Inilah penyakit yang diebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus, penyebab kanker serviks atau leher rahim.
Apa itu kutil kelamin?
Kutil kelamin adalah benjolan-benjolan yang tumbuh pada alat kelamin manusia dalam berbagai variasi ukuran, yang dapat pula berkembang dalam kelompok sehingga menjadi kumpulan kutil yang jika diteliti tampak seperti bentuk kembang kol.
Pada perempuan, kutil kelamin tumbuh pada area vulva dan cervix, serta di daerah sekitar anus dan vagina. Pada laki-laki, kutil kelamin akan cenderung muncul pada penis atau skrotum – dan dalam kasus-kasus tertentu kutil kelamin tumbuh pada sela selangkangan. Keluhan yang dirasakan adalah rasa gatal dan panas, perdarahan dan sakit pada penis, skrotum dan daerah anal.
Kasus kutil kelamin adalah penyakit kelamin menular yang paling banyak dilaporkan di seluruh dunia. Sekitar dua per-tiga orang dari seluruh dunia yang melakukan kontak seksual dengan pasangan yang menderita kutil kelamin biasanya akan langsung tertular dalam waktu kurang lebih 3 bulan.
HPV adalah biang keladinya
Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) – virus yang sama dengan penyebab kanker serviks, yang sedang hangat dibicarakan belakangan ini. Berbeda dengan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV tipe 16 & 18, maka kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 & 11.
Mereka yang menderita harus menanggung beban sakit, mental dan psikologi serta biaya pengobatan
Di seluruh dunia, HPV adalah salah satu penyebab utama penyakit-penyakit menular seksual, dimana menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 6,2 juta kasus baru penyakit infeksi menular akibat HPV dilaporkan setiap tahun.
Pada perempuan, kutil kelamin umumnya muncul pada akhir usia belasan atau di awal usia 20-an. Sementara pada laki-laki, kutil kelamin biasanya tumbuh di antara awal usia 20-an sampai akhir usia 20-an.
Secara umum, merujuk pada penelitian medis, penyakit yang sangat mengganggu ini ditemui pada mereka yang berusia di antara 17 hingga 33 tahun. Penderitanya sangat mudah menularkan pada orang lain, dimana seseorang memiliki kemungkinan akan langsung terinfeksi meski hanya terekspos pada 1 kali kegiatan seksual dengan orang yang menderita kutil kelamin tersebut.
Bahkan, mengutip data di Amerika Serikat, sampai di satu waktu, sebanyak 1 juta orang diperkirakan akan menderita kutil kelamin – dan ini berarti setiap menitnya terdapat 1 kasus baru.
Penyakit ini bukan saja menciptakan beban pribadi bagi si penderita, namun jika dipikirkan lebih jauh, beban ekonomi bagi para individu dalam kerangka sosial ini cukuplah besar. Amerika Serikat sendiri mengalokasikan dana sebesar $140,000 juta bagi perencanaan kesehatan pribadi Amerika Serikat dalam kaitannya dengan diagnosa dan perawatan kutil kelamin.
Belum lagi beban tekanan psikologis bagi sang penderitanya; seperti menurunnya tingkat kepercayaan diri, persepsi diri yang negatif, rasa malu dan kecemasan.
Siapa lagi yang beresiko terkena infeksi HPV?
Kutil kelamin tampaknya lebih dari sekedar penyakit yang menimbulkan ketidaknyamanan secara kosmetik pada remaja dan orang dewasa. Penyakit ini juga berpotensi menyebabkan resiko pada bayi.
Kutil kelamin tidak hanya bisa ditularkan oleh antar pasangan seksual, namun juga dapat menempuh rute penularan oleh Ibu kepada bayinya – yaitu ketika sang bayi dilahirkan melalui jalan lahir Ibu. Bayi akan beresiko menderita gangguan pernapasan yang disebut respiratory papillomatosis, sebuah kondisi yang dikarakterisasikan dengan adanya lesi seperti kutil atau papilloma dalam saluran pernapasan.
Lebih jauh lagi, selain perempuan dapat mentransmisikan HPV penyebab kutil pada bayinya, mereka juga dapat menyebarkan tipe-tipe HPV yang menyebabkan kanker lainnya – yaitu mengarah pada pertumbuhan kanker di leher dan kepala pada anak-anak.
Penyakit berbahaya ini kini dapat dicegah
Seperti halnya kanker serviks yang disebabkan oleh HPV dan lebih dulu dikenal, infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin ini juga dapat dicegah – selain tentunya berupaya menghindari faktor-faktor resikonya seperti kontak kulit antar organ genital dan melakukan hubungan seksual dengan lebih dari 1 pasangan.
