yang akan menghalangi sinar-X.
  5. Anda akan mendapat bebrapa obat, seperti enema, obat tidur untuk membuat Anda rileks, dan obat untuk mengurangi pembengkakan selama tes.
  6. Anda perlu menandatangani surat yang menyatakan persetujuan Anda untuk melakukan tes Myelography. Pastikan untuk membacanya dengan hati-hati dan tanyakan jika ada bagian yang tidak Anda mengerti.
Apayang terjadi selama tes Myelography?

  1. Anda akan dibaringkan di atas meja, dengan dagu menempel pada dada dan lutut menekuksamapai ke perut.
  2. Dokter memasukkan jarum pada punggung bawah, di daerah anatara dua ruas. Akan diambil sedikit cairan sumsum tulang belakan untuk pemeriksaan rutin.
  3. Perawat akan membaringkan Anda tertelungkup dan memasang tali pengaman pada punggung atas, di bawah lengan, dan pada pergelangan kaki Anda. Anda perlu meluruskan dagu Anda untuk mencegah aliran cairan kontras melewati daerah yang tidak diperiksa.
  4. Dokter menginjeksikan cairan kontras dan memiringkan meja sehingga cairan kontras mengalir pada daerah sumsum tulang belakang, Anda akan merasa terbakarsesaat pada saat injeksi. Setelah injeksi Anda akan merasa hangat dan merona, nyeri kepala sebentar, atau terasa asin di mulut, Anda bahkan merasa mual dan muntah.
  5. Katakan pada perawat atau dokter jika Anda mengalami nyeri kepala, kesulitan menelan atau pernafasan pendek. Selama tes Myelography Anda bisa beristirahat secara periodic.
  6. Dokter mengobservasi aliran cairan kontras dan melakukan penyinaran sinar-X. Setelah didapatkan hasil penyinaran yang memuaskan, dokter menarik jarum. Kemudia perawata membersihkan tempat tusukan dengan larutan antiseptic dan memasang perban.
Apa yang terjadi setelah tes Myelography?
  1. Biasanya Anda akan beristirahat di rumah sakit selama 6 sampai 24 jam dan mendapat oabt untuk nyeri. Perawat akan memeriksa ANda setiap setengah jam selama 4 jam dan kemudian setiap 4 jam.
  2. Minumlah cairan ekstra. Perawat akan meminta Anda buang air kecil sedikitnya satu kali dalam waktu 8 jam setelah tes Myelography .
  3. Katakan pada perawat jika Anda merasa nyeri pada punggung, nyeri kepala,a tau kaku leher. Jika tidak ada komplikasi, Anda bisa pulang dan kemablai ke diet normal da melakukan aktivitas setelah tes Myelography .
Apakah tes Myelography beresiko?

Pada umumnya, Myelography tidak dilakukan jika tekanan otak pada penderita meningkat, alergi terhadapa cairan kontras atau yodium, atau infkesi pada tempat penusukan jarum.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?

Tes Myelography dapat menunjukkan letak problem di dalam atau di sekitar jaringan saraf tulang belakang, seperti herniasi ruas dan tumor. Jika tes mengkonfirmasi tumor, penderita langsung dibawa ke ruang operasi.

Myelographydapat membatu menentukan letak atau mengkonfirmasi rupture ruas, penyempitan spinal, atau abses, serta kadang-kadang untuk konfirmasi keperluan pemebedahan. Tes Myelography juga dapat mendeteksi syringomyelia (kelainan yang ditandai pengisin cairan pada rongga di dalam jaringan saraf tulang belakang dan pelebaran sumsusm tulang belakang itu sendiri). Arachnoiditis, dan trauma pada jaringan saraf tulang belakang.

Demam Chikungunya

DEFINISI
Chikungunya berasal dari bahasa Shawill berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini terjadi pada lutut pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.


PENYEBAB
Demam Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV). CHIKV termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.


GEJALA
Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Dalam beberapa kasus didapatkan juga penderita yang terinfeksi tanpa menimbulkan gejala sama sekali atau silent virus chikungunya.

Penyakit ini tidak sampai menyebabkan kematian. Nyeri pada persendian tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. Penderita dalam beberapa waktu kemudian bisa menggerakkan tubuhnya seperti sedia kala.

Meskipun dalam beberapa kasus kadang rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. Biasanya kondisi demikian terjadi pada penderita yang sebelumnya mempunyai riwayat sering nyeri tulang dan otot.


DIAGNOSA
Untuk memperoleh diagnosis akurat perlu beberapa uji serologik antara lain uji hambatan aglutinasi (HI), serum netralisasi, dan IgM capture ELISA. Tetapi pemeriksaan serologis ini hanya bermanfaant digunakan untuk kepentingan epidemiologis dan penelitian, tidak bermanfaat untuk kepentingan praktis klinis sehari-hari.


PENGOBATAN
Demam Chikungunya termasuk Self Limiting Disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang diberikan hanyalah terapi simtomatis atau menghilangkan gejala penyakitnya, seperti obat penghilang rasa sakit atau demam seperti golongan parasetamol. Sebaiknya dihindarkan penggunaan obat sejenis asetosal.

Antibiotika tidak diperlukan pada kasus ini. Penggunaan antibiotika dengan pertimbangan mencegah infeksi sekunder tidak bermanfaat.

Untuk memperbaiki keadaan umum penderita dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar atau minum jus buah segar.

