Sabtu, 25 Desember 2010

NYAMUK LEBIH MENYUKAI IBU HAMIL

NYAMUK LEBIH MENYUKAI IBU HAMIL
Berdasarkan penelitian, Nyamuk sangat menyukai bakteri staphylococci. Bakteri ini yang biasanya hadir di kulit manusia karena manusia sendiri memiliiki berbagai jenis bakteri. Nyamuk yang dapat mencium bau khas / kerngat manusia dapat melakukannya dengan secara akurat, walaupun dalam radius tertentu. Konon ternyata nyamuk lebih menyukai ibu hamil. Kenapa bisa begitu?

Beberapa orang secara genetik memang lebih menarik bagi nyamuk, meskipun ada juga faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi. Zat-zat tertentu yang terdapat di permukaan kulit atau dari napas seseorang bisa menarik nyamuk untuk mendekat, meskipun nyamuk tersbeut berjarak sejauh 100 meter.

Salah satu aroma yang paling memikat nyamuk adalah asam laktat (zat yang membangun ketika otot bekerja dan ketika mengeluarkan keringat) dan karbon dioksida yang dikeluarkan saat orang bernapas. Kedua zat ini akan semakin menarik nyamuk bila dikombinasikan dengan panas dan kelembaban.

Faktor lain menurut Babycenter yang mempengaruhi, yaitu peremuan yang sedang hamil lebih menarik perhatian nyamuk untuk digigit dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil. Hasil ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Durham, Inggris dan Medical Research Council di Gambia, Africa. Para peneliti menuturkan pada kehamilan lanjut ibu hamil akan napas lebih berat, sehingga ia mengeluarkan karbon dioksida 21 persen lebih banyak dibanding perempuan lain yang tak hamil.

Faktor lainnya adalah kenaikan suhu tubuh selama kehamilan. Adanya peningkatan panas tubuh membuat ibu hamil melepaskan zat volatil (mudah menguap) yang lebih banyak di kulit, sehingga memudahkan nyamuk untuk mendeteksinya.

Selain menimbulkan gatal-gatal dan membuat orang menggaruk, risiko lebih besar dari gigitan nyamuk adalah penularan penyakit yang dibawa oleh nyamuk seperti demam berdarah atau malaria.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang untuk mencegah gigitan nyamuk, yaitu:

1. Hindari menggunakan pakaian yang gelap atau terlalu terang. Menggunakan pakaian warna putih, khaki atau warna lembut lainnya kurang disukai nyamuk serta hindari pakaian yang ketat dan tipis karena bisa ditembus oleh nyamuk.

2. Menggunakan pengusir serangga. Untuk ibu hamil bisa menggunakan bahan yang alami seperti minyak lemon eucalyptus, minyak serai, minyak kayu manis, rosemarry atau peppermint.

3. Menggunakan kelambu. Hingga kini tidak ada penangkal nyamuk yang lebih aman dibandingkan dengan kelambu karena tidka mengeluarkan bahan kimia sehingga bebas dari risiko alergi atau keracunan.

4. Mengonsumsi bawang putih. Beberapa orang mengaku tidak digigit nyamuk setelah mengonsumsi bawang putih. Selama ini diketahui makanan yang mengandung vitamin B1 bisa membuat darah terasa tidak enak, dan hindari konsumsi garam berlebih karena bisa merangsang pembentukan asam laktat.

5. mandi secara teratur. Seperti diketahui bahwa nyamuk sangat menyukai bau keringat, karenanya mandi secara teratur dan menggunakan bedak antiperspirant bisa cukup efektif untuk mencegah gigitan nyamuk.

Sekedar informasi tambahan mengenai penyebab keputihan dan 12 keunikan orgasme wanita yang tidak ada pada pria . Semoga bermanfaat ... :)
[detikhealth]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar