Rabu, 08 April 2009

Libido Wanita Mudah Anjlok, Pria Lebih Konsisten

http://sehat-ituindah.blogspot.com
GAIRAH seks perempuan langsung bangkit begitu berada dalam suasana yang aman. Tapi setelah empat tahun menikah atau berpacaran atau kumpul kebo, dorongan seksual wanita menurun.

Berdasarkan penelitian, hanya kurang dari separuh wanita berusia 30 tahun yang menginginkan seks secara reguler. Sementara itu, libido laki-laki tak terpengaruh oleh lamanya relationship, termasuk dalam pernikahan.

Jurnal Human Nature yang terbit pekan ini menyebutkan bahwa perbedaan ini merupakan bagian dari bagaimana manusia mengalami evoluasi. Seorang lelaki memiliki libido yang stabil bisa jadi disebabkan oleh persaingan sifat dengan sesama lelaki untuk sama-sama melindungi perempuan.

Para peneliti dari Rumah Sakit Universitas Hamburg Eppendorf telah mewawancarai 530 pria dan wanita untuk penelitian ini. Hasilnya, 60 persen dari perempuan berusia 30-an tahun menginginkan hubungan seks lebih sering pada awal-awal perkenalan (pernikahan). Tapi dalam masa empat tahun, angka tersebut cenderung menurun hingga di bawah 50 persen.

Untuk kaum Adam, tingkat wanting regular sex bertahan pada angka 60-80 persen. Mereka tak terpengaruh lamanya pacaran atau pernikahan.

Satu hal lagi yang sangat menonjol dari penelitian ini adalah faktor kelembutan (tenderness) bagi perempuan. Sekitar 90 persen perempuan menginginkan kelembutan dari pasangannya, baik pada awal-awal pernikahan atau pacaran hingga akhir hayatnya. Sebaliknya, hanya 25 persen lelaki menginginkan kelembutan. Itu pun dalam kurun waktu 10 tahun menikah/pacaran.

Dr Dietrich Klusmann yang memimpin penelitian ini yakin bahwa perbedaan seksual ini merupakan bagian dari evoluasi manusia. ”Untuk laki-laki, alasan konsisten dalam seks adalah keinginannya untuk selalu melindungi pasangan dari godaan lelaki lain,” katanya.

Di akhir penjelasannya, dr Dietrich bilang bahwa perempuan mengalami evolusi sedemikian rupa sehingga memiliki dorongan seksual tinggi justru ketika mereka baru berkenalan. Mengapa begitu? Ini merupakan tahap awal untuk membentuk apa yang disebut pair bond atau perikatan dengan pasangannya. Nah, ketika hubungan sudah mulai cair, libido perempuan turun.

Ia menambahkan bahwa studi tentang tingkah laku binatang memberikan gambaran bagaimana perempuan saat itu mengalihkan pandangan ke lelaki lain atau pria idaman lain (PIL). Ini untuk mengamankan kombinasi genetiknya.

Kemungkinan lain, perempuan membatasi hasrat seksual justru untuk menggoda atau memancing gairah pasangannya.

Sumber: Kompas.com

Selasa, 07 April 2009

Tepung Anggur Bantu Cegah Kanker Usus Besar

http://sehat-ituindah.blogspot.com
IRVINE - Memakan sedikit tepung anggur kering yang dingin bisa membantu mencegah kanker usus besar, ini merupakan sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas California, Irvine.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Dr Randall Holcombe menemukan bahwa dengan mengonsumsi 80 gram tepung anggur per hari, sama dengan segelas wine atau 1 pon anggur, mampu mengurangi tanda-tanda Wnt yang merupakan gejala yang terkait dengan 85 persen kanker usus besar sporadis.

"Ini sungguh menakjubkan, karena penemuan ini memberikan pengertian bahwa zak pokok yang terdapat dalam anggur mampu menghambat dan menghentikan gejala-gejala yang terkait tumbuhnya kanker usus besar sebelum tumor itu berhasil tumbuh," kata Holcombe seperti dikutip UPI.

Para peneliti menemukan perubahan yang sama tidak dilihat dalam studi yang melibatkan partisipan yang mengonsumsi 120 gram tepung anggur. Sehingga efek pencegahan ini akan bisa dirasakan jika hanya mengonsumsi sedikit tepung anggur per hari.

Para peneliti belum bisa memastikan mengapa dosis lebih rendah tepung anggur justru lebih efektif ketimbang dosis yang lebih tinggi. Namun mereka percaya kandungan aktif dalam anggur bisa memberikan efek yang berbeda jika hanya dalam dosis kecil dibandingkan dosis besar. Ini merupakan sesuatu yang umum ditemukan dalam studi tentang nutrisi.

Holcombe mempresentasikan hasil penemuannya ini dalam pertemuan keempat Konferensi Internasional Untuk Onkologi Integratif di San Francisco pada
16 November kemarin. Menurut dia, kanker usus besar merupakan salah satu pembunuh terganas di dunia, dengan angka lebih dari setengah juta orang meninggal per tahun akibat penyakit ini. sekira 7 persen dari seluruh orang Amerika mengidap kanker ini dalam hidup mereka.

Dr Randall Holcombe yang juga direktor penelitian klinis pada Chao Family Comprehensive Cancer Center, Irvine melakukan studi ini melibatkan pasien pengidap kanker usus besar. Dia membagi responden dalam tiga kelompok penelitian, yakni kelompok pertama diberikan dosis 20 miligram, kelompok dua (120 gram), dan kelompok tiga diberikan nutrisi 80 gram per hari. Kandungan zat kimia resveratrol ini memang ditemukan pada kulit anggur, buah anggur, dan kacang tanah.

Studi ini memang melibatkan beberapa ahli survei epidemiologi, seperti Dr Jason Zell, Asisten Profesor Medis pada UC Irvine, Dr Hoda Anton Culver, Direktur Program Survelians Kanker UC Irvine. Dalam studi ini mereka melibatkan 499 pasien kanker usus besar. Mereka menemukan bahwa konsumsi anggur yang tepat sebelum tumbuhnya kanker bisa mengembangkan daya tahan terhadap kanker usus besar, meskipun dalam keluarganya ada riwayat yang terkena penyakit ini.

Para peneliti menemukan bahwa 75 persen dari pasien tersebut masih tetap bertahan dan hidup dengan baik, setelah 10 tahun terdiagnosis pertama. Ini dibandingkan 47 persen pasien yang tidak secara rutin meminum anggur. Studi ini dipublikasi dalam jurnal Nutrition and Cancer edisi Oktober 2007.

"Hasil penelitian kami menemukan bahwa konsumsi wine bisa mempengaruhi daya tahan seseorang terhadap gejala kanker colorectal, khususnya mereka dengan keluarga yang memiliki riwayat dari penyakit ini. Temuan ini bisa merefleksikan genetik unik dan interaksi lingkungan antara keluarga dari pasien kanker colorectal," kata Jason Zell seperti dikutip ScienceDaily.

Studi terhadap anggur ini didukung oleh the California Table Grape Commission and the UCLA Bionutrition Unit.
Sumber: okezone.com

Kanker Kolorektal, Diawali Gangguan Pencernaan

http://sehat-ituindah.blogspot.com
KANKER kolorektal memang jarang terdengar. Padahal, kanker saluran cerna ini selalu menempati urutan lima besar kanker paling sering terjadi.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan gangguan pencernaan. Pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Banyak penyakit bermunculan akibat pola makan tak sehat. "You are what you eat", ungkapan ini sangat tepat mewakili fenomena tersebut. Salah satu penyakit yang diakibatkan pola makan tak sehat adalah kanker kolorektal.

Jenis kanker ini memang tak sepopuler kanker lain seperti serviks, payudara, atau prostat. Tapi tahukan Anda bahwa kanker ini sangat berbahaya dan bisa berujung pada kematian. Sebuah penelitian pada 2002, mencatat terdapat lebih dari 1 juta kasus kanker kolorektal. Jumlah ini menempatkan kanker kolorektal pada urutan ke-3 jenis kanker yang paling sering terjadi.

Biasanya gejala yang muncul dari penyakit ini adalah adanya berbagai macam gangguan pencernaan. Maka, waspadai gangguan pencernaan yang ada.Kanker kolorektal merupakan kelompok kanker dengan prevalensi yang tinggi dan selalu termasuk urutan lima besar kanker di berbagai bagian dunia.

