
Selasa, 06 Januari 2009
Controlling Cholesterol Tips

Tips Preventing Allergies

# Keep cleaning the environment, both in and outside the home. This includes not accumulate a lot of goods at home or in the bedroom which can be a breeding bertumpuknya dust emergence as a reaction to the stimulus alergi.Usahakan do not keep the animals in the home or put pen pets around your home.
# Hygiene themselves also must be considered, to avoid mounting tertumpuknya can also become a source of a stimulus alergi.Untuk reaction bath, use warm water should be for life, and try a bath before PK.17.00 afternoon. Soap and shampoo are used should be soap and shampoo to use bayi.Dilarang cat hair.
# Do not use indoors or pewangi perfume, drug-drug anti-mosquito. If your home there are a lot of mosquitoes, use anti-mosquito racket.
# Use a mattress or cushion of foam, not kapok.
# Use of cotton bed linen and wash at least once a week with warm water will be effective.
# Avoid using the clothes of wool, use of cotton clothing.
# Air-conditioned (AC) can be used, but should not be too cold and can not be more than PK.24.00
# Awasi any food or drink or drugs that cause allergic reactions. Avoid manakan materials, beverages, and drugs are. You must comply with the rules you are allergic to the diet.
# Meet experts. Consult a specialist. Allergies require treatment that appears different in each allergy sufferer. Ask your doctor to make imunoterapi to reduce your sensitivity to materials trigger allergic reactions, such as the injection to extract the dust with the house or do Guirine immunization Baccillus Calmette (BCG) of at least 3 times (1 time a month), respectively.
Menu papaya, Sperma & Quality to Prevent Cancer

Tips Adding Healthy Weight Loss

* Add food and drink that much carbohydrate, high protein. Such as drinking a glass of milk every morning, eating half-cooked having a speech impediment. Avoid foods that contain lots of fat.
* Drinking supplements may increase the appetite. Of course, supplement the legal and healthy.
* Adding eating patterns. For example, all three times a day plus a five to seven times a day with the number of shares less than three times a day. With fixed attention to nutrition from the womb Feed your food.
* With a full consume vitamins for our bodies.
* Keep doing enough exercise. Because sports can just burn the fat that is on your body.
Giving Dot Baby Tips