Kedua penyakit ini dapat ditangkal dengan bantuan proteksi vaksin HPV quadrivalent yang dapat melindungi tubuh dari ancaman empat tipe HPV sekalligus; yaitu tipe 16 & 18 sebagai penyebab kanker serviks dan tipe 6 & 11 sebagai penyebab kutil kelamin. Vaksin HPV quadrivalent diaplikasikan sebanyak 3 kali suntikan; di bulan 0, bulan ke-2 dan bulan ke-6.
Dengan demikian, berita gembira mengenai vaksin ini tidak hanya dapat dinikmati oleh perempuan, tetapi juga oleh kelompok laki-laki yang mempunyai resiko sama besar menderita kutil kelamin.
CDC’s Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan 3 dosis seri vaksinasi bagi anak perempuan sejak usia 11 tahun hingga wanita dewasa usia 26 tahun. Vaksin ini juga dapat diaplikasikan pada anak laki-laki sejak usia 9 tahun.
Lebih membesarkan hati, vaksin ini tidak hanya memberi keuntungan untuk dapat melindungi dari kanker serviks dan kutil kelamin, namun juga mampu melindungi dari lesi pra-kanker yang seringkali berkembang menjadi kanker pada vulva dan vagina.
Kisah sukses dari Australia
Angka kasus kutil kelamin pada kelompok perempuan muda di Australia menurun tajam sejak diperkenalkannya program vaksinasi nasional dengan vaksin HPV quadrivalent dalam mencegah kanker serviks pada bulan April tahun 2007 lalu.
Sebanyak 36.055 pasien dengan keluhan penyakit genital yang berkunjung ke klinik kesehatan Merlbourne antara Januari 2004 – Desember 2008 diobservasi perkembangan angka kasusnya.
Mulai tahun 2008, terjadi penurunan angka kasus kutil kelamin secara menggembirakan pada kelompok usia perempuan di bawah 28 tahun, yaitu sebanyak 25% di setiap kuartal tahun tersebut – dengan hanya sebesar 6,6% dari seluruh pasien yang berkunjung di tahun 2008 didiagnosa menderita kutil kelamin.
Jika dibandingkan dengan sepanjang kurun waktu sebelum vaksin HPV quadrivalent diperkenalkan, kenaikan kasus di kelompok umur tersebut adalah sebesar 1.8% di tiap kuartal-nya – dengan 13% dari seluruh pasien didiagnosa positif menderita kutil kelamin.
Penurunan angka kasus kutil kelamin juga terjadi pada kelompok laki-laki heteroseksual yaitu rata-rata sebesar 5% tiap kuartal-nya di tahun 2008.
Australia adalah salah satu negara di dunia yang mengimplementasikan vaksinasi dengan vaksin HPV quadrivalent melawan HPV. Vaksin tersebut diberikan secara cuma-cuma pada anak-anak usia sekolah antara 12 – 18 tahun sejak April 2007, diikuti oleh pemberian pada perempuan muda usia 26 tahun ke bawah melalui praktek-praktek dokter umum dan klinik masyarakat sejak bulan Juli 2007.
Australia menjadi negara dengan coverage vaksinasi quadrivalent HPV terluas di dunia dengan jangkauan sukses sebanyak 69%-75% pada kelompok usia anak-anak sekolah dan seluas 65%-70% pada kelompok perempuan dewasa muda.
Sumber:
http://sehatnews.com/penyakit-a-z/k/6890-Kutil-Kelamin-Akibat-Virus-HPV-Dapat-Dicegah.html
Artikel Terkait:
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kelamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kelamin. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 April 2011
Rabu, 08 Desember 2010
Gonorea
DEFINISI
Gonorea adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kencing, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).
PENYEBAB
Bakteri neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh bagian tubuh. Terutama kulit dan persendian. Pada kaum wanita, bakteri ini dapat naik ke saluran kelamin dan menginfeksi dalam panggul hingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.
GEJALA
Pada kaum pria, gejala timbul lebih cepat, yakni beberapa hari setelah terinfeksi. Gejala awal berupa rasa tidak enak pada saluran kencing dan nyeri ketika pipis serta keluar nanah dari penis.
Makin lama, penderita akan sering buang air kecil dan merasakan dorongan untuk pipis meski tidak keluar urin. Lubang penis pun tampak merah dan membengkak.
Pada kaum wanita, gejala timbul dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Bahkan penderita seringkali tidak menunjukkan adanya gejala selama berbulan-bulan.
