Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

BEBERAPA PENYEBAB MIMISAN PADA ANAK

PENYEBAB MIMISAN | CARA MENGATASI MIMISAN PADA ANAK
PENYEBAB MIMISAN PADA ANAK
Hal yang wajar apabila terjadi panik ketika melihat darah mengalir dari hidung sang buah hati tercinta. Namun, akan lebih baik bila segera bertindak untuk mengobati mimisan ini. Bila perlu, cari tahu apa penyebab mimisan pada anak guna memperkecil risiko si kecil mengalaminya lagi.

BEBERAPA PENYEBAB MIMISAN PADA ANAK
Penyakit mimisan atau lebih bisa disebut mimisan bisa dialami oleh siapa saja, meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui, bahwa di bagian dalam depan rongga hidung kita ada kumpulan pembuluh darah. Nah, pada anak, kumpulan pembuluh darah ini biasanya lebih rentan pecah, dan menimbulkan perdarahan. Biasanya, pembuluh darah serta sel lendir pada rongga hidung anak tersebut akan lebih kuat setelah ia lulus sekolah dasar.

Penyebab mimisan:
1. Benturan pada hidung, misalnya karena anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
2. Kebiasaan mengorek hidung yang berlebihan, misalnya karena gatal, atau anak berusaha mengeluarkan kerak hidung yang mengering.
3. Hidung kemasukan benda asing, seperti biji-bijian, atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi dan terjadinya perdarahan (biasanya ditandai dengan terciumnya bau busuk dari lubang hidungnya).
4. Perubahan cuaca, misalnya dari bermain di bawah terik matahari lalu masuk ke dalam rumah ber-AC, atau menghadapi perubahan tekanan udara.
5. Penyakit infeksi, terutama yang disertai demam tinggi secara mendadak, seperti demam berdarah.
6. Penyakit darah, seperti leukemia (kanker darah) dan hemofilia (darah tidak bisa membeku).

CARA MENGATASI MIMISAN PADA ANAK
Mimisan digolongkan menjadi 2, ringan dan berat. Mimisan ringan apabila sumber perdarahan adalah dari bagian depan rongga hidung. Sementara mimisan yang berat terjadi bila sumbernya dari dalam atau belakang rongga hidung. Mimisan jenis ini harus lebih diwaspadai dan dicari tahu apa penyebabnya.

Sekitar 90% kasus mimisan pada anak tergolong ringan, dan dapat diatasi sendiri di rumah. Jadi, begitu anak mimisan, lakukanlah segera tindakan berikut:

1. Minta anak duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk ke depan, agar darah tidak mengalir ke bagian belakang (darah yang tertelan dapat merangsang timbulnya batuk atau rasa mual sehingga anak muntah).
2. Kalau keadannya terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di punggunggnya.
3. Jepit kedua cuping hidung dengan jari tangan selama sekitar 5 menit. Sementara itu mintalah anak untuk bernapas melalui mulut.
4. Bersihkan darah yang mengotori wajahnya.
5. Kompres dingin pada batang hidung juga bisa membantu menghentikan perdarahan.
6. Bila perdarahan belum juga berhenti, sumbat hidungnya dengan kain kasa atau sapu tangan yang bersih, lalu bawa anak segera ke dokter. Selama dalam perjalanan, usahakan agar anak selalu dalam posisi duduk menyandar.

Satu hal yang perlu diingat dalam melakukan pertolongan adalah bersikap tenang. Kepanikan hanya akan membuat tindakan Anda jadi tidak rasional dan merugikan si kecil.

Apabila setelah 10 menit perdarahan masih berlanjut, dan disertai panas, sebaiknya segera bawa anak ke dokter. Karena, bisa jadi ini merupakan indikasi suatu penyakit serius, seperti demam berdarah, tumor ganas pada rongga hidung, kanker darah, atau haemofilia.

Dokter akan mencari sumber perdarahan dengan bantuan alat pengisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah. Kemudian, hidung 'disumbat' tampon khusus untuk hidung selama 3-5 menit. Dengan cara ini dapat diketahui apakah sumber perdarahan dari depan atau belakang rongga hidung. Pada kasus-kasus tertentu diperlukan pemeriksaan laboratorium dan/atau radiologi.

Semoga informasi mengenai beberapa penyebab mimisan pada anak dan cara mengatasi mimisan diatas dapat membantu :)
*berbagai sumber

Selasa, 19 April 2011

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI BAYI

Makanan Yang Harus Dihindari Bayi. Informasi mengenai Makanan Yang Harus Dihindari Bayi berdasarkan Usia sangat berguna bagi mereka yang sedang mempunyai bayi. Ya.. share aja dech siapa tahu informasi ini berguna dan kebetulan sehatzblog juga sedang mempunyai baby yang baru berusia 7 bulan.. yuk kita ikuti aja Informasi mengenai Makanan Yang Harus Dihindari Bayi berdasarkan Usia..

Shevira Dwiardiyani Putri Dy
Terkadang Beberapa orangtua kadang tidak sabar ingin cepat-cepat memberikan makanan untuk bayinya bahkan ada sebagian orang yang telah memberikan makan pada bayