Tampilkan postingan dengan label hukum alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Memahami Teori Evolusi dari Diri

Memahami teori evolusi mirip memahami kemunculan kita atau kelahiran diri kita di dunia.
Ketika kita lahir ceprot ! Tak ada yang dapat meyakinkan kita bahwa kita lahir pada jam itu, tanggal itu dan oleh ibu itu dengan sang ayah yang itu. Yang ada hanyalah selembar surat. Dan kesaksian mereka. Kita yakin itu adalah tanggal kelahiran kita tanpa kita mampu membuktikannya atau menolaknya.
Ketika umur sekian bulan ada foto-foto kita. Juga ketika TK, SD. Nah saat itu kita baru punya ingatan. Pertanyaan yang mungkin agak sulit tentang mulainya sejarah diri kita sendiri, “kapan saat terkecil yang anda ingat ?“. Saya yakin ndak ada yg ingat saat dilahirkan. Ndak ada yg ingat wajah doker, atau bidang yg menolongnya.
Sekalilagi kita hanya percaya pada selembar surat dan selembar foto, serta pengetahuan dari orang yg tahu tentang masa kecil kita. Jarang diantara kita yang kemudian melakukan checking dan recheck ke Rumah sakit atau bertanya pada bidan yang membantu ibu melahirkan kita. Juga ndak ada yang berniat membuktikan apakah kita keturunan ayah dengan uji DNA. Namun rata-rata hanya percaya saja dengan surat dan cerita dari orang tua yang sudah ada saat kita lahir.
Sumber data dan sumber ilmu
Saya ibaratkan surat akta lahir itu sebagai sebuah data sumber ilmu pengetahuan. Orang tua, pakdhe, budhe dan om-tante adalah para alhi. Yang kebetulan dituliskan dalam selembar kertas. Dan ketika saat terkecil munculnya kita adalah saat munculnya kesadaran. Kapan itu ? Saya sendiri hanya ingat masa terkecil saya ketika usia 3 tahun. Itu saat termuda yang mampu saya ingat. Walaupun tetep samar-samar. Tetapi saya ingat lokasi dan dengan digendong almarhum bapak saya. Setelah itu memori saya barulah saya mampu merunut kehidupan saya telah berjalan setapak-setapak hingga kini.
Foto-foto lain serta tulisan serta memori yang ada di otak saya menjelaskan perjalanan hidup saya sejak bayi (yg saya tidak ingat sama sekali) hingga kini ada di Jakarta.
Evolusi mahluk dan perjalanan hidup
Nah bisa kita mengibaratkan foto-foto itu sebagai fosil fosil. Saya bisa percaya fosil itu sisa mahluk hidup masa lampau. Layaknya saya melihat foto masa bayi saya ketika tengkurap. Sayapun hanya percaya itu foto saya karena diberitahu om, pakde serta ortu saya. Demikian juga fosil-fosil itu. Saya lihat foto saya bayi mirip dengan saya. Dan berkembang menjadi saya. Saya juga melihat fosil-fosil itu berkembang berubah seperti layaknya perubahan yg perlahan.
Kalau saya bisa dan mampu mengerti foto-foto itu adalah foto-foto perkembangan saya sejak dahulu, maka secara sederhana saya juga meyakini fosil2 itu sebagai jejak napak tilas perubahan mahluk hidup. Dan dengan begitu saya mudah mengerti bagaimana proses evolusi itu berkembang.
Katakan saja apabila sahabat saya Ita punya foto yang dikumpulkannya sejak kecil. Ada foto yang memperlihatkan Ita yang masih bayi, tentusaja kalau ditanya dia tidak akan bisa ingat sewaktu bayi. Tapi saya yakin dia percaya saja bahwa itu dirinya. Tentusaja selain dengan dongengan kakek nenek serta ibu-bapaknya, Ita juga melihat perkembangan wajah dirinya. Dan itu yang akan membuatnya percaya bahwa foto bayi dan anak kecil itu adalah dirinya.
Nah kita tahu ada fosil yang terrekam dalam batuan merupakan sisa mahluk hidup masa lalu prosesnya bisa dilihat ditulisan ini Apa itu fosil ?. Tentusaja fosil-fosil ini tidak terrekam lengkap. Mirip seperti rekaman foto kita juga terpencar-pencar. Karena dulu belum ada filem yg merekam perjalanan kita sepanjang masa. Namun dengan fosil inilah para ahli mempelajari proses perubahan mahluk hidup dan melahirkan teori evolusi.
Tentusaja perubahan individu ini akan berbeda dengan perkembangan mahkluk hidup secara kolektif.  Perubahan yang terlihat dalam proses evolusi bukanlah perubahan individu, juga bukan perkembangan satu keluarga saja, tetapi perubahan kolektif spesies selama jutaan tahun. Namun harus dimengerti juga bahwa kita pun memiliki keterbatasan kesadaran dalam memahami sejarah diri sendiri. Demikian juga teori evolusi. Teori ini memiliki titik-titik simpul yang masih lepas tak berhubungan. Mirip seperti sulitnya memahami rekaman sejarah diri kita sewaktu bayi.
foto: http://rovicky.wordpress.com