Kanker yang dalam bahasa awamnya ini adalah kanker kolon atau usus besar adalah penyakit di mana tumbuh sel-sel ganas (kanker) pada lapisan permukaan usus besar (kolon) atau rektum. "Kanker kolorektal adalah tumor ganas akibat pertumbuhan secara berlebihan dan berasal dari dinding usus besar," ucap ahli penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Dr Murdani, SpPD, KGEH.

Karena ini berhubungan dengan saluran pencernaan. Jadi apa yang dikonsumsi oleh si penderita juga turut memengaruhi timbulnya penyakit ini. Dikatakan Murdani, seperti jenis kanker lainnya, kanker ini memiliki penyebabnya yang multifaktorial. Faktor risiko dari penyakit kanker kolorektal adalah cara diet yang salah, makanan tinggi lemak dan rendah kalsium, folat dan rendah serat,serta obesitas.

Kurangnya konsumsi buah dan sayur-sayuran, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga memberi kontribusi munculnya penyakit ini. Selain itu, Anda yang memiliki riwayat penyakit polip usus, riwayat radang usus kronis, kegemukan, dan riwayat kanker kolorektal pada keluarga juga harus mewaspadai munculnya kanker kolorektal.

"Secara umum, penyebabnya terbagi dua golongan besar. Pertama faktor genetik dan kedua, faktor lingkungan, termasuk pola makan, merokok, alkohol, kebiasaan olahraga dan infeksi atau inflamasi," ujar Murdani.

Di seluruh dunia, 9,5% pria penderita kanker terkena kanker kolorektal, sedangkan pada wanita angkanya mencapai 9,3% dari jumlah total penderita.

Penyakit ini mempunyai gejala klinis, di antaranya pendarahan pada usus besar, adanya darah pada feses saat buang air besar (lewat dubur), dan gangguan lewat buang air besar, misal sembelit tanpa sebab yang jelas yang berlangsung selama 6 minggu. Gejala klinis lain yang muncul bisa berupa keluhan ringan, antara lain tidak nafsu makan, nyeri perut, muntah-muntah, dan penurunan berat badan serta rasa sakit di perut atau bagian belakang.

Kanker kolorektal biasanya ditemukan pada pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun. Sementara di Indonesia, kemungkinan terkena kanker kolorektal, antara pria dan wanita sama besar. Puncaknya, penyakit ini terjadi pada usia sekitar 30-40 tahun dan 50-60 tahun.

Dikatakan dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Prof dr Abdul Aziz Rani SpPD(K) bahwa kanker lambung prevalensinya sangat tinggi di Asia Timur, walaupun ada kecenderungan menurun.

Deteksi dini berupa skrining untuk mengetahui kanker kolorektal sebelum timbul gejala dapat membantu dokter menemukan polip dan kanker pada stadium dini. Bila polip ditemukan dan segera diangkat, maka akan dapat mencegah terjadinya kanker kolorektal. Begitu juga pengobatan pada kanker kolorektal akan lebih efektif bila dilakukan pada stadium dini.

"Di negara Jepang,Korea, dan China, skrining massal dan kelajuan diagnostik endoskopi meningkatkan proporsi kanker stadium dini menjadi sekitar 40%-50% dari seluruh kasus kanker yang ditemukan," sebutnya saat ditemui pada saat acara simposium dengan tema "2nd Recent Advances In Cancer Diagnosis & Therapy" yang diadakan Rumah Sakit Gading Pluit, beberapa waktu lalu.
Sumber: Okezone.com

Senin, 06 April 2009

Diet Sehat Hindari Hipertensi

http://sehat-ituindah.blogspot.com
MAKANAN dan kesehatan memiliki hubungan erat. Pola makanan yang tidak sehat sangat memengaruhi kesehatan seseorang.

Hipertensi, misalnya. Obat-obatan dapat mengatasi masalah hipertensi tetapi tidak dapat menyembuhkannya. Pengaturan diet dan aktivitas fisik dapat membantu menjaga tekanan darah dan mencegah hipertensi.

Beberapa penelitian membuktikan, konsumsi makanan rendah garam sangat membantu mereka yang menderita hipertensi. Batasi konsumsi garam sampai 4 gram sehari. Menjaga rasa makanan sealami mungkin merupakan diet yang terbaik.

