Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Sebaiknya Kenali Tanda Awal Diabetes Mellitus

Kenali Tanda Awal Diabetes Mellitus
Masih banyak yang belum paham apa itu penyakit Diabetes mellitus. Masyarakat perlu lebih faham perihal tanda awal yang ada dalam kesehariannya seperti sering timbulnya rasa haus, terlalu sering buang air kecil, mudah merasakan kelelahan, cepat dan mudah mengantuk, sering merasa lapar, sering kesemutan, berat badan cenderung melorot, keinginan berhubungan seks berkurang, sekujur badan terasa gatal-gatal, penglihatan menjadi kabur, dan penyembuhan luka yang lebih lama.

Para penderita Diabetes mellitus memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan penderita mengalami dehidrasi, yaitu karena banyak mengeluarkan air kencing. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan akibat jumlah kalori terus mengalami penurunan.

Adakah satu atau beberapa tanda yang sudah melekat dalam keseharian dan terasa dibadan ? Segeralah memeriksakan kadar gula darah. Bisa melalui pemeriksaan kadar gula darah puasa atau kadar gula darah sesaat (2 jam setelah makan).

Dengan cara pemeriksaan kadar gula darah, maka akan diketahui apakah seseorang termasuk normal, prediabetes atau memang sudah mengidap diabetes. Pengukuran kadar gula darah puasa yang menghasilkan angka kurang dari 100 mg/dl maka tergolong normal, artinya tidak terkena Diabetes mellitus, pertahankanlah dengan gaya hidup dan pola makan yang sudah dilakukan. Jika capaian kadar gula darah 100 – 125 mg/dl, maka tergolong prediabetes, artinya sudah terkena lampu kuning. Sedangkan disebut mengidap diabetes jika kadar gula darah telah melampaui 125 mg/dl. Adapun melalui pengukuran kadar gula darah sesaat, jika capaiannya kurang dari 140 mg/dl maka dikatagorikan normal, antara 140 – 200 mg/dl termasuk prediabetes, dan jika melampaui 200 mg/dl sudah termasuk diabetes.

Ada 2 tipe Diabetes mellitus. Tipe 1 berkaitan dengan faktor keturunan atau warisan dari oran tua, hal ini berkaitan dengan gen. Pada tipe ini kelenjar pankreas mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa lagi memproduksi insulin. Oleh sebab itu penderita Tipe 1 memerlukan suntik insulin (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus atau IDDM). Untuk Tipe 2 muncul terutama karena gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan yang tidak baik.

Dalam hal ini penderita tipe 2, pankreasnya mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, yaitu untuk mempertahankan kadar glukosa darah pada tingkat normal. Ternyata insulin tersebut tidak dapat bekerja optimal dalam membantu sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa. Tak lain karena terganggu oleh komplikasi obesitas, seperti kadar lemak darah yang tinggi (kolesterol dan trigliserida). Sekitar 80 sampai 90 persen orang dengan obesitas ternyata mengalami Diabetes mellitus tipe 2.

Pada penderita Diabetes mellitus tipe 2 insulin tidak bekerja efektif dalam membantu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengaan demikian organ pankreas terus berusaha memproduksi insulin yang lebih banyak. Pankreas akan terus bekerja keras dalam menghasilkan insulin, sehingga kemampuannya makin menyusut. Kondisi yang demikian disebut resistensi insulin dan merupakan faktor resiko seseorang dapat mengalami tipe 2.

Ya, cermati tanda-tanda awal Diabetes mellitus baik Tipe 1 atau 2. Pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, hal seperti kelebihan berat badan bahkan obesitas, sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Rabu, 18 Juli 2012

Jenis diabetes serta Gejala dan Cara Mengobatinya

Diabetes merupakan penyakit dimana tubuh tidak dapat mengatur kadar gula dalam darah, sehingga kandungan gula dalam darah terlalu tinggi. Diabetes mempengaruhi cara tubuh menangani karbohidrat, protein dan lemak. Diabetes bisa mengakibatkan dampak yang serius bagi kesehatan bila tidak diobati. Kadar gula darah diatur oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

Gejala Diabetes

gejala diabetes, seperti apa ciri-ciri penderita diabetes, cara mengobati diabetes
Berikut beberapa gejala umum dari penyakit diabetes.

- sering buang air kecil
- sering kehausan
- merasakan lelah yang berlebihan
- rasa lapar meningkat

Selain itu, ada beberapa gejala lainnya dari penyakit diabetes. Berikut beberapa gejala-gejalanya.

- pandangan kabur
- mengalami infeksi kulit yang sulit disembuhkan
- gangguan gusi
- kerontokan rambut


Jenis-jenis Diabetes

Diabetes terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe I dan tipe II .

Diabetes tipe I
Penyebab diabetes tipe I adalah ketidakmampuan pankreas dalam menghasilkan insulin.

Diabetes tipe II
Penyebab dari diabetes tipe II adalah jaringan tubuh menjadi resisten terhadap insulin.

Kondisi tubuh yang berhubungan dengan diabetes tipe II adalah hipoglikemia dan hiperglikemia. Orang yang menderita obesitas sangat berisiko untuk mendapatkan diabetes tipe II.


Pengobatan
Seseorang yang terkena diabetes, hal utama yang perlu diperhatikan adalah kadar gula dalam darah. Mengontrol gula darah merupakan langkah untuk mengobati diabetes. Untuk menghilangkan komplikasi yang disebabkan oleh diabetes, harus melakukan diet yang sehat dan olahraga. Pengujian gula darah dapat menunjukkan ukuran yang cocok kadar gula dalam darah. Hal ini tergantung pada usia. Pada usia muda dengan asumsi tidak banyak komplikasi yang sesuai adalah 80 - 120 mg/dl dan pada usia tua adalah 100 mg/dl.

Penderita diabetes dapat memperbaiki kondisinya dengan cara pengobatan, memilih diet yang cocok, latihan yang tepat dan menjaga berat badan yang sehat. Makanan yang cocok untuk penderita diabetes adalah makanan yang mengandung gizi tinggi tetapi rendah lemak dan rendah kalori, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Rabu, 29 Juni 2011

Diabetes Bukan karena Kebanyakan Gula

Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angkanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih banyak orang yang angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena gejalanya memang tidak terlihat, tak sedikit yang masih mengira penyakit ini disebabkan karena mengasup makanan manis terlalu banyak.

Padahal, menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. "Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis," katanya.

Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka.

"Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa," papar dokter dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Akan tetapi pada orang yang menderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk.

Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. "Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya," imbuhnya.

Komplikasi

Diabetes merupakan penyakit yang menyerang diam-diam namun pada akhirnya akan menjadi bencana. Penyakit yang makin umum ditemui ini setiap tahunnya membunuh tiga juta orang di seluruh dunia.

Menurut dr.Budiman, penyebab kematian pasien diabetes sebenarnya bukan karena penyakit itu sendiri tetapi komplikasinya. "Hampir 40 persen meninggal karena penyakit jantung, sisanya karena gagal ginjal, stroke, atau kanker," papar ketua Jakarta Diabetes Meeting yang akan diadakan November 2011 mendatang ini.

Komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh diabetes ada yang akut, seperti hipoglikemi (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), atau komplikasi kronik.

"Komplikasi kronik sendiri ada yang memengaruhi pembuluh darah besar seperti penyakit jantung koroner atau stroke, atau yang memengaruhi pembuluh darah kecil sehingga pasien menderita gangguan saraf, ginjal, impotensi, atau kebutaan," paparnya.

Kadar gula darah yang tinggi, terang Budiman, juga akan mengganggu sistem hormonal sehingga kadar hormon tertentu meningkat yang berujung pada naiknya tekanan darah. "Sekitar 60-80 persen pasien diabetes menderita hipertensi," katanya.

Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gula darah guna mawaspadai naiknya kadar gula darah, terutama jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita penyakit ini, usia Anda melebihi 40 tahun, menderita kegemukan atau menunjukkan gejala-gejala penyakit ini.

Perbaiki pola makan

Salah satu cara untuk menghindari diabetes adalah dengan menjaga berat badan tetap normal, melakukan olahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan sehat yang terfokus pada buah-buahan dan sayuran.

Penelitian menunjukkan untuk setiap kelebihan 40 gram lemak yang Anda makan dalam sehari, risiko untuk menderita diabetes meningkat tiga kali lipat. Dan bila Anda sudah menderita diabetes, Anda berpeluang besar mengalami komplikasi.

"Hal ini terjadi karena lemak tubuh membuat sel-sel menolak insulin," kata Frank Q.Nittal, M.D, dalam laporan yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology.

Sementara itu penderita diabetes disarankan untuk makan setiap empat atau lima jam dalam porsi kecil. "Yang penting adalah mengatur kalori total," kata Budiman. Kendati demikian penderita diabetes tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi gula. Kebutuhan akan makanan yang manis ini bisa dipuaskan dengan pemanis buatan rendah kalori.

Saat ini belum ada obat untuk mengobati diabetes. Itu sebabnya sayangi diri Anda dengan menjaga gaya hidup yang sehat, yang meliputi pola makan, olahraga, istirahat, serta menghindari stres. Pada penderita diabetes pun gaya hidup yang sehat dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga penyakit ini bisa dikendalikan.

Sabtu, 18 Desember 2010

Terapi Penyembuhan dengan Ekstrak Jeli Gamat

Terapi Penyembuhan dengan Ekstrak Jeli GamatObat Asam Urat dan Kulit Kering

Asam urat (bahasa Inggris: uric acid, urate) adalah senyawa organik dari karbon, nitrogen, oksigen, dan hidrogen dengan rumus kimia C5H4N4O3. Senyawa turunan purina ini ditemukan dalam plasma darah manusia dengan konsentrasi antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) and 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L)[2]. Kelebihan (hiperurisemia, hyperuricemia) atau kekurangan (hipourisemia, hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.

Asam urat merupakan penyakit yang menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar purin dalam tubuh yang selanjutnya mengalami penumpukan di persendian serta. Zat purin ini berasal dari makanan yang dikonsumsi baik dari pangan hewani maupun nabati serta dihasilkan juga melalui proses perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara alami maupun disebabkan oleh penyakit.

Pengalaman penderita asam urat
Nama : Misdalina
Usia : 40 tahun.
Keluhan : Asam urat selama +/- 4 tahun dan kulit kering +/- 6 bulan
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber Jelly

-----------------------------------------------------------------------------

Obat Batu Ginjal

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Gejala

Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Pengalaman Penderita Batu Ginjal
Nama : Achyarudin
Usia : 41 tahun.
Keluhan : Batu Ginjal
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber

-----------------------------------------------------------------------------

Obat Sinusitis dan Tekanan Darah rendah

Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi).

Secara klinis sinusitis dibagi atas :
  1. Sinusitis akut
  2. Sinusitis subakut
  3. Sinusitis Kronis
Sedangkan berdasarkan penyebabnya sinusitis :
  • Rhinogenik (penyebab kelainan atau masalah di hidung), Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis
  • Dentogenik/Odontogenik (penyebabnya kelainan gigi), yang sering menyebabkan sinusitis infeksi pada gigi geraham atas (pre molar dan molar)
Pengalaman Penderita Sinusitis
Nama : Nurbaity
Usia : 45 tahun
Keluhan : Hidung sering tersumbat (sinusitis kronis), alergi debu dan darah rendah +/- 4 tahun
Jenis Produk : Gold-G Sea Cucumber Jelly dan Gold Milk IgG DHA

-----------------------------------------------------------------------------

Lihat pula:
Gamat sebagai Obat Hepatitis
Gamat sebagai Obat Jantung Koroner
Gamat sebagai Obat Jerawat dan Kulit Kusam
Gamat sebagai Obat Kanker
Gamat sebagai Obat Kencing Manis
Gamat sebagai Obat Lupus
Gamat sebagai Obat Maag
Gamat sebagai Obat Psoriasis
Gamat sebagai Obat Radang Paru-paru
Gamat sebagai Obat Radang Sendi
Gamat sebagai Obat Stroke
Gamat sebagai Obat Thalasemia
Gamat sebagai Obat Tumor Lambung
Tentang Pusat Gamat

Kunjungi website: http://pusatgamat.com/

(Artikel Sponsor)

Sabtu, 22 November 2008

Diabetes Mellitus Rentan Menyerang Organ Vital Lain

DIABETES Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memang perlu ditangani serius. Jika tidak, bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya seperti jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf.

Kendati DM bukan penyakit menular, bukan berarti bisa diabaikan. Kondisi terburuk DM sering kali tidak disadari dapat menyebabkan kematian. DM dapat didiagnosis dengan memeriksakan kadar gula dalam tubuh.

"Hasil uji asam gula di atas 200 dianggap diabetes, apabila setelah puasa menjadi 120 dan 2 jam kemudian kadar gula di bawah 120, maka itu diabetes," sebut Spesialis Penyakit Dalam dari RS Telogorejo, Semarang, Witjitra Darmana Samsuria, saat menjadi pembicara seminar bertajuk "Diabetes Mellitus dan Hubungan dengan Penyakit Jantung-Stroke" di Auditorium RS Telogorejo, beberapa waktu lalu.

Gejala diabetes ini cukup khas seperti sering kencing, haus, cepat lapar, berat badan menurun dan lemah. Di samping itu, ada juga keluhan kesemutan pada ujung jari tangan dan kaki, penglihatan kabur, kulit gatal, gairah seksual menurun. Sementara untuk para ibu hamil yang menderita DM sering melahirkan bayi besar dengan berat lebih dari empat kilogram.

Secara sederhana, DM diartikan cairan manis yang dikeluarkan oleh tubuh sehingga didatangi banyak semut disertai dengan penyakit metabolisme. Cairan manis disebabkan terganggunya insulin dalam tubuh. "Insulin akan kacau apabila tidak bisa menempel pada sel. Insulin bagaikan kunci pembuka gudang (sel) sehingga gula yang diserap tubuh tidak dapat masuk ke dalam sel," tutur Witjitra.

Dengan kata lain, larutan gula yang masuk tubuh tidak optimal. Diibaratkan dari 10 asam gula yang masuk, hanya lima yang dapat masuk, dan sisa gula yang lain beredar di luar sel dan mengendap dalam darah sehingga darah menjadi tinggi. Karena tidak diproduksi oleh sel sehingga dikeluarkan oleh ginjal berupa cairan dengan rasa manis.

Komplikasi DM jangka panjang dapat berupa penyakit saluran jantung (kardiovaskular), kegagalan kronis ginjal, kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi, gangrene dengan risiko amputasi jari tangan dan kaki.

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf. Akibatnya, sering mengalami pusing hingga terjadi pendarahan dan stroke.

Diabetesi (penderita diabetes) juga berisiko mengalami disfungsi jantung. Pasalnya, gula tidak dapat diproduksi oleh sel pada pembuluh darah mengakibatkan meningkatnya kadar lemak sehingga terjadi disfungsi jantung. Kondisi akan terus memburuk bila terjadi keracunan.

Semakin lama, pembuluh darah semakin menyempit dan berakibat gagal jantung. Sejurus kemudian, DM akan mengubah tekanan darah dalam tubuh sehingga dapat mengakibatkan gagal ginjal. Mengalami kebocoran pada ginjal sehingga harus melakukan cuci darah seumur hidup.

Organ vital lain yang berpotensi "rusak" adalah gangguan fungsi ereksi. Pada seksualitas akan terjadi penurunan vitalitas, terutama pada pria. Organ lain adalah luka pada bagian kaki. Karena luka pada diabetesi susah kering dan bila keadaan memburuk harus diamputasi agar tidak menyebar ke seluruh tubuh.

"Jika sudah sampai tahap ini, sebaiknya mendeteksi diri dengan yang menyebabkan gagal ginjal, yaitu memeriksakan dengan menggunakan alat echocardiography yang digunakan untuk menentukan fungsi jantung