Pemberian vitamin peningkat daya tahan tubuh mungkin bermanfaat untuk penanganan penyakit. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa mempercepat penyembuhan penyakit. Minum banyak juga disarankan untuk mengatasi kebutuhan cairan yang meningkat saat terjadi demam.

aedes aegyptiSatu-satunya cara menghindari penyakit ini adalah membasmi nyamuk pembawa virusnya. Nyamuk ini, senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Nyamuk bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Selain itu, nyamuk ini juga menyenangi tempat yang gelap dan pengap.

Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue.

Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.

Malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung. Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.

Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

Pencegahan individu dapat dilakukan dengan cara khusus seperti penggunaan obat oles kulit (insect repellent) yang mengandung DEET atau zat aktif EPA lainnya. Penggunaan baju lengan panjang dan celana panjang juga dianjurkan untuk dalam keadaan daerah tertentu yang sedang terjadi peningkatan kasus.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

DEFINISI
Sindrom pernafasan akut yang parah / Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) disebabkan oleh infeksi virus dan hadir dengan gejala-gejala seperti flu (demam, sakit kepala, menggigil, dan sakit otot) dan kesulitan bernafas, yang kadangkala menjadi parah. Infeksi tersebut bisa jadi fatal.

Sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) pertama kali dideteksi di Guangdong propinsi Cina pada akhir 2002. Menjangkiti seluruh dunia, menghasilkan hampir 8.500 kasus di 29 negara, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, menjelang pertengahan 2003. Perjangkitan tersebut menyebar ke beberapa negara disebabkan perjalanan internasional. Setelah perjangkitan pertama kali, beberapa kasus terjadi di Asia (terutama Cina) pada akhir 2006 dan awal 2004. Pertengahan 2006, tidak terdapat kasus yang dilaporkan dunia sejak 2004. Secara keseluruhan, sekitar 10% orang penderita SARS meninggal, meskipun resiko kematian bervariasi sesuai usia orang dan akses ke perawatan medis tingkat lanjut. Orang yang berusia di atas 60 tahun lebih mungkin untuk meninggal. Tidak ada kematian yang terjadi di Amerika Serikat.


PENYEBAB
SARS tampaknya disebabkan oleh jenis baru dari coronavirus. Coronavirus lainnya menyebabkan flu biasa atau menulari berbagai binatang. SARS menyebar dari hubungan tatap muka, kemungkinan dengan menghirup tetesan bersin atau batuk orang yang tertular. Hal tersebut bisa juga menyebar dengan terkena ludah orang yang tertular dan kemudian memegang hidung, mulut, atau mata. Kebanyakan yang tertular adalah orang yang berhubungan dekat dengan orang yang tertular: perawat kesehatan, anggota keluarga, atau orang yang berada di sekitar penderita ketika duduk di pesawat atau tempat tidur di rumah sakit. Meskipun begitu, beberapa orang yang menderita SARS bisa belum pernah berhubungan dekat dengan orang yang tertular, dan banyak orang yang berhubungan dekat dengan orang yang tertular tidak terkena. Virus juga terdapat di tinja, dan beberapa orang tampak telah tertular setelah terkena langsung dengan persediaan air yang tercemari oleh kotoran.


GEJALA
Gejala-gejala dimulai sekitar 2 sampai 10 hari setelah terkena virus. Gejala awal menyerupai lebih dari infeksi umum dan termasuk demam, sakit kepala, menggigil, dan sakit otot. Hidung basah dan luka kerongkongan tidak biasa. Sekitar 3 sampai 7 hari kemudian, batuk kering dan kesulitan bernafas bisa muncul. Kebanyakan orang sembuh dalam 1 sampai 2 minggu. Meskipun begitu, sekitar 10 sampai 20% muncul kesulitan bernafas akut, mengakibatkan tidak tercukupinya oksigen di dalam darah. Sekitar setengah dari orang ini membutuhkan bantuan pernafasan. Meskipun begitu, beberapa orang di Amerika Serikat mempunyai gejala akut ini.

Sekitar 10% orang yang tertular meninggal. Kematian disebabkan kesulitan bernafas.


DIAGNOSA
SARS dicurigai hanya jika orang yang sudah terpapar dengan orang yang tertular mengalami demam disertai batuk atau kesulitan bernafas. Orang bisa terkena jika dalam 10 hari ke belakang, mereka melakukan perjalanan ke daerah dimana SARS akhir-akhir ini dilaporkan atau telah berhubungan tatap muka dengan orang yang menderita SARS.

Jika seorang dokter mencurigai SARS, sinar X pada dada biasanya dilakukan. Dokter mengambil ludah dari hidung dan tenggorokan orang tersebut untuk berusaha mengenali virus tersebut. Contoh dahak bisa jadi diteliti. Darah dites untuk infeksi SARS ketika infeksi pertama kali dikenali dan dilakukan lagi setelah 3 minggu kemudian. Jika orang tersebut mengalami kesulitan bernafas, tes darah lainnya kemungkinan diperlukan. Karena SARS adalah penyakit menular yang baru dikenali, departemen kesehatan diberitahu kemungkinan adanya kasus.


PENGOBATAN
Dokter berusaha mengobati SARS dengan obat-obatan anti virus, seperti oseltamivir dan ribavirin, dan kortikosteroid. Meskipun begitu, tidak terdapat bukti obat ini atau obat-obatan lainnya efektif. Virus tersebut hilang dengan cepat. Orang dengan gejala ringan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Orang yang menderita kesulitan bernafas sederhana mungkin perlu diberikan oksigen melalui pipa nafas plastic melalui hidung atau masker wajah. Mereka yang menderita kesulitan bernafas akut bisa memerlukan ventilasi mekanik untuk membantu pernafasan. Pemeriksaan difokuskan pada membuat sebuah tes untuk diagnosa cepat, pengobatan efektif, dan vaksin pencegahan.