Sebagai gantinya, konsumsilah buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup. Pilih sayuran yang tinggi kadar potasiumnya seperti kacang kacangan, aprikot, dan lain-lain.
Sumber: okezone.com

Kopi Netralisir Rasa Sakit

Secangkir kopi yang diminum para pelari, pesenam dan pembalap sebelum beraktivitas dipercaya akan membuat mereka lebih berenergi. Selain itu kopi pun berkhasiat menghilangkan rasa sakit ketika melakukan kegiatan atletik, demikian menurut hasil penelitian terbaru.

Uniknya, khasiat ini dapat bekerja pada siapa saja bahkan pada orang yang tidak terbiasa minum kopi

“Kafein pada kopi bekerja di sistem dalam otak dan sistem neuromodulatory adenosine, yang mengatur penuh proses rasa sakit. Kemudian kafein akan membentuk adenosin, zat biokimia inilah yang berperan penting dalam mentransfer energi dan hal ini akan meminimalisir rasa sakit,” ujar Profesor Robert Molt dari University of Illinois, seperti dilansir melalui Live Science, Kamis, 2/4/2009).

Untuk menemukan jawabannya, peneliti mensurvei sekira 25 orang berbadan sehat. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu mereka yang jarang mengkonsumsi kafein dan yang memiliki rata-rata konsumsi kafein sebanyak 400 miligram per hari atau setara dengan tiga sampai empat cangkir kopi.

Setelah melakukan latihan atletik guna menentukan kadar oksigen maksimal atau tenaga aerobik, responden kembali diminta melakukan latihan selama 30 menit.

Di setiap awal sesi latihan, para pembalap sepeda yang tidak mengonsumsi kafein diberikan pil yang mengandung kafein sebanyak lima miligram per kilogram berat badan atau setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi.

Selama periode kedua latihan ini, persepsi responden akan rasa sakit pada otot lengan direkam pada interval reguler, bersamaan dengan data kadar oksigen yang dikonsumsi, angka detak jantung serta angka latihan.

Hasilnya, kebiasaan meminum kopi seseorang memiliki nilai sama dengan jumlah pengurangan rasa sakit selama melakukan latihan setelah mengkonsumsi kafein.

Minggu, 05 April 2009

Anyang-anyangan Sebabkan Infeksi Saluran Kemih

http://sehat-ituindah.blogspot.com
JIKA Anda merasa sakit dan nyeri pada bagian bawah perut, di atas tulang kemaluan, dan bahkan merasakan anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil lagi, waspadalah! Itu salah satu gejala Anda terkena infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih, menurut dr Mahatma Putra, SpU dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, dapat dibagi atas dua bagian, yaitu infeksi saluran kemih dengan penyulit dan infeksi saluran kemih tanpa penyulit. Disebut infeksi saluran kemih dengan penyulit jika ada batu dalam saluran kemih dan terjadi penyumbatan prostat. Dan disebut tak ada penyulit jika murni terinfeksi oleh kuman dari luar yang masuk ke saluran kencing.

Penyebab dan Gejala

Infeksi saluran kemih bisa menimpa siapa saja, laki-laki maupun perempuan. Tapi perempuan lebih cenderung dan mempunyai potensi lebih besar menderita infeksi saluran kemih. "Kodrat wanita itu saluran uretra atau buang air kecil itu lebih pendek, sekitar 4 cm dan posisinya berada dekat dua lubang," kata dr Mahatma. Karena ukuran yang pendek, kuman mudah masuk.

Faktor penyebab lain adalah cara cebok yang salah, seperti dari belakang ke depan, pun dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Cara seperti ini sama saja dengan menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing. Suka menahan buang air kecil juga bisa menyebabkan infeksi saluran kemih karena kebiasaan ini memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Tidak buang air kecil sebelum melakukan hubungan seksual, memiliki riwayat penyakit kencing dapat juga menjadi penyebab infeksi saluran kemih.

Ada infeksi yang terjadi tanpa gejala. Tapi sebagian orang mengalami beberapa gejala tertentu. Menurut dr Mahatma, gejalanya sendiri tergantung pada letak lokasinya. Jika infeksi itu sudah menyerang ginjal, suhu tubuh akan tinggi, sakit di daerah pinggang dan air kencing yang keruh. Jika infeksinya sudah menyerang perut bagian bawah, gejala yang muncul adalah anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil terus-menerus, muncul rasa sakit pada saat buang air kecil, terutama pada bagian akhir. "Tak jarang pada saat buang air kecil, keluar darah," katanya.