Jika timbul gejala, biasanya ringan. Tapi lama-lama menjadi berat berupa keinginan untuk pipis terus, keluarnya cairan dari vagina, serta demam. Jika infeksi telah menyebar, bisa menyebabkan nyeri di berbagai bagian tubuh seperti panggul hingga mengganggu kenikmatan berhubungan seks.
Penyakit ini bisa juga menginfeksi anus jika penderita adalah pelaku anal seks atau hubungan seksual lewat anus. Penderita akan merasa tidak nyaman dan keluar cairan di sekitar anus. Daerah sekitar anus pun akan tampak merah dan kasar. Tinja si penderita seringkali berlapis lendir dan darah.
Melakukan oral seks atau hubungan seksual lewat mulut dengan seorang penderita gonorea juga bisa mengakibatkan gonorea pada tenggorokan. Infeksi tersebut bisa menyebabkan gangguan makan. Jika cairan penis atau vagina yang terinfeksi kuman gonorea mengenai mata, maka bisa terjadi infeksi pada mata luar. Bayi yang baru lahir bisa terinfeksi gonorea selama proses persalinan hingga terjadi infeksi pada mata si bayi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa berujung pada kebutaan.
KOMPLIKASI
Bakteri bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Infeksi yang menyebar melalui darah bisa menyebabkan bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, dan nyeri sendi atau yang dikenal dengan sindrom artitis dermatis. Tak hanya itu, bisa pula terjadi infeksi pada jantung (endokarditis) dan infeksi pembungkus hati (perihepatitis).
PENANGANAN
Gonorea biasanya ditangani dengan suntikan atau antibiotik melalui mulut selam satu minggu. Jika gonorea terlanjur menyebar lewat aliran darah, biasanya penderita akan diberikan antibiotik melalui pembuluh darah atau infus.
Gonorea adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kencing, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).
PENYEBAB
Bakteri neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini bisa menyebar melalui aliran darah ke seluruh bagian tubuh. Terutama kulit dan persendian. Pada kaum wanita, bakteri ini dapat naik ke saluran kelamin dan menginfeksi dalam panggul hingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.
GEJALA
Pada kaum pria, gejala timbul lebih cepat, yakni beberapa hari setelah terinfeksi. Gejala awal berupa rasa tidak enak pada saluran kencing dan nyeri ketika pipis serta keluar nanah dari penis.
Makin lama, penderita akan sering buang air kecil dan merasakan dorongan untuk pipis meski tidak keluar urin. Lubang penis pun tampak merah dan membengkak.
Pada kaum wanita, gejala timbul dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Bahkan penderita seringkali tidak menunjukkan adanya gejala selama berbulan-bulan.
Jika timbul gejala, biasanya ringan. Tapi lama-lama menjadi berat berupa keinginan untuk pipis terus, keluarnya cairan dari vagina, serta demam. Jika infeksi telah menyebar, bisa menyebabkan nyeri di berbagai bagian tubuh seperti panggul hingga mengganggu kenikmatan berhubungan seks.
Penyakit ini bisa juga menginfeksi anus jika penderita adalah pelaku anal seks atau hubungan seksual lewat anus. Penderita akan merasa tidak nyaman dan keluar cairan di sekitar anus. Daerah sekitar anus pun akan tampak merah dan kasar. Tinja si penderita seringkali berlapis lendir dan darah.
Melakukan oral seks atau hubungan seksual lewat mulut dengan seorang penderita gonorea juga bisa mengakibatkan gonorea pada tenggorokan. Infeksi tersebut bisa menyebabkan gangguan makan. Jika cairan penis atau vagina yang terinfeksi kuman gonorea mengenai mata, maka bisa terjadi infeksi pada mata luar. Bayi yang baru lahir bisa terinfeksi gonorea selama proses persalinan hingga terjadi infeksi pada mata si bayi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa berujung pada kebutaan.
KOMPLIKASI
Bakteri bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Infeksi yang menyebar melalui darah bisa menyebabkan bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, dan nyeri sendi atau yang dikenal dengan sindrom artitis dermatis. Tak hanya itu, bisa pula terjadi infeksi pada jantung (endokarditis) dan infeksi pembungkus hati (perihepatitis).
PENANGANAN
Gonorea biasanya ditangani dengan suntikan atau antibiotik melalui mulut selam satu minggu. Jika gonorea terlanjur menyebar lewat aliran darah, biasanya penderita akan diberikan antibiotik melalui pembuluh darah atau infus.