PENCEGAHAN
Himbauan perjalanan dari pusat pengawasan dan pencegahan penyakit (CDC= Centers for Disease Control and Prevention) harus diperhatikan. Menggunakan sebuah masker tidak dianjurkan kecuali untuk orang yang berhubungan langsung dengan seseorang yang menderita SARS. Orang yang terpapar seseorang yang menderita SARS (seperti anggota keluarga, staff penerbangan, atau perawat kesehatan) harus waspada pada gejala infeksi. Jika tidak terdapat gejala, mereka bisa melakukan pekerjaan, sekolah, dan kegiatan lainnya seperti biasa. Jika muncul demam, sakit kepala, otot sakit, batuk, atau kesulitan bernafas, mereka harus menghindari hubungan tatap muka dengan orang lain dan mengunjungi seorang dokter.

Jika dokter menduga seseorang menderita SARS, orang tersebut diisolasi di sebuah ruangan dengan sistem ventilasi yang membatasi penyebaran mikroorganisme di udara. Jika setelah 72 jam isolasi, gejala tidak meningkat menunjukkan SARS, orang tersebut biasanya bebas melanjutkan aktifitas biasa. Ketika pekerja pemerhati kesehatan memperhatikan seseorang yang menderita SARS, mereka menggunakan masker, kacamata, jubah, dan sarung tangan.

Minggu, 06 Juni 2010

Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)

DEFINISI
Seorang bayi baru lahir (apakah prematur, matur atau post-matur) yang lebih besar dibandingkan dengan umur kehamilannya dikatakan sebagai Besar Untuk Masa Kehamlan (BMK, LGA, Large for Gestational Age).


PENYEBAB
Penyebab utama dari bayi yang sangat besar adalah diabetes yang diderita oleh ibunya selama kehamilan. Gula di dalam darah ibu melewati plasenta; sebagai respon terhadap tingginya kadar gula, maka pankreas janin menghasilkan sejumlah besar insulin. Hal ini menyebabkan janin tumbuh sangat besar. Semakin jelek pengontrolan tehadap diabetes ibu, semakin besar bayi yang akan dilahirkan nanti.


GEJALA
Ukuran bayi yang sangat besar bisa menyebabkan kesulitan dalam persalinan melalui vagina, sehingga kemungkinan terjadinya cedera semakin besar. Karena itu, bayi BMK biasanya harus dilahirkan melalui operasi sesar.

Pada saat lahir, ketika tali pusar dipotong, gula dari ibu tiba-tiba berhenti mengalir ke janin, tetapi kadar insulin janin tetap tinggi. Kadar gula darah janin akan segera turun sehingga terjadi hipoglikemia dalam waktu 1-2 jam setelah bayi dilahirkan. Mungkin tidak akan tampak gejala-gejala dari hipoglikemia atau mungkin bayi akan tampak gelisah, kesadarannya menurun atau mengantuk, tidak mau menyusu dan bahkan ada yang sampai kejang.

Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes memiliki jumlah sel darah merah yang tinggi. Karena itu mereka cenderung memiliki kadar bilirubin yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya jaundice. Keadaan ini bisa diatasi dengan fototerapi atau kadang dilakukan transfusi ganti. Bayi dari ibu yang menderita diabetes cenderung memiliki paru-paru yang belum matang dan menderita sindroma gawat pernafasan, meskipun tidak lahir prematur.

Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age)

DEFINISI
Jika seorang bayi baru lahir (apakah prematur, cukup umur ataupun post-matur) lebih kecil dibandingkan dengan umur kehamilannya, maka dikatakan sebagai Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age).


PENYEBAB
Seorang bayi baru lahir bisa kecil karena faktor keturunan (orang tuanya juga kecil atau penyakit keturunan) atau karena fungsi plasenta telah menurun (sehingga memberikan lebih sedikit oksigen dan zat gizi kepada bayi). Penurunan fungsi plasenta bisa terjadi jika selama kehamilan, ibu menderita tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau diabetes kronis.

KMK juga cenderung terjadi pada bayi yang lahir dari ibu yang kecanduan narkotik atau kokain serta perokok berat. Kadang KMK terjadi jika ibu atau janin menderita infeksi sitomegalovirus, campak Jerman atau toksoplasmosis.


GEJALA
Berbeda dengan bayi prematur, bayi KMK yang cukup umur telah memiliki organ dalam yang sempurna. Jika selama di dalam rahim pertumbuhannya menjadi lambat akibat asupan gizi yang kurang, maka segera setelah dilahirkan, ketika mulai diberikan zat gizi yang adekuat, pertumbuhannya akan menjadi pesat.

Janin yang tumbuh secara lambat karena fungsi plasenta yang buruk bisa mengalami kekurangan oksigen selama persalinan. Setiap kontraksi, arteri ibu yang menuju ke plasenta pada saat melewati rahim akan mengalami tekanan sehingga aliran darah ke plasenta berkurang. Jika sebelum persalinan fungsi plasenta berada di garis perbatasan, maka berkurangnya aliran darah selama persalinan bisa membahayakan penghantaran oksigen dan menyebabkan terjadinya cedera pada janin.

Bayi yang selama proses persalinan mengalami kekurangan oksigen akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) ke dalam cairan ketuban. Jika bayi menghirup cairan ketuban yang mengandung mekonium, maka paru-parunya akan terkena. Mekonium bisa menyumbat beberapa bronki sehinga sebagian paru-paru menjadi kolaps. Mekonium yang terhirup ke dalam paru-paru juga bisa menyebakban peradangan atau pneumonitis. Kedua keadaan di atas bisa menyebakan kelainan fungsi paru-paru.

Komplikasi dari KMK adalah hipoglikemia pada beberapa jam dan beberapa hari setelah dilahirkan, karena cadangan gulanya berkurang.

Rabu, 02 Juni 2010

Pusing (Pening)

DEFINISI
  • Pusing/pening bisa dihasilkan dari gangguan yang mempengaruhi bagian tubuh manapun yang mempengaruhi keseimbangan (seperti telinga bagian dalam dan mata) atau dari obat-obatan tertentu.
  • Deskripsi tentang masalah oleh penderita dan hasil pada pemeriksaan fisik bisa menduga penyebab, dimana bisa memerlukan tes tambahan.
  • Pengobatan tergantung pada penyebabnya dan bisa termasuk pengobatan untuk menghilangkan gejala-gejala yang menyertainya.
Pening/pusing tercatat sekitar 5 sampai 6% dari kunjungan ke dokter. Hal itu bisa terjadi pada usia berapapun tetapi menjadi lebih sering sebagaimana bertambahnya usia orang. Hal itu mempengaruhi sekitar 40% orang yang lebih tua dari 40 tahun kadang-kadang. Pada usia berapa pun, pening bisa menyebabkan masalah, terutama sekali ketika melakukan penghitungan atau tugas yang berbahaya, seperti berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Orang yang mengalami pening yang berlangsung lama atau berhubungan dengan kegiatan sehari-hari harus mengunjungi dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pening sebagai:
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Vertigo.
  • Campuran jenis di atas.
  • Bukan jenis di atas.
Tahukah Anda
  • Sekitar 95% waktu, pening, bahkan jika tidak berdaya, tidak dihasilkan dari gangguan yang serius.
  • Pada orang yang lebih tua, pening seringkali terjadi tetapi tidak mempunyai penyebab tunggal dan nyata.
Pening kemungkinan sementara atau kronis. Pening dipertimbangkan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Pening kronis lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Pening kronis seringkali sulit untuk dikelompokkan karena seringkali melibatkan lebih dari satu sebab dan karena hal ini terlihat berbeda pada waktu yang berbeda-misal, seperti seperti sakit kepala ringan suatu waktu dan seperti vertigo kemudian.


PENYEBAB
Meskipun pening kemungkinan mengganggu dan bahkan membuat tidak mampu, hanya sekitar 5% kasus dihasilkan dari gangguan serius. Pening memiliki banyak penyebab karena banyak bagian tubuh bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan. Mereka termasuk telinga bagian dalam, mata (yang menyediakan isyarat penglihatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan), otot dan persendian, otak (terutama batang otak dan cerebelum), dan syaraf yang menghubungkan semua bagian.

Setiap jenis pada pening cenderung mengalami penyebab khas. Misal, pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada tekanan darah atau dari gangguan lain yang diakibatkan suplai darah menuju otak yang tidak tercukupi. Pada gangguan ini, jantung kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak kemungkinan tersumbat atau menyempit.

Kehilangan keseimbangan bisa diakibatkan dari gangguan penglihatan karena tubuh bergantung kepada isyarat penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Kehilangan keseimbangan bisa juga diakibatkan gangguan musculoskeletal, yang menyebabkan kelemahan otot dan dengan demikian berhubungan dengan sulvant dan sedative) dan gangguan pada bagian dalam telinga. Penyebab lain termasuk penggunaan obat-obatan tertentu (seperti antikonvulsan dan sedative) dan gangguan dalam telinga.


GEJALA
Penggolongan Pusing/Pening
Jenis
Uraian
Beberapa Penyebab yang Mungkin
Pingsan Orang tersebut merasa gelap ketika berdiri. Tekanan darah jatuh ketika berdiri (orthostatic hypotension) Dehidrasi
Kehilangan darah parah
Penyumbatan aliran dari jantung (aortic valve stenosis)
Ritme jantung tidak normal
Kelebihan pengobatan (khususnya dengan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah).
Gangguan sistem saraf (diabetic auronomic neuropathy, multisystem atrophy)
Hilangnya keseimbangan Orang tersebut merasa goyah dan hampir jatuh bahkan ketika kekuatan otot adalah normal. Gangguan telinga dalam (vertigo).
Gangguan cerebellar (ataksia yang berhubungan dengan stroke, alcoholism kronis).
Gangguan basal ganglia (penyakit Parkinson, demensia tubuh Lewy, kelumpuhan supranuclear progressive).
Hilangnya perasa posisi pada kaki.
Penyakit neuropati atau tali tulang belakang.
Gangguan penglihatan (disebabkan oleh kacamata baru, penglihatan ganda, operasi katarak).
Pengobatan berlebihan dengan obat penenang, anticonsulvant, atau obat-obatan lain.
Keracunan alkohol.
Vertigo Orang tersebut atau orang di sekitarnya tampak bergerak atau berputar. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Vestibular neuritis.
Penyakit Meniere.
Infeksi bagian Tengah Telinga.
Migren.
Mabuk perjalanan.
Suplai darah yang berkurang menuju batang otak dan cerebellum (vertebrobasilar insufficiency), seperti terjadi selama stroke atau serangan ischemic transient (TIA transient ischemic attack).
Racun obat-obatan menuju telinga bagian dalam (antibiotik aminoglycoside, aspirin, cisplatin (obat kemoterapi), furosemide (diuretik), dan kuinin).
Vaguely “lightheaded” Pusing, lepas dari dunia atau dengan kata lain terperangkap dalam serangan panik. Bernafas dalam dan cepat yang tidak normal (hyperventilation dengan serangan panik
Gangguan kegelisahan.
Depresi dengan perasaan disassociation dari dunia.