Pasien usia lanjut pun mengalami gejala. Hanya saja tidak spesifik. Perubahan mental atau kesadaran yang terganggu sering merupakan satu-satunya gejala infeksi saluran kemih pada orang usia lanjut.

Infeksi yang terjadi tanpa gejala tidak lantas disebut aman. Justru infeksi tanpa gejala itulah yang berbahaya karena infeksi akan berjalan terus-menerus tanpa disadari oleh penderita sehingga menjadi kronis. Perempuan yang sudah tiga kali mengalami infeksi saluran kemih, umumnya akan mengalami infeksi saluran kemih pun dapat berisiko terkena infeksi saluran kemih karena adanya perubahan hormonal dan perubahan posisi saluran kemih selama kehamilan, yang membuat bakteri lebih mudah masuk ke ureter dan ginjal.

Kuman yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, antara lain, Escherichia coli atau E.coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Dari ketiga kuman tersebut, penyebab paling utama adalah E. Coli yang ada dimana-mana, termasuk dalam tinja manusia. Kuman yang masuk ke saluran kemih menyebabkan infeksi dengan beberapa cara, antara lain penyebaran langsung dari tempat infeksi terdekat, penyebaran melalui pembulu darah, dan penyebaran melalui getah bening.

Pengobatan

Untuk mengetahui apakah seorang mengalami infeksi saluran kemih atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan. Selain melihat gejala yang dialami, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan urin untuk mendeteksi adanya nanah atau bakteri. Penderita biasanya diminta mengumpulkan sampel urinnya setelah membersihkan daerah kewanitaan. Urin yang dikumpulkan adalah urin "porsi tengah".

Membersihkan daerah genital dan mengumpulkan urin "porsi tengah" merupakan cara agar tidak terjadi kontaminasi oleh bakteri lain yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Pemeriksaan urin ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada sel darah putih, sel darah merah, dan bakteri dalam urin. Bila ada bakteri, langkah selanjutnya adalah mengembangbiakkan bakteri itu sehingga dapat diketahui jenisnya. Kemudian dilakukan tes sensitivitas bakteri tersebut terhadap berbagai jenis obat antibiotika.

Jenis dan lamanya pemberian obat antibiotika tergantung pada riwayat perjalanan penyakit dan tes urin untuk mengidentivikasi bakteri penyebab. Tes sensitivitas sangat membantu dokter untuk memilih jenis antibiotika yang paling efektif. Sering kali infeksi saluran kemih dapat dismebuhkan hanya dalam satu atau dua hari pengobatan, jika tidak ada komplikasi karena adanya sumbatan atau kelainan.

Umumnya dokter akan memberikan antibiotika selama satu atau dua minggu untuk memastikan apakah infeksi sudah benar-benar sembuh atau tidak. Selanjutnya akan dilakukan urinalisis ulangan. Pemeriksaan urinalisis ulangan akan membantu mengkomfirmasi bahwa saluran kemih sudah bebas dari infeksi. "Jika terdapat batu, pengobatannya bisa ditembak atau dengan melakukan operasi," ungkapnya. Dengan antibiotika yang mencukupi, umumnya infeksi saluran kemih dapat teratasi.
Sumber: Okezone.com

Sabtu, 04 April 2009

Kenali Penyakit Asma

Asma adalah suatu kondisi alergi ketika reaksi tubuh tidak normal terhadap sesuatu zat seperti jamur, serbuk, bulu hewan, zat kimia, uap, parfum, makanan atau obat tertentu. Kuman-kuman pada hidung dan tenggorokan mungkin pula ,menyebabkan serangan asma.

Ketika asma mulai dari masa anak-anak, umumnya disebabkan oleh makanan, tetapi ketika menyerang pada akhir masa anak-anak atau pada awal masa remaja dan dewasa, asma biasanya disebabkan oleh serbuk, debu, zat kimia. Dan bila lebih dari 45 tahun , asma seringkali dikarenakan oleh infeksi. Kadangkala, pasien dengan serangan jantung mendapatkan serangan asma yang serupa, tetapi bukan asma yang sebenarnya.

