Tampilkan postingan dengan label Alergi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alergi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

Alergi

alergiDEFINISI
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi melawan zat asing seperti racun serangga serbuk tanaman, atau racun hewan.

Alergi ini bisa bereaksi pada berbagai hal. Tiap orang bisa berbeda faktor pencetus alergi. Alergi yang sering dijumpai dalam kehidupan adalah ketika sistem kekebalan tubuh salah mendeteksi. Zat yang seharusnya tidak berbahaya dianggap berbahaya oleh tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh memproduksi zat untuk mengusir zat asing tersebut.

Alergi juga tidak bisa disembuhkan. Meski demikian banyak terapi yang bisa dicoba untuk mengurangi gejala yang timbul akibat alergi.


GEJALA
Gejala yang paling mudah dan sering ditemui pada orang alergi adalah kulit yang berwarna merah dan gatal. Sebenarnya ada banyak gejala alergi, bergantung dari zat yang menjadi pencetusnya. Gejala bisa muncul pada saluran nafas, kulit, ataupun saluran pencernaan. Jadi tidak hanya berwujud pada kulit berupa bercak merah saja. Bahkan pada beberapa jenis alergi bisa membahayakan karena bereaksi terhadap organ vital seperti hati dan jantung.


PENYEBAB
Banyak hal yang bisa mencetuskan terjadinya alergi. Zat yang berasal dari udara, air, atau benda padat bisa menyebabkan alergi. Makanan, obat, dan bahan pakaian pun bisa menjadi penyebab terjadinya alergi. Bahkan beberapa wanita dilaporkan menderita alergi sperma pasangannya.


PENANGANAN
  • Hindari faktor pencetus alergi. Jika sudah mengetahui faktor yang menyebabkan kambuhnya alergi sebaiknya dihindari. Langkah ini merupakan cara pencegahan yang paling ampuh untuk mengatasi alergi
  • Terapi obat. Banyak obat yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala akibat alergi. Tergantung dari apa penyebab alergi dan bagian tubuh mana yang merasakan gejala. Meski demikian, obat-obat tersebut sebaiknya digunakan dengan resep dokter.
  • Imunisasi. Beberapa jenis alergi yang tidak mempan ditangani dengan obat bisa diberi imunisasi.

Rabu, 07 Juli 2010

Makanan Pencetus Alergi

telurTak sedikit orang yang menghindari makanan jenis tertentu, pada umumnya makanan laut atau produk susu sapi, karena khawatir mengalami gangguan alergi makanan.

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang timbul akibat kita mengonsumsi makanan yang mengandung zat yang bisa menimbulkan alergi atau disebut juga alergen. Hal ini terjadi karena sistem imun kita menolak kehadiran alergen yang dianggap sebagai benda asing yang mengancam.

Di Indonesia, lima besar makanan pencetus alergi, khususnya pada anak-anak adalah kelompok crustacea (kepiting, udang), kacang, makanan laut, telur, serta susu sapi.

Alergi makanan, lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Penelitian menunjukkan 20 persen anak berusia setahun pernah mengalami alergi makanan. "Hal ini terjadi karena sistem maturitas usus anak belum sempurna," kata dr.Zakiudin Munasir, Sp.A(K), pakar alergi anak.

Reaksi alergi bisa muncul dalam berbagai gejala yang bervariasi. Mulai dari gatal-gatal di daerah mulut, lidah, atau bibir bengkak, hingga sesak napas, diare, serta timbul ruam di kulit. Gejala ini bisa mencul dalam hitungan menit sampai dua jam setelah orang mengonsumsi makanan tertentu yang dicurigai sebagai pencetus alergi.

Pada bayi dan anak, faktor alergi terjadi karena genetik atau keturunan. SElain itu faktor lingkungan juga berperan. "Pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini, yakni sebelum anak berusia kurang dari 3 bulan, atau justru terlambat, yakni lebih dari 6 bulan juga akan meningkatkan risiko alergi," papar dr.Zaki.

Cara mengatasi alaergi makanan yang terbaik adalah menghindari makanan pencetus alergi. Misalnya saja hanya memberikan ASI selama 6 bulan pertama usia bayi. "Anak yang memiliki bakat alergi dari orangtuanya sebaiknya berhati-hati dalam pemberian makanan tertentu," katanya.

Mengetahui dengan pasti penyebab alergi memang tidak mudah. Namun kita juga bisa mencatat satu demi satu makanan yang dimakan serta dicatat bila ada gejala-gejala alergi yang timbul. Dengan cara demikian, pada akhirnya kita dapat mengenali makanan mana yang jadi pencetus alergi.

Penulis: AN | Editor: Anna
Sumber: Kompas.com

Senin, 05 Januari 2009

Gak bisa makan itu - Alergi

http://sehat-ituindah.blogspot.com

"Gak bisa makan itu."

"Makan di sana , yuk. Katanya di tempat itu, udang goreng tepung-nya enak banget."
"Oh ya? Tapi ada menu lain kan , selain udang-udangan?"
"Loh, kenapa? Kamu ga suka udang?"
"Suka banget. Tapi gak bisa. Alergi."


Begitulah bila memiliki alergi makanan. Tidak terlalu masalah bila allergen-nya adalah makanan yang tidak terlalu Anda gemari. Tetapi, bagaimana kalau itu adalah makanan favorit Anda? Lima belas menit menikmati makanan favorit Anda diganjar dengan berhari-hari menderita gejala alergi.

Tidak semua orang yang bereaksi negatif pada makanan tertentu dapat dikategorikan sebagai alergi makanan. Penderita alergi makanan sejati yang tercatat sampai sejauh ini adalah 2% orang dewasa dan 6% anak-anak.

Alergi makanan sejati adalah reaksi yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan yang sering Anda dengar sebagai alergi makanan sebenarnya hanya intoleransi makanan. Intoleransi tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, melainkan dipicu oleh makanan itu sendiri. Karena berhubungan dengan sistem imun, alergi makanan dapat menimbulkan masalah serius, bahkan kematian.

Pada alergi makanan sejati, sistem kekebalan tubuh melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi suatu unsur makanan. Sistem imun tubuh menganggap unsur itu sebagai substansi yang akan merugikan tubuh. Tubuh kemudian memproduksi sejenis antibodi untuk melawan unsur makanan tersebut. Selanjutnya, setiap kali unsur makanan itu memasuki sistem pencernaan, antibodi akan mengenalinya lalu menginstruksi sistem imun untuk melepaskan senyawa-senyawa tertentu ke aliran darah. Senyawa-senyawa itulah yang menimbulkan gejala-gejala alergi.

Gejala itu ditentukan oleh jenis alergi makanan apa yang Anda miliki. Gejala-gejala berikut akan muncul dalam hitungan menit sampai sejam setelah mengonsumsi suatu jenis makanan.

  • Rasa gatal dan geli di mulut
  • Bintik merah yang bengkak, terasa gatal, atau ruam.
  • Bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian lain membengkak.
  • Bersin-bersin, hidung tersumbat, atau masalah pernafasan lainnya.
  • Rasa sakit di bagian perut, diare, mual, atau muntah.
  • Pusing, kepala terasa berat, atau pingsan.

Gejala-gejala itu akan langsung terlihat, walau hanya mengonsumsi secuil makanan allergen tersebut. Sementara, para pemilik intoleransi makanan dapat mengonsumi sejumlah kecil makanan yang tidak mampu ditoleransinya itu. Keduanya kerap sulit dibedakan karena sebagian besar intoleransi makanan akan menunjukkan gejala-gejala yang sama dengan alergi makanan sejati.

Apakah Anda merasa badan Anda bereaksi terhadap suatu makanan tertentu? Apakah di keluarga Anda ada sejarah alergi makanan? Jika ya, Anda sebaiknya mengikuti tes alergi di rumah sakit terdekat untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi makanan sejati atau hanya intoleransi pada makanan.

Lalu, apakah alergi terhadap makanan dapat disembuhkan? Perawatan yang tepat akan sangat berpengaruh baik terhadap pengobatan alergi makanan ini. Akan lebih baik bila didukung dengan suplemen kesehatan yang terbukti mampu meredakan reaksi alergi karena mengandung ekstrak bee pollen yang dikombinasikan dengan 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya sebagai anti-allergen. Pun, dengan pemakaian teratur, HD Aller Bee-Gone akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap faktor-faktor penyebab alergi.

Sumber: www.hd.co.id