DIAGNOSA
Sebelum pening bisa diobati, dokter harus memastikan penyebab dan asalnya. Dokter menanyakan orang tersebut untuk menjelaskan secara rinci sensasi yang dirasakan: apakah perasaan selama peristiwa tersebut adalah pusing, sakit kepala ringan, kehilangan keseimbangan, berputar atau bergerak sendiri atau sekitarnya (vertigo), atau rasa lainnya. Orang tersebut ditanyakan ketika pening mulai, berapa lama telah berlangsung, apa yang memicu atau menghilangkannya, dan apa gejala-gejala lain-sakit kepala, tuli, suara gaduh pada telinga (tinnitus), penglihatan terganggu, kelemahan, atau kesulitan berjalan-telah ada. Beberapa rincian membantu menunjuk dengan tepat secara alami pada pening dan bisa memberi perkiraan penyebab.

Salah satu tujuan seorang dokter ketika melakukan pemeriksaan fisik adalah untuk mereproduksi (menimbulkan) gejala-gejala tersebut. Penurunan tekanan darah pada saat berdiri (hipotensi orthostatic) adalah salah satu penyebab paling umum pada pusing/pening. Oleh karena itu, dokter berusaha untuk menimbulkan penurunan tekanan darah dengan mengubah posisi orang tersebut dan melihat apakah gejala-gejala tersebut terjadi ketika tekanan darah diubah. Dokter mengukur tekanan darah dan denyut ketika orang tersebut telah berbaring selama 5 sampai 10 menit, kemudian setelah duduk, dan lagi setelah berdiri. Meja pembaringan memudahkan dokter tersebut untuk melakukan tes lebih teliti. Perubahan pada tekanan darah kemungkinan disebabkan oleh dehidrasi, sehingga dokter melihat tanda dehidrasi dan meminta tes laboratorium.

Orang tersebut kemungkinan diminta untuk melakukan gerakan valsalva (mengeluarkan nafas dengan kuat bersamaan mulut tertutup seperti jika bersusah payah ketika buang air besar). Beberapa gerakan memperlambat denyut jantung sementara waktu, yang bisa menghasilkan pening. Electrocardiography (ECG), Holter monitoring untuk kelainan irama jantung, echocardiography, dan olahraga uji stress bisa juga dilakukan untuk meneliti fungsi jantung.

Beberapa tes bisa dipergunakan untuk menilai keseimbangan dan gaya berjalan, seperti tes Romberg. Tes keseimbangan lain, orang yang menapaki garis lurus dengan satu kaki di belkang yang lain.

Tes penglihatan dilakukan, dan mata kemungkinan diperiksa untuk gerakan yang tidak normal (seperti nystagmus). Jika dokter menduga vertigo, mereka melakukan tes khusus untuk menimbulkan gejala-gejala. Sebagai tambahan, tes pendengaran bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan telinga dalam yang mempengaruhi baik keseimbangan dan pendengaran.

Prosedur diagnosa tambahan bisa termasuk computed tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada kepala. Prosedur ini biasanya sangat berguna jika dokter menduga bahwa suplai darah menuju otak tidak mencukupi dan menyebabkan gejala-gejala seperti stroke. Sebagai tambahan, CT angiography, magnetic resonance angiographyv (MRA), atau cerebral angiography (juga disebut kateter angiography karena sebuah kateter dimasukkan ke dalam arteri) bisa menunjukkan apakah arteri menuju otak menyempit atau tersumbat. CT angiography dan MRA tidak menyakitkan dan biasanya lebih dianjurkan daripada cerebral angiography.

Diagnosa lainnya dijalankan jika tidak muncul atau tidak nyata penyebab pening ditemukan, dokter tersebut bisa menanyakan kira-kira kemungkinan penyebab psikologi. Beberapa tes bisa membantu dokter mengidentifikasi depresi, gangguan somatization, dan masalah psikologi lain yang bisa mempengaruhi orang tersebut untuk pusing atau merasa tidak menyatu dengan dunia. Jika tidak ada penyebab yang teridentifikasi, dokter meneliti ulang orang tersebut secara bertahap.


PENGOBATAN
Pengobatan khusus bergantung pada penyebab yang dikenali. Mendapatkan cairan yang cukup sering memperbaiki tekanan darah rendah arthostatic yang diakibatkan dari dehidrasi. Obat-obatan (seperti mineralocorticoid dan midodrine) kemungkinan diperlukan untuk orang dengan hipotensi arthostatic yang disebabkan disfungsi pada sistem syaraf autonomi. Jika penyebab pening adalah sebuah obat, obat tersebut dihentikan atau dosisnya dikurangi. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat diringankan dengan gerakan memutar kepala (gerakan epley) dilakukan di ruangan dokter. Jika dokter menduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, kemudian faktor resiko diobati, beberapa obat-obatan antiplatelet diberikan dan kemungkinan dengan membypass atau menempatkan stent pada arteri yang tersumbat.

Tanpa memperhatikan apakah sebuah penyebab dikenali, obat-obatan kemungkinan diberikan untuk mengurangi gejala-gejala yang menyertai (seperti mual) atau untuk mencegah tekanan darah turun.

Pengaruh Usia
Sesuai usia orang, beberapa bagian tubuh yang berhubungan dengan fungsi keseimbangan kurang baik. Misal, melihat dalam cahaya yang samar menjadi lebih sulit, dan struktur pada telinga bagian dalam memburuk. Mekanisme yang mengendalikan tekanan darah menjadi kurang responsive terhadap perubahan pada kebutuhan tubuh untuk darah. Akibatnya, tekanan darah bisa turun ketika seseorang berdiri (menyebabkan hipotensi orthotastic) atau setelah makanan dimakan (menyebabkan hipotensi postprandial), dan orang tersebut merasa pusing. Biasanya, pusing tidak diakibatkan dari perubahan usia yang berhubungan sendiri. Hal ini lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang menyebabkan pusing.