Selasa, 12 Oktober 2010
Vulvodynia
DEFINISI
Vulvodynia adalah nyeri disertai rasa sakit, terbakar atau iritasi di daerah sekitar pembukaan vagina (vulva). Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan saat duduk atau melakukan hubungan seksual.
PENYEBAB
Belum ada penyebab pasti terjadinya vulvodynia, tapi diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor seperti cedera atau infeksi saraf di daerah sekitar vulva, infeksi vagina, alergi atau hipersensitivitas lokal pada kulit. Kebanyakan wanita yang menderita vulvodynia telah memilii riwayat pengobatan vaginitis.
GEJALA
Vulvodynia ditandai dengan rasa nyeri di sekitar kemaluan. Rasa nyeri itu bisa berupa perasaan terbakar, sakit, gatal, tersengat, berdenyut dan tidak ingin melakukan hubungan seksual. Kondisi seperti ini dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
PENGOBATAN
Pengobatan vulvodynia dapat dilakukan dengan beberapa cara:
Vulvodynia adalah nyeri disertai rasa sakit, terbakar atau iritasi di daerah sekitar pembukaan vagina (vulva). Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan saat duduk atau melakukan hubungan seksual.
PENYEBAB
Belum ada penyebab pasti terjadinya vulvodynia, tapi diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor seperti cedera atau infeksi saraf di daerah sekitar vulva, infeksi vagina, alergi atau hipersensitivitas lokal pada kulit. Kebanyakan wanita yang menderita vulvodynia telah memilii riwayat pengobatan vaginitis.
GEJALA
Vulvodynia ditandai dengan rasa nyeri di sekitar kemaluan. Rasa nyeri itu bisa berupa perasaan terbakar, sakit, gatal, tersengat, berdenyut dan tidak ingin melakukan hubungan seksual. Kondisi seperti ini dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
PENGOBATAN
Pengobatan vulvodynia dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Medis
- Trisiklik antidepresan. membantu mengurangi sakit kronis termasuk amitriptyline, desipramine (Norpramin) dan nortriptyline (Aventyl, pamelor).
- Antikonvulsan seperti carbamazepine (Tegretol) dan gabapentin (Neurontin). dapat mengurangi rasa sakit vulvodynia.
- Antihistamin seperti Hidroksizin dapat mengurangi gatal. - Biofeedback terapi. Terapi ini membantu mengurangi rasa sakit dengan mengendalikan respon tubuh tertentu. Tujuan biofeedback adalah membuat perasaan santai sehingga mengurangi sensasi rasa sakit.
- Lokal anestesi. Obat-obatan seperti salep lidokain dapat memberikan perasaan nyaman sementara dan dapat digunakan 30 menit sebelum berhubungan seksual.
- Bedah. pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkan kulit yang terkena dan mengurangi rasa sakit pada jaringan (vestibulectomy).
Senin, 16 Agustus 2010
Vagina Kering
DESKRIPSI Vagina kering merupakan masalah yang umum bagi perempuan selama dan setelah menopause. Sebanyak empat dari sepuluh perempuan yang mengalami menopause mengalami tanda-tanda dan gejala yang berkaitan dengan kekeringan vagina. Meski vagina kering umumnya terjadi pada perempuan menopause, bukan berarti perempuan yang belum menopause terhindar dari masalah ini.
Perubahan hormon selama siklus menstruasi dan usia mempengaruhi jumlah dan konsistensi dari uap air ini. Pelumasan vagina terdiri dari cairan bening yang merembes melalui dinding pembuluh darah yang mengelilingi vagina. Ketika perempuan terangsang secara seksual, lebih banyak darah mengalir ke organ-organ panggul, menciptakan lebih banyak cairan pelumas vagina.
TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala kekeringan vagina meliputi:
- Kekeringan vagina
- Gatal
- Sensasi panas pada vagina
- Sakit atau pendarahan ringan saat berhubungan seks
PERAWATAN
Secara umum pengobatan vagina kering dilakukan dengan terapi estrogen. Beberapa pilihan terapi itu antara lain krim estrogen, cincin estrogen, atau tablet estrogen.
Senin, 31 Mei 2010
Cangkroid
DEFINISI
Cangkroid merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Hemophilus ducreyi, dimana terjadi luka terbuka (ulkus, borok) pada alat kelamin yang sifatnya menetap dan terasa nyeri.
PENYEBAB
Bakteri Hemophilus ducreyi. Pria yang tidak disunat memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk terjangkit penyakit ini dan cangkroid sendiri merupakan faktor resiko untuk terjadinya infeksi oleh HIV.
GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 3-7 hari setelah terinfeksi. Lepuhan kecil yang terasa nyeri timbul di alat kelamin dan di sekitar anus. Lepuhan ini dengan segera akan pecah dan membentuk luka terbuka yang dangkal. Luka tersebut bisa membesar dan bergabung satu sama lain.
Kelenjar getah bening di selangkangan bisa membesar dan menyatu membentuk suatu abses (penimbunan nanah). Kulit diatas abses tampak merah dan mengkilat dan abses ini bisa pecah sehingga nanahnya mengalir ke atas kulit.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Contoh nanah diambil dan dibiakkan di laboratorium.
PENGOBATAN
Diberikan suntikan antibiotik seftriakson atau eritromisin setiap 6 jam selama 7 hari. Nanah dari kelenjar getah bening yang membengkak bisa dikeluarkan dengan bantuan sebuah jarum. Penderita diawasi minimal selama 3 bulan untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh. Jika memungkinkan, mitra seksual juga diselidiki, sehingga bisa diperiksa dan jika perlu, diobati.
PENCEGAHAN
Cangkroid adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Untuk mencegah penyebaran cangkroid, lakukanlah hubungan seksual yang aman (menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan seksual).
Cangkroid merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Hemophilus ducreyi, dimana terjadi luka terbuka (ulkus, borok) pada alat kelamin yang sifatnya menetap dan terasa nyeri.
PENYEBAB
Bakteri Hemophilus ducreyi. Pria yang tidak disunat memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk terjangkit penyakit ini dan cangkroid sendiri merupakan faktor resiko untuk terjadinya infeksi oleh HIV.
GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 3-7 hari setelah terinfeksi. Lepuhan kecil yang terasa nyeri timbul di alat kelamin dan di sekitar anus. Lepuhan ini dengan segera akan pecah dan membentuk luka terbuka yang dangkal. Luka tersebut bisa membesar dan bergabung satu sama lain.
Kelenjar getah bening di selangkangan bisa membesar dan menyatu membentuk suatu abses (penimbunan nanah). Kulit diatas abses tampak merah dan mengkilat dan abses ini bisa pecah sehingga nanahnya mengalir ke atas kulit.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Contoh nanah diambil dan dibiakkan di laboratorium.
PENGOBATAN
Diberikan suntikan antibiotik seftriakson atau eritromisin setiap 6 jam selama 7 hari. Nanah dari kelenjar getah bening yang membengkak bisa dikeluarkan dengan bantuan sebuah jarum. Penderita diawasi minimal selama 3 bulan untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh. Jika memungkinkan, mitra seksual juga diselidiki, sehingga bisa diperiksa dan jika perlu, diobati.
PENCEGAHAN
Cangkroid adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Untuk mencegah penyebaran cangkroid, lakukanlah hubungan seksual yang aman (menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan seksual).
Jumat, 23 April 2010
Trikomoniasis
DEFINISI
Trikomoniasis adalah suatu penyakit menular seksual pada vagina atau uretra yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
PENYEBAB
Trichomonas vaginalis, organisme bersel tunggal yang memiliki ekor seperti cambuk. Meskipun organisme ini bisa menginfeksi saluran kemih-kelamin pria dan wanita, tetapi gejala-gejalanya lebih sering ditemukan pada wanita. Sekitar 20% wanita pernah mengalami trikomoniasis vagina selama masa reproduktifnya. Pada pria, organisme ini menginfeksi uretra, prostat dan kandung kemih, tetapi kasusnya jarang menimbulkan gejala. Organisme ini lebih sulit ditemukan pada pria.
GEJALA
Pada wanita, penyakit ini biasanya dimulai dengan keluarnya cairan dari vagina yang berbusa dan berwarna kuning kehijauan. Vulva (alat kelamin wanita bagian luar) bisa teriritasi dan luka, dan hubungan intim bisa menyebabkan rasa nyeri. Pada kasus yang berat, vulva dan kulit di sekitarnya bisa meradang dan bibir kemaluan (labia) membengkak. Timbul rasa nyeri ketika berkemih dan frekuensi berkemih menjadi sering, menyerupai gejala dari infeksi kandung kemih.
Penderita pria sering tidak menunjukkan gejala tetapi bisa menginfeksi mitra seksualnya. Beberapa diantaranya mengeluarkan cairan berbusa atau cairan seperti nanah dari uretra, mengalami nyeri saat berkemih dan desakan berkemih yang lebih sering. Gejala-gejala ini biasanya timbul di pagi hari. Uretra bisa mengalami peradangan ringan, dan kadang-kadang ujung penis tampak lembab. Infeksi pada epididimis menyebabkan nyeri pada buah zakar. Prostat juga bisa terinfeksi.
DIAGNOSA
Pada wanita, diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh cairan vagina. Pada pria dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap sekret dari ujung penis yang diambil pada pagi hari sebelum penderita berkemih dan sebagian dibiakkan di laboratorium. Jika hasil pemeriksaan mikroskopik belum meyakinkan, bisa dilakukan pembiakan air kemih.
PENGOBATAN
Metronidazol dosis tunggal per-oral (melalui mulut) bisa menyembuhkan sampai 95% penderita. Karena efektivitas dosis tunggal pada penderita pria masih diragukan, maka kepada penderita pria obat ini biasanya diberikan selama 7 hari. Bila diminum bersama alkohol, metronidazol bisa menyebabkan mual dan kemerahan di kulit. Obat ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan pada wanita meningkatkan terjadinya infeksi jamur (kandidiasis genitalis). Metronidazol tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
Trikomoniasis adalah suatu penyakit menular seksual pada vagina atau uretra yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
PENYEBAB
Trichomonas vaginalis, organisme bersel tunggal yang memiliki ekor seperti cambuk. Meskipun organisme ini bisa menginfeksi saluran kemih-kelamin pria dan wanita, tetapi gejala-gejalanya lebih sering ditemukan pada wanita. Sekitar 20% wanita pernah mengalami trikomoniasis vagina selama masa reproduktifnya. Pada pria, organisme ini menginfeksi uretra, prostat dan kandung kemih, tetapi kasusnya jarang menimbulkan gejala. Organisme ini lebih sulit ditemukan pada pria.
GEJALA
Pada wanita, penyakit ini biasanya dimulai dengan keluarnya cairan dari vagina yang berbusa dan berwarna kuning kehijauan. Vulva (alat kelamin wanita bagian luar) bisa teriritasi dan luka, dan hubungan intim bisa menyebabkan rasa nyeri. Pada kasus yang berat, vulva dan kulit di sekitarnya bisa meradang dan bibir kemaluan (labia) membengkak. Timbul rasa nyeri ketika berkemih dan frekuensi berkemih menjadi sering, menyerupai gejala dari infeksi kandung kemih.
Penderita pria sering tidak menunjukkan gejala tetapi bisa menginfeksi mitra seksualnya. Beberapa diantaranya mengeluarkan cairan berbusa atau cairan seperti nanah dari uretra, mengalami nyeri saat berkemih dan desakan berkemih yang lebih sering. Gejala-gejala ini biasanya timbul di pagi hari. Uretra bisa mengalami peradangan ringan, dan kadang-kadang ujung penis tampak lembab. Infeksi pada epididimis menyebabkan nyeri pada buah zakar. Prostat juga bisa terinfeksi.
DIAGNOSA
Pada wanita, diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh cairan vagina. Pada pria dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap sekret dari ujung penis yang diambil pada pagi hari sebelum penderita berkemih dan sebagian dibiakkan di laboratorium. Jika hasil pemeriksaan mikroskopik belum meyakinkan, bisa dilakukan pembiakan air kemih.
PENGOBATAN
Metronidazol dosis tunggal per-oral (melalui mulut) bisa menyembuhkan sampai 95% penderita. Karena efektivitas dosis tunggal pada penderita pria masih diragukan, maka kepada penderita pria obat ini biasanya diberikan selama 7 hari. Bila diminum bersama alkohol, metronidazol bisa menyebabkan mual dan kemerahan di kulit. Obat ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan pada wanita meningkatkan terjadinya infeksi jamur (kandidiasis genitalis). Metronidazol tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
Senin, 19 April 2010
Granuloma Inguinale
DEFINISI
Granuloma Inguinale adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin. Sering terjadi di daerah tropis dan subtropis.
PENYEBAB
Bakteri Calymatobacterium granulomatis.
GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 1-12 minggu setelah terinfeksi. Gejala awalnya berupa bintil-bintil merah yang tidak nyeri, yang secara perlahan tumbuh menjadi benjolan bulat dan menonjol.
Bagian tubuh yang terkena pada pria adalah penis, buah zakar, selangkangan dan paha, sedangkan pada wanita meliputi vulva, vagina dan kulit di sekitarnya. Pada pria dan wanita, daerah lainnya yang juga terkena adalah dubur, bokong dan wajah. Pada akhirnya benjolan tersebut akan menutupi alat kelamin. Penyembuhannya berlangsung lambat dan bisa terbentuk jaringan parut.