Serangan lebih sering terasa jika seorang penderita lelah atau mendapat tekanan emosi yang hebat, bahkan perubahan iklimpun mungkin juga dapat menyebabkan serangan tersebut. Selama tekanan yang hebat, beberapa pipa-pipa udara tersumbat oleh lendir kental. Inilah yang menyebabkan sulit bernafas dan suara yang nyaring. Akibatnya, gelembung-gelembung udara menyebar dengan luas dan beberapa dindingnya pecah. Pada serangan yang hebat, pendarahan juga bisa terjadi pada gelembung-gelembung udara tersebut dalam paru-paru.

Asma mungkin berkembang secara bertahap selama serangan peradangan pada tenggorokan atau mulai dengan tiba-tiba ketika seseorang mendapat zat rangsangan. Pertama, seseorang memiliki perasaan yang kencang pada dada. Rasa ini mereda dalam 1-2 jam atau terus menerus berjam-jam atau berhari-hari. Akhirnya, serangan tiba-tiba mengeluarkan lendir kental dan membuka saluran-saluran udara.

Untuk menjaga tetap baik, penderita asma harus tetap tenang dan tidak mengungkapkan perasaan terlalu berlebihan karena membuat mereka lebih sukar bernafas. Penghirupan aerosol sangat berguna selama serangan asma, termasuk mereka harus menghindari dari pilek/flu dan dingin.

Dalam pandangan lain, Normalisasi PENNASIA menyatakan bahwa asma terjadi karena paru-paru tidak dapat berfungsi dan berkembang dengan maksimal karena pembesaran pembungkus paru-paru (pleura), sehingga ekspansi keluar terhalang oleh dada dan punggung dan justru pembungkus paru-paru tersebut menekan ke dalam menuju paru-paru, akhirnya perkembangan paru-paru tidak dapat maksimal and pengisian oksigen berkurang.

Pembesaran atau pembengkakan pembungkus paru-paru berasal dari kelenturan rusuk, tepatnya pada bagian dada mayor ataupun minor, lalu menyebabkan suplai cairan di pembungkus paru-paru terhalang. Karena kekurangan cairan ini, sentuhan paru-paru dan pembungkus paru-paru dalam setiap tarikan nafas menyebabkan memar dan bengkak.

Penyebab yang lain adalah kelenturan yang menurun pada diafragma yang membatasi dada dan perut dan sebagai otot yang utama dalam proses pernafasan. Oleh karena itu, pengerasan di bagian ini benar-benar mengganggu ekspansi menuju perut. Kadangkala, penderita asma juga memiliki keluhan pada perutnya karena ulu hati mengeras dan merasa nyeri ketika sedang ditekan.

Bagi penderita kronis, asma dapat menyebabkan lematian karena kekejangan pada leher. Tarikan nafas yang sering menyebabkan leher kejang, bahkan ketika asma kambuh, leher menjadi kejang dan mencekik saluran pernafasan, lalu nafas berhenti termasuk suplai oksigen ke otak dan seluruh tubuh juga berhenti. Kematian datang setelah itu karena kondisi tersebut.

Dari beberapa kasus, asma tidak dapat ditentukan dalam satu lokasi , seperti di dada saja, tetapi juga di bahu atau di perut. Ketidaknormalan antara satu lokasi dengan lokasi yang lain mempunyai hubungan timbale-balik. Misalnya, asma dapat mulai dari kelainan di dada pada awalnya lalu menyebabkan kambuh dengan kelainan di perut.

Para penderita asma akan mengalami lebih tersiksa jika mereka terlentang karena organ perut sejajar dengan dada lalu menekan paru-paru kebawah. Engsel rusuk di punggung juga tertekan dan sulit untuk berkembang, sehingga pembungkus yang mengelilingi paru-paru akan lebih menekan dan menyebabkan sakit yang hebat. Untuk tidur yang baik, posisinya duduk di atas kursi dan kepala diletakkan pada bantal yang ada diatas meja. Selain itu, kepala yang menunduk masih berguna karena membantu paru-paru melakukan ekspansi ke perut ketika trachea terjulur kebawah dan memberikan ruang bagi paru-paru untuk berekspansi ketika organ perut memusat kebawah.

Untuk pencegahan asma, seseorang sebaiknya menghindari bersin-bersin ataubatuk-batuk dalam jangka waktu yang lama, pekerjaan-pekerjaan yang berat, kondisi tergesa-gesa, makanan yang tak layak, minuman dingin, udara kotor, udara dingin terus menerus dan sebagainya.