Gangguan yang menyebabkan pusing (seperti gangguan jantung dan stroke) lebih sering terjadi pada orang tua. Sehingga nyeri radang sendi yang mempengaruhi punggung bawah, paha, dan lutut dan membatasi berjalan. Orang tua bisa merasa atau takut ditinggalkan hanya ketika mereka juga kehilangan kebebasan mereka. Depresi bisa menyebabkan apatis dan merasa terbuang dari dunia. Juga, orang yang depresi seringkali kehilangan minat pada banyak kegiatan. Ketidakaktifan dari berbagai penyebab bisa mempercepat tulang keropos dan kelemahan otot yang tidak dipakai lagi. Orang bisa merasa lemah, goyah, pusing, dan cemas ketika berusaha untuk berjalan, takut jatuh dan patah paha.

Orang yang lebih tua lebih mungkin menggunakan obat-obatan yang bisa menyebabkan pening. Obat-obatan ini termasukyang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, rasa sakit dada (angina), gagal jantung, serangan, atau gelisah, seperti antibiotik tertentu, antihistamin, dan obat tidur. Beberapa antihistamin (seperti meclizine) digunakan untuk mengobati vertigo. Mereka lebih mungkin mengalami efek samping pada orang tua. Dengan demikian, orang tua harus menghindari menggunakan obat-obatan ini sebisa mungkin. Hal yang sama bisa dikatakan untuk antihistamin dan obat tidur OTC.

Dua gangguan pada telinga bagian dalam adalah penyebab pening pada orang tua: benign paroxysmal positional vertigo dan penyakit Meniere.

Pada orang tua, pening kronis meningkatkan resiko terjatuh dan patah dan mengurangi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pening kronis seringkali memiliki banyak penyebab dan dengan demikian sulit untuk diobati. Ketika penelitian tidak menduga penyebab tunggal, dokter berusaha untuk memperbaiki banyak faktor yang bisa menyebabkan pening sebisa mungkin.

Jika pening berlangsung lama meskipun diobati, orang bisa mempelajari strategi untuk membantu mereka lebih berfungsi, seperti berikut di bawah ini:
  • Menghindari gerakan yang memicu pening untuk mereka, seperti melihat ke atas atau membungkuk ke bawah.
  • Menyimpan benda pada tingkat yang mudah diraih.
  • Berdiri pelan-pelan setelah duduk atau berbaring.
  • Mengepalkan tangan mereka dan melenturkan kaki mereka sebelum berdiri.
  • Mempelajari olahraga yang dikombinasi dengan mata, kepala, gerakan tubuh untuk membantu mencegah pening.
  • Terapi fisik dan olahraga untuk menguatkan otot dan memelihara gaya berjalan bebas selama mungkin.

Subarachnoid Hemorrhage

DEFINISI
Subarachnoid hemorrhage adalah pendarahan ke dalam ruang (ruang subarachnoid) diantara lapisan dalam (pia mater) dan lapisan tengah (arachnoid mater) para jaringan yang melindungan otak (meninges).
  • Penyebab yang paling umum adalah pecahnya tonjolan pada pembuluh (aneurysm).
  • Biasanya, pecah pada pembuluh menyebabkan tiba-tiba, sakit kepala berat, seringkali diikuti kehilangan singkat pada kesadaran.
  • Computed tomography, kadangkala spinal tap belakang, dan angiography dilakukan untuk memastikan diagnosa.
  • Obat-obatan digunakan untuk menghilangkan sakit kepala dan untuk mengendalikan tekanan darah, dan operasi dilakukan untuk menghentikan pendarahan.
Subarachnoid hemorrhage adalah gangguan yang mengancam nyawa yang bisa cepat menghasilkan cacat permanen yang serius. Hal ini adalah satu-satunya jenis stroke yang lebih umum diantara wanita.


PENYEBAB
Subarachnoid hemorrhage biasanya dihasilkan dari luka kepala. Meskipun begitu, pendarahan mengakibatkan luka kepala yang menyebabkan gejala yang berbeda dan tidak dipertimbangankan sebagai stroke.

Subarachnoid hemorrhage dipertimbangkan sebagai sebuah stroke hanya ketika hal itu terjadi secara spontan-yaitu, ketika pendarahan tidak diakibatkan dari kekuatan luar, seperti kecelakaan atau jatuh. Pendarahan spontan biasanya diakibatkan dari pecahnya secara tiba-tiba aneurysm di dalam arteri cerebral. Aneurysms menonjol pada daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurysms biasanya terjadi dimana cabang nadi. Aneurysms kemungkinan hadir ketika lahir (congenital), atau mereka berkembang kemudian, setelah tahunan tekanan darah tinggi melemahkan dinding arteri. Kebanyakan subarachnoid hemorrhage diakibatkan dari aneurysm sejak lahir.

Agak sering terjadi, subarachnoid hemorrhage diakibatkan dari pecahnya jaringan tidak normal antara arteri dengan pembuluh (arteriovenous malformation) di otak atau sekitarnya. Arteriovenous malformation kemungkinan ada sejak lahir, tetapi hal ini biasanya diidentifikasikan hanya jika gejala terjadi. Jarang, penggumpalan darah terbentuk pada klep jantung yang terinfeksi, mengadakan perjalanan (menjadi embolus) menuju arteri yang mensuplai otak, dan menyebabkan arteri menjadi meradang. Arteri tersebut bisa kemudian melemah dan pecah.