Biasanya benjoolan tersebut akan terinfeksi oleh organisme lainnya. Jika tidak diobati, bisa menyebar ke seluruh tubuh, yaitu ke tulang, persendian atau hati dan menyebabkan penurunan berat badan, demam serta anemia.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan benjolan merah terang yang khas. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh pinggiran benjolan.
PENGOBATAN
Bisa diberikan antibiotik seperti streptomisin, tetrasiklin, eritromisin, kloramfenikol dan trimetroprim-sulfametoksazol. 6 bulan setelah pengobatan, penderita harus diperiksa untuk memastikan bahwa infeksi sudah berhasil diatasi.
Granuloma Inguinale adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin. Sering terjadi di daerah tropis dan subtropis.
PENYEBAB
Bakteri Calymatobacterium granulomatis.
GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 1-12 minggu setelah terinfeksi. Gejala awalnya berupa bintil-bintil merah yang tidak nyeri, yang secara perlahan tumbuh menjadi benjolan bulat dan menonjol.
Bagian tubuh yang terkena pada pria adalah penis, buah zakar, selangkangan dan paha, sedangkan pada wanita meliputi vulva, vagina dan kulit di sekitarnya. Pada pria dan wanita, daerah lainnya yang juga terkena adalah dubur, bokong dan wajah. Pada akhirnya benjolan tersebut akan menutupi alat kelamin. Penyembuhannya berlangsung lambat dan bisa terbentuk jaringan parut.
Biasanya benjoolan tersebut akan terinfeksi oleh organisme lainnya. Jika tidak diobati, bisa menyebar ke seluruh tubuh, yaitu ke tulang, persendian atau hati dan menyebabkan penurunan berat badan, demam serta anemia.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan benjolan merah terang yang khas. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh pinggiran benjolan.
PENGOBATAN
Bisa diberikan antibiotik seperti streptomisin, tetrasiklin, eritromisin, kloramfenikol dan trimetroprim-sulfametoksazol. 6 bulan setelah pengobatan, penderita harus diperiksa untuk memastikan bahwa infeksi sudah berhasil diatasi.
Minggu, 11 April 2010
Kandidiasis Genitalis (Thrush)
DEFINISI
Kandidiasis Genitalis adalah sautu infeksi jamur pada vagina atau penis, biasanya dikenal sebagai thrush.
PENYEBAB
Jamur Candida albicans. Jamur ini secara normal hidup di dalam kulit atau usus. Dari sini jamur bisa menyebar ke alat kelamin. Candida biasanya tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
Kandidiasis genitalis lebih sering terjadi terutama karena meningkatnya pemakaian antibiotik, pil KB dan obat-obat lainnya yang menyebabkan perubahan suasana vagina sehingga memungkinkan pertumbuhan Candida. Kandidiasis lebih sering ditemukan pada wanita hamil atau wanita dalam siklus menstruasi dan pada penderita kencing manis.
Selain itu, pemakaian obat (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi untuk kanker) dan penyakit yang menekan sistem kekebalan (misalnya AIDS) juga mempermudah terjadinya penyakit ini.
GEJALA
Kandidiasis genitalis biasanya menyebabkan gatal atau iritasi pada vagina dan vulva dan bisa disertai pengeluaran sekret dari vagina. Iritasinya berat, tetapi sekretnya sedikit. Vulva tampak kemerahan dan bengkak. Kulitnya kasar dan pecah-pecah. Dinding vagina biasanya tertutup oleh bahan seperti keju yang berwarna putih, tapi bisa juga tampak normal.
Pria biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala, tetapi pada ujung penis (glans penis) dan pada kulitnya (pada pira yang tidak disunat) bisa terjadi luka dan iritasi, terutama setelah melakukan hubungan seksual. Kadang-kadang keluar sedikit sekret dari penis. Ujung penis dan kulitnya tampak merah, dengan keropeng kecil dan bisa tertutup oleh bahan seperti keju yang berwarna putih.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh bahan dari vagina atau penis. Bisa juga dibuat biakan dari bahan tersebut.
PENGOBATAN
Pada wanita, pengobatan dilakukan melalui pencucian vagina dengan sabun dan air, mengeringkannya dengan handuk dan kemudian mengoleskan krim anti jamur yang mengandung klotrimazol, mikonazol, butokonazol atau tiokonazol dan terkonazol. Pilihan lainnya adalah ketokonazol, flukonazol atau itrakonazol yang diberikan per-oral (melalui mulut).
