WANITA yang sering mengkonsumsi Jeruk Bali harus berhati-hati. Berdasarkan penelitian Universitas South California dan Universitas Hawaii, AS, yang dilansir BBC, Jeruk Bali dapat meningkatkan risiko terserang kanker payudara.
Mereka meneliti 50.000 wanita menopause, dan menemukan wanita yang mengkonsumsi Jeruk Bali ditenggarai terkena resiko kanker payudara 30 persen, dibandingkan wanita yang tidak mengkonsumsi Jeruk Bali.
Pasalnya, Jeruk Bali dapat meningkatkan hormon esterogen, hormon yang memiliki andil besar memicu kanker payudara.
”Jika Jeruk Bali berperan penting meningkatkan level metabolisme estrogen, maka tidak diragukan lagi bila jeruk ini meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara,” kata salah seorang peneliti.
Sementara ini para peneliti mengatakan, mereka masih membutuhkan riset lebih lanjut terhadap temuan mereka. Lagi pula, mereka hanya meneliti buah, belum dalam bentuk jus.
Sedangkan menurut hasil penelitian riset terdahulu bahwa kanker payudara dipicu faktor gaya hidup seperti minum alkohol, dan kelebihan berat badan.
Namun , ahli nutrisi dari British Nutrition Foundation, Dr Joanne Lunn, menilai penelitian itu penting bagi wanita yang melakukan diet dengan banyak memakan buah-buahan. Terlepas dari perlunya riset lebih lanjut, ada baiknya wanita mengurangi konsumsi Jeruk Bali.
Sumber: Rakyat Merdeka Expose
Tampilkan postingan dengan label Tentang Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Kanker. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Oktober 2008
Pap Smear Selamatkan Wanita dari Kanker Serviks
MASIH banyak wanita kurang waspada terhadap penyakit kanker serviks, kanker yang terjadi pada area leher rahim dan dapat menimbulkan kematian. Padahal, menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Rachmawati dari RS Kanker Dharmais Jakarta, kanker serviks adalah kanker yang dapat diobati bila pada stadium dini terdeteksi dan tertangani dengan tepat.
Bahkan kanker serviks dapat dicegah. Caranya dengan melakukan pemeriksaan PAP Smear secara rutin bagi wanita yang telah menikah atau melakukan hubungan seks. PAP Smear pada dasarnya dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Karena makin dini terdeteksi, makin mudah kanker serviks disembuhkan.
Pemeriksaan PAP Smear dilakukan dengan mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks. Langkah ini sebaiknya dilakukan pada hari ke 10-20 terhitung dari mulainya siklus haid.
Bila tidak ada kelainan, biasanya PAP Smear diulang sedikitnya setahun sekali. Namun bila ditemukan kelainan, konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis biasanya akan dilakukan untuk melakukan pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan.
Jadi, dengan pemeriksaan rutin, kanker bisa dideteksi sejak dini. Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan kemungkinan sembuh lebih besar. Di seluruh dunia, kanker serviks adalah kanker ke dua yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan.
Menurut WHO sekitar 490,000 perempuan di diagnosa menderita kanker serviks, 80% nya terjadi di negara berkembang, dan 240,000 di antaranya meninggal dunia.
Sumber: KompasDotCom
Bahkan kanker serviks dapat dicegah. Caranya dengan melakukan pemeriksaan PAP Smear secara rutin bagi wanita yang telah menikah atau melakukan hubungan seks. PAP Smear pada dasarnya dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Karena makin dini terdeteksi, makin mudah kanker serviks disembuhkan.
Pemeriksaan PAP Smear dilakukan dengan mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks. Langkah ini sebaiknya dilakukan pada hari ke 10-20 terhitung dari mulainya siklus haid.
Bila tidak ada kelainan, biasanya PAP Smear diulang sedikitnya setahun sekali. Namun bila ditemukan kelainan, konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis biasanya akan dilakukan untuk melakukan pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan.
Jadi, dengan pemeriksaan rutin, kanker bisa dideteksi sejak dini. Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan kemungkinan sembuh lebih besar. Di seluruh dunia, kanker serviks adalah kanker ke dua yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan.
Menurut WHO sekitar 490,000 perempuan di diagnosa menderita kanker serviks, 80% nya terjadi di negara berkembang, dan 240,000 di antaranya meninggal dunia.
Sumber: KompasDotCom
Langganan:
Komentar (Atom)