GEJALA
Anda perlu tahu
Hampir setengah orang yang menderita subarachnoid hemorrhage meninggal sebelum mereka sampai di rumah sakit.
Sebelum pecah aneurysm biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala sampai menekan saraf atau bocornya darah dalam jumlah sedikit, biasanya sebelum pecahnya besar (yang menyebabkan sakit kepala). Kemudian menghasilkan tanda bahaya, seperti berikut di bawah ini:
  • Sakit kapala, yang bisa tiba-tiba tidak seperti biasanya dan berat (kadangkala disebut sakit kepala thunderclap).
  • Nyeri muka atau mata.
  • Penglihatan ganda.
  • Kehilangan penglihatan sekelilingnya.
Tanda bahaya bisa terjadi hitungan menit sampai mingguan sebelum pecah. Orang harus melaporkan segala sakit kepala yang tidak biasa kepada dokter dengan segera.

Pecahnya bisa terjadi karena hal yang tiba-tiba, sakit kepala hebat yang memuncak dalam hitungan detik. Hal ini seringkali diikuti dengan kehilangan kesadaran yang singkat. Hampir separuh orang yang terkena meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Beberapa orang tetap dalam koma atau tidak sadar. Yang lainnya tersadar, merasa pusing dan mengantuk. Mereka bisa merasa gelisah. Dalam hitungan jam atau bahkan menit, orang bisa kembali menjadi mengantuk dan bingung. Mereka bisa menjadi tidak bereaksi dan sulit untuk bangun. Dalam waktu 24 jam, darah dan cairan cerebrospinal di sekitar otak melukai lapisan pada jaringan yang melindungi otak (meninges), menyebabkan leher kaku sama seperti sakit kepala berkelanjutan, sering muntah, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Frekwensi naik turun pada detak jantung dan bernafas seringkali terjadi, kadangkala disertai kejang.

Sekitar 25% orang mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan kerusakan pada bagian spesifik pada otak, seperti berikut di bawah ini:
  • Kelelahan atau lumpuh pada salah satu bagian tubuh (paling sering terjadi).
  • Kehilangan perasa pada salah satu bagian tubuh.
  • Kesulitan memahami dan menggunakan bahasa (aphasia).
Gangguan hebat bisa terjadi dan menjadi permanen dalam hitungan menit atau jam. Demam adalah hal yang biasa selama 5 sampai 10 hari pertama. subarachnoid hemorrhage bisa menyebabkan beberapa masalah serius lainnya:
  • Hydrocephalus: dalam waktu 24 jam. Darah dari subarachnoid hemorrhage bisa menggumpal. Darah yang menggumpal bisa mencegah cairan di sekitar otak (cairan cerebrospinal) dari kekeringan seperti normalnya. Akibatnya, penumpukan darah di dalam otak, meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Hydrocephalus bisa menyebabkan gejala-gejala seperti sakit kepala, mengantuk, pusing, mual, dan muntah dan bisa meningkatkan resiko pada koma dan kematian.
  • Vasospasm: sekitar 3 sampai 10 hari setelah pendarahan, arteri di dalam otak bisa kontraksi (kejang), membatasi aliran darah menuju otak. Kemudian, jaringan otak bisa tidak mendapatkan cukup oksigen dan bisa mati, seperti stroke ischemic. Vasopasm bisa menyebabkan gejala yang serupa pada stroke ischemic, seperti kelemahan atau kehilangan perasa pada salah satu bagian tubuh, kesulitan menggunakan atau memahami bahasa, vertigo, dan koordinasi lemah.
  • Pecahan kedua: kadangkala pecahan kedua terjadi, biasanya dalam waktu seminggu.

DIAGNOSA
Jika orang mengalami secara tiba-tiba, sakit kepala hebat yang puncaknya dalam hitungan detik disertai oleh berbagai gejala yang diduga stroke, mereka harus segera pergi ke rumah sakit.

Computed tomography (CT) dilakukan untuk memeriksa pendarahan. Ketukan tulang belakang (lumbar puncture) dilakukan jika CT tidak meyakinkan atau tidak tersedia. Hal itu bisa mendeteksi darah apa saja di dalam cairan cerebrospinal. Ketukan tulang belakang tidak dilakukan jika dokter menduga bahwa tekanan di dalam tengkorak meningkat. Cerebral angiography dilakukan segera mungkin untuk memastikan diagnosa dan untuk mengidentifikasikan lokasi aneurysm atau arteriovenous malformation menyebabkan pendarahan. Magnetic resonance angiography atau CT angiography kemungkinan digunakan sebagai pengganti.


PENGOBATAN

Prognosis
Sekitar 35% orang meninggal ketika mereka mengalami subarachnoid hemorrhage yang menyebabkan aneurysm karena hal itu mengakibatkan kerusakan otak yang luas. 15% orang yang lainnya meninggal dalam beberapa minggu karena pendarahan dari pecahan kedua. Orang yang bertahan untuk 6 bulan tetapi yang tidak melakukan operasi untuk aneurysm memiliki 3% kemungkinan mengalami pecahan lainnya setiap tahun. Kelihatannya adalah baik ketika penyebabnya adalah arteriovenous malformation. Kadangkala, pendarahan disebabkan oleh kerusakan kecil yang tidak terdeteksi oleh cerebral angiography karena kerusakan telah tertutupi dengan sendirinya. Dalam beberapa kasus, kelihatannya adalah sangat baik.

Beberapa orang kebanyakan atau keseluruhan sembuh dan fungsi fisik setelah subarachnoid hemorrhage.

Orang yang mengalami subarachnoid hemorrhage dirawat di rumah sakit dengan segera. Istirahat total tanpa alasan adalah perlu. Analgesik seperti opoid (tetapi bukan aspirin atau obat-obatan anti-inflammatory nonsteroidal lainnya, yang dapat memperburuk pendarahan) diberikan untuk mengendalikan sakit kepala hebat. Pelembut tinja diberikan untuk mencegah bersusah payah selama buang air besar. Nimodipine, penghambat saluran kalsium, biasanya diberikan melalui mulut untuk mencegah vasospasm dan stroke ischemis berikutnya. Dokter melakukan penghitungan (seperti memberikan obat-obatan dan menyesuaikan jumlah cairan infus yang diberikan) untuk menjaga tekanan darah pada level rendah yang cukup untuk menghindari pendarahan lebih lanjut dan cukup tinggi untuk menjaga aliran darah menuju bagian-bagian rusak pada otak. Kadangkala, potongan tabung plastik (shunt) kemungkinan diletakkan di dalam otak untuk mengeringkan cairan cerebrospinal keluar dari otak. Prosedur ini menghilangkan tekanan dan mencegah hydrochepalus.

Untuk orang yang mengalami aneurysm, prosedur operasi dilakukan untuk mengisolasi, memblok, atau mendukung dinding pada arteri yang lemah dan dengan demikian mengurangi resiko fatal pada pendarahan kemudian. Prosedur ini sulit, dan dengan mengabaikan bagian mana yang digunakan, resiko kematian adalah tinggi, khususnya untuk orang yang dalam keadaan pingsan atau koma. Waktu yang paling tepat untuk operasi adalah kontroversial dan harus diputuskan berdasarkan keadaan orang tersebut. Kebanyakan ahli bedah saraf menganjurkan operasi dalam waktu 24 jam sejak dimulainya gejala, sebelum hydrocepalus dan vasopasm berkembang. Jika operasi tidak dapat dilakukan secepat ini, prosedur tersebut kemungkinan ditunda 10 hari untuk mengurangi resiko pada operasi, tetapi kemudian pendarahan lebih mungkin untuk terulang karena jangka waktu menunggu lebih lama.

Prosedur yang biasanya dipakai, disebut operasi neuroendovascular, meliputi memasukkan kawat bergulung ke dalam aneurysm. Gulungan dipasang menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam arteri dan disusupkan ke dalam aneurysm. Dengan begitu, prosedur ini tidak memerlukan pembukaan tengkorak. Dengan aliran darah yang lambat melalui aneurysm, gulungan menaikkan pembentukan gumpalan, yang menutup aneurysm dan mencegah dari pecah. Operasi neuroendovascular bisa sering dilakukan pada waktu yang sama dengan angiography cerebral, ketika aneurysm didiagnosa.

Jarang, penjepit (klip) baja ditempatkan melintangi aneurysm. Prosedur ini mencegah darah masuk ke aneurysm dan menghilangkan resiko pecah. Penjepit tinggal ditempatnya secara permanen. Kebanyakan penjepit yang diletakkan 15 sampai 20 tahun kemudian dipengaruhi oleh kekuatan magnet dan bisa berubah letak selama magnetic resonance imaging (MRI). Orang yang memiliki penjepit ini harus memberitahukan kepada dokter mereka jika MRI menjadi pertimbangan. Penjepit baru tidak bisa dipengaruhi oleh kekuatan magnet.

Apa yang perlu kita lakukan
Setelah stroke, orang tua lebih mengkin mengalami masalah, seperti luka tekanan, pneumonia, otot memendek secara permanen (contractures) yang membatasi gerakan, dan depresi. Orang yang lebih tua lebih mungkin telah siap mengalami gangguan yang membatasi pengobatan pada stroke. Misal, mereka bisa mengalami tekanan darah tinggi atau pendarahan lambung yang mencegah mereka dari menggunakan antikoagulan untuk mengurangi resiko pada darah menggumpal. Beberapa pengobatan, seperti endarterectomy, lebih mungkin menyebabkan komplikasi pada orang yang lebih tua. Meskipun demikian, keputusan pengobatan harus didasarkan pada kesehatan orang tersebut dibandingkan pada usia itu sendiri.

Beberapa gangguan yangs sering teradi pada orang yang lebih tua bisa berhubungan dengan kesembuhan mereka setelah stroke, seperti berikut di bawah ini:
  • Orang dengan dementia bisa tidak mengerti apa yang diperlukan oleh mereka untuk rehabilitasi.
  • Orang dengan gagal jantung atau gangguan jantung lainnya bisa beresiko memiliki stroke lainnya atau serangan jantung yang dipicu oleh usaha selama rehabilitasi.
Kesembuhan yang baik lebih mungkin ketika orang tua yang memiliki anggota keluarga atau perawat untuk menolong, keadaan tempat tinggal yang memberikan fasilitas kemudahan (misal, tempat tinggal di lantai bawah dan dekat dengan toko), dan sumber dana untuk membayar rehabilitasi.
Karena kesembuhan setelah stroke bergantung pada banyaknya factor medis, sosial, keuangan, dan gaya hidup, rehabilitasi dan perawatan orang tua harus didesign secara individual dan diatur oleh kelompok praktisi pemerhati kesehatan (termasuk perawat, psikolog, dan pekerja sosial seperti dokter atau terapis). Anggota tim bisa juga menyediakan informasi mengenai sumber dan strategi untuk membantu orang yang mengalami stroke dan pemberi perhatian mereka dengan kehidupan sehari-hari .