Pada pria, penis (dan kulitnya pada laki-laki yang tidak disunat) harus dicuci dan dikeringkan sebelum diolesi dengan krim anti jamur (misalnya yang mengandung nistatin). Kadang-kadang wanita yang memakai pil KB harus menghentikan pemakaiannya untuk beberapa bulan, selama pengobatan kandidiasis vaginalis, karena bisa memperburuk infeksi.
Wanita yang tidak dapat menghindar dari resiko infeksi ini (misalnya pada gangguan sistem kekebalan atau pemakaian antibiotik jangka panjang), mungkin memerlukan obat anti jamur atau pengobatan pencegahan lainnya.
Kandidiasis Genitalis adalah sautu infeksi jamur pada vagina atau penis, biasanya dikenal sebagai thrush.
PENYEBAB
Jamur Candida albicans. Jamur ini secara normal hidup di dalam kulit atau usus. Dari sini jamur bisa menyebar ke alat kelamin. Candida biasanya tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
Kandidiasis genitalis lebih sering terjadi terutama karena meningkatnya pemakaian antibiotik, pil KB dan obat-obat lainnya yang menyebabkan perubahan suasana vagina sehingga memungkinkan pertumbuhan Candida. Kandidiasis lebih sering ditemukan pada wanita hamil atau wanita dalam siklus menstruasi dan pada penderita kencing manis.
Selain itu, pemakaian obat (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi untuk kanker) dan penyakit yang menekan sistem kekebalan (misalnya AIDS) juga mempermudah terjadinya penyakit ini.
GEJALA
Kandidiasis genitalis biasanya menyebabkan gatal atau iritasi pada vagina dan vulva dan bisa disertai pengeluaran sekret dari vagina. Iritasinya berat, tetapi sekretnya sedikit. Vulva tampak kemerahan dan bengkak. Kulitnya kasar dan pecah-pecah. Dinding vagina biasanya tertutup oleh bahan seperti keju yang berwarna putih, tapi bisa juga tampak normal.
Pria biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala, tetapi pada ujung penis (glans penis) dan pada kulitnya (pada pira yang tidak disunat) bisa terjadi luka dan iritasi, terutama setelah melakukan hubungan seksual. Kadang-kadang keluar sedikit sekret dari penis. Ujung penis dan kulitnya tampak merah, dengan keropeng kecil dan bisa tertutup oleh bahan seperti keju yang berwarna putih.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh bahan dari vagina atau penis. Bisa juga dibuat biakan dari bahan tersebut.
PENGOBATAN
Pada wanita, pengobatan dilakukan melalui pencucian vagina dengan sabun dan air, mengeringkannya dengan handuk dan kemudian mengoleskan krim anti jamur yang mengandung klotrimazol, mikonazol, butokonazol atau tiokonazol dan terkonazol. Pilihan lainnya adalah ketokonazol, flukonazol atau itrakonazol yang diberikan per-oral (melalui mulut).
Pada pria, penis (dan kulitnya pada laki-laki yang tidak disunat) harus dicuci dan dikeringkan sebelum diolesi dengan krim anti jamur (misalnya yang mengandung nistatin). Kadang-kadang wanita yang memakai pil KB harus menghentikan pemakaiannya untuk beberapa bulan, selama pengobatan kandidiasis vaginalis, karena bisa memperburuk infeksi.
Wanita yang tidak dapat menghindar dari resiko infeksi ini (misalnya pada gangguan sistem kekebalan atau pemakaian antibiotik jangka panjang), mungkin memerlukan obat anti jamur atau pengobatan pencegahan lainnya.
Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)
DEFINISI
Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena:
- tidak enak dilihat,
- bisa terinfeksi bakteri
- bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.
PENYEBAB
Virus papilloma. Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis, mulut, tenggorokan atau kerongkongan.
GEJALA
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan di bawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.
Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).
Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk meyakinkan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan. Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin.
PENGOBATAN
Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal. Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal.
Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil. Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik. Kutil genitalis sering kambuh dan memerlukan pengobatan ulang. Pada pria yang belum disunat, kekambuhan bisa dicegah dengan menjalani penyunatan.
Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena:
- tidak enak dilihat,
- bisa terinfeksi bakteri
- bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.
PENYEBAB
Virus papilloma. Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis, mulut, tenggorokan atau kerongkongan.
GEJALA
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan di bawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.
Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).
Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk meyakinkan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan. Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin.
PENGOBATAN
Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal. Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal.
Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil. Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik. Kutil genitalis sering kambuh dan memerlukan pengobatan ulang. Pada pria yang belum disunat, kekambuhan bisa dicegah dengan menjalani penyunatan.
Langganan:
Postingan (Atom)