1. Wait until the baby can suckle well from his mother's milk. Be patient. Wait until the baby was several weeks or more, until he can with the routine suckle.
2. Let the baby determine their own, when he wants to use the dot, not forced.
3. Select the dot material with a good and easy to clean. Be careful with the dot that has been "cracked" as if broken can be consumed by the small. Select the shape and size to fit your baby.
4. If you already have a baby by fitting it is, buy some fruit. Often occur if some babies refused dotnya have been replaced because the soft, comfortable, or for any reason.
5. Maintain cleanliness dot. Before using a new dot, wash clean. So that is not moldy dot, dot rendam every day side by side in a bowl of warm water has been washing soap or a special liquid to wash the dot. Leave to dry, give to the new small. Never enter a dot in your mouth with a goal up. Bacteria from the mouth you can stick to the dot and into the baby's mouth.
6. Never use a rope to hang dot ago dikalungkan to baby neck. The small rope and terbelit can result in death.
7. If the dot apart from the mouth of a baby when he is sleeping, do not enter back into the mouth.
8. Try to find other ways to calm the baby while he was fussy and crying. Do not rush disumpal with a dot. Perhaps with a little swing and carrying cloth, it is quiet again. This is important so that the baby does not depend on the dot.
9. Realize right, must stop when the dot to the children. Kebanyaka stop using children when empeng age 2-4 years. If you start in doubt, with the age kawatir still using the dot, consult a physician.
10. The last decision to dot or not, is in your hands. Let the error to be the best teachers in educating and caring for fruit tersayang heart.
Senin, 05 Januari 2009
Tentang Amandel
Pernah mendengar nama penyakit amandel? Sebenarnya amandel (tonsil) bukanlah nama penyakit, melainkan bagian mulut yang terkena peradangan. Bila Anda membuka mulut lebar-lebar di depan cermin, Anda dapat melihat amandel yang terletak di kedua sisi tenggorokan, tepatnya di bagian belakang dan di atas lidah. Peradangan pada amandel itulah yang dinamakan tonsilitis.
Bakteri dan virus yang masuk dalam tubuh melalui hidung dan mulut akan disaring oleh amandel. Bakteri dan virus yang berbahaya itu akan diselimuti dengan sel-sel darah putih. Infeksi ringan seperti itu akan “memerintahkan” sistem kekebalan tubuh agar segera membentuk antibodi terhadap infeksi yang akan terjadi di masa mendatang. Tetapi, ada saatnya amandel tidak sanggup menahan serangan bakteri dan virus sehingga terjadilah tonsilitis.
Tonsilitis kerap terjadi pada anak-anak. Tonsilitis memang bukan penyakit yang serius, namun dapat berkembang menjadi suatu komplikasi. Apalagi virus dan bakteri itu cenderung berkembang di antara orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain, misalnya saat di sekolah atau di tempat penitipan anak.
Ada kondisi tonsilitis yang masih memungkinkan untuk dirawat sendiri, biasanya jenis tonsilitis yang disebabkan oleh virus. Proses penyembuhan akan membutuhkan sekitar satu atau dua minggu. Penderita diharuskan untuk:
- Beristirahat.
- Minum minuman hangat dan cairan menyejukkan, misalnya sup, kaldu, atau segelas air hangat yang dicampur dengan sesendok makan HD Clover Honey.
- Berkumur dengan air garam yang hangat.
- Mengonsumsi obat penurun demam.
- Mengonsumsi HD Bee Propolis yang terbukti menjalankan fungsi anti bakteri dan anti virus serta membantu mengatasi peradangan.
Perlu ditekankan agar tidak memberikan aspirin kepada penderita tonsilitis yang berada di bawah usia 12 tahun karena dapat menimbulkan risiko Reye's Syndrom yang mematikan.
Untuk tonsilitis yang serius, Anda diwajibkan untuk menghubungi dokter bila sakit tenggorokan sudah berlangsung lebih dari 48 jam, semakin parah, dan diikuti oleh gejala-gejala lain. Bila tonsilitis ternyata disebabkan oleh infeksi bakteri, maka Anda akan dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik oral, biasanya untuk kurang lebih 10 hari. Bersamaan dengan resep dokter, penderita juga sebaiknya diberi HD Bee Propolis yang akan sangat membantu tubuh dalam melawan peradangan pada amandel tersebut.
Ada pula kondisi yang mengharuskan si penderita mendapat pertolongan darurat. Apakah si penderita mengeluarkan banyak air liur, kesulitan untuk makan dan minum, serta kesulitan bernapas? Bila iya, jangan tunda waktu lagi. Segeralah ke rumah sakit.
Intinya, segera beri perawatan dan suplemen yang tepat bagi penderita tonsilitis. Karena Anda tentu tidak ingin orang yang Anda sayangi mengeluh sakit saat menelan makanannya, kan?
Gak bisa makan itu - Alergi
http://sehat-ituindah.blogspot.com
"Gak bisa makan itu."
"Makan di sana , yuk. Katanya di tempat itu, udang goreng tepung-nya enak banget."
"Oh ya? Tapi ada menu lain kan , selain udang-udangan?"
"Loh, kenapa? Kamu ga suka udang?"
"Suka banget. Tapi gak bisa. Alergi."
Begitulah bila memiliki alergi makanan. Tidak terlalu masalah bila allergen-nya adalah makanan yang tidak terlalu Anda gemari. Tetapi, bagaimana kalau itu adalah makanan favorit Anda? Lima belas menit menikmati makanan favorit Anda diganjar dengan berhari-hari menderita gejala alergi.
Tidak semua orang yang bereaksi negatif pada makanan tertentu dapat dikategorikan sebagai alergi makanan. Penderita alergi makanan sejati yang tercatat sampai sejauh ini adalah 2% orang dewasa dan 6% anak-anak.
Alergi makanan sejati adalah reaksi yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan yang sering Anda dengar sebagai alergi makanan sebenarnya hanya intoleransi makanan. Intoleransi tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, melainkan dipicu oleh makanan itu sendiri. Karena berhubungan dengan sistem imun, alergi makanan dapat menimbulkan masalah serius, bahkan kematian.
Pada alergi makanan sejati, sistem kekebalan tubuh melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi suatu unsur makanan. Sistem imun tubuh menganggap unsur itu sebagai substansi yang akan merugikan tubuh. Tubuh kemudian memproduksi sejenis antibodi untuk melawan unsur makanan tersebut. Selanjutnya, setiap kali unsur makanan itu memasuki sistem pencernaan, antibodi akan mengenalinya lalu menginstruksi sistem imun untuk melepaskan senyawa-senyawa tertentu ke aliran darah. Senyawa-senyawa itulah yang menimbulkan gejala-gejala alergi.
Gejala itu ditentukan oleh jenis alergi makanan apa yang Anda miliki. Gejala-gejala berikut akan muncul dalam hitungan menit sampai sejam setelah mengonsumsi suatu jenis makanan.
- Rasa gatal dan geli di mulut
- Bintik merah yang bengkak, terasa gatal, atau ruam.
- Bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian lain membengkak.
- Bersin-bersin, hidung tersumbat, atau masalah pernafasan lainnya.
- Rasa sakit di bagian perut, diare, mual, atau muntah.
- Pusing, kepala terasa berat, atau pingsan.
Gejala-gejala itu akan langsung terlihat, walau hanya mengonsumsi secuil makanan allergen tersebut. Sementara, para pemilik intoleransi makanan dapat mengonsumi sejumlah kecil makanan yang tidak mampu ditoleransinya itu. Keduanya kerap sulit dibedakan karena sebagian besar intoleransi makanan akan menunjukkan gejala-gejala yang sama dengan alergi makanan sejati.
Apakah Anda merasa badan Anda bereaksi terhadap suatu makanan tertentu? Apakah di keluarga Anda ada sejarah alergi makanan? Jika ya, Anda sebaiknya mengikuti tes alergi di rumah sakit terdekat untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi makanan sejati atau hanya intoleransi pada makanan.
Sumber: www.hd.co.id