Kamis, 06 Oktober 2011

Tips Agar Tidak Mudah Lupa

"Melupakan sesuatu hal menandakan bahwa Anda terlalu sibuk memfokuskan pada hal lain. Ketika seseorang tidak menaruh perhatian yang baik untuk sesuatu, memori yang terbentuk dalam otak pun tidak akan jelas sehingga ia akan kesulitan mengeluarkan memori itu lagi," ujar Zaldy S. Tan, MD dari Memory Disorders Clinic at Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston.

Kuncinya adalah menjaga agar otak tetap tajam. "Kita sering melatih badan dengan olahraga, tapi apa gunanya itu semua jika tidak didukung dengan otak yang tajam," ujar Harry Lorayne, pengarang 'Ageless Memory: Simple Secrets for Keeping Your Brain Young'
Jika Anda ingin menguatkan kemampuan otak Anda, coba lakukan beberapa strategi menghafal berikut untuk mengingat hal-hal yang sering Anda lupakan.

1. Strategi mengingat nama orang
- Beri perhatian penuh ketika berkenalan, pastikan spellingnya, gunakan namanya selama percakapan atau berpisah.
- Beri gambaran untuk namanya, apakah namanya yang memiliki arti tertentu atau gambaran tipe wajahnya.
- Ciptakan memori yang terhubung, seperti pada acara apa Anda bertemu dengannya atau siapa saja yang bersamanya ketika itu.
- Sedikit curang dengan menulis ciri-ciri wajahnya di belakang kartu nama yang Anda dapat ketika berkenalan.


2. Strategi mengingat menaruh barang-barang kecil
- Ingat-ingat apa yang Anda lakukan sebelumnya hingga yang dilakukan terakhir.
- Ingatkan otak Anda ketika menaruh sesuatu di suatu tempat, seperti 'Saya menaruh kunci di jaket motor'.
- Jadikan kebiasaan, sediakan satu tempat untuk menaruh sesuatu, dan latihlah diri Anda untuk menaruh barang di tempat itu.

3. Strategi mengingat kegiatan yang harus dilakukan
- Mulailah dengan sebuah ritual, buat catatan kecil, tempatkan sesuatu yang ganjil untuk menarik perhatian catatan itu.
- Nyanyikan hal-hal yang ingin Anda lakukan dengan menyamakan ritme kalimat dan irama lagu.
- Gunakan tubuh Anda untuk mengingat apa yang harus Anda kerjakan, seperti tangan ketika akan menulis laporan, kaki ketika akan mencuci sepatu, gigi ketika akan membeli pasta gigi dan lainnya. Runutkan seluruh fungsi tubuh Anda.

4. Strategi mengingat password email atau PIN ATM
- Pertajam ingatan angka Anda dengan menggambarkan angka-angka tersebut sebagai suatu benda, seperti 0 untuk cincin, 2 untuk angsa, 5 untuk ibu hamil, 7 untuk bumerang, dan sebagainya. Gunakan imajinasi Anda dan ciptakan kreasi Anda sendiri.
- Gunakan lafal yang sama untuk sebuah angka, seperti angka 4 yang jika diucap terdengar seperti 'ketupat' dan sebagainya.

5. Strategi mengingat apapun yang tidak bisa diingat
- Bacalah, tulislah, ucapkanlah dan lakukan berulang-ulang. Untuk mengingat kalimat panjang atau pidato, ketiklah di komputer atau rekamlah dengan tape recorder kemudian dengarkan berulang-ulang.
- Gunakan warna dalam catatan Anda dengan judul yang diberi tebal atau simbol-simbol tertentu.
- Buatlah peta berpikir atau mind map, dan buatlah cabang-cabang dari bagian pusatnya dengan menuliskan apapun yang ada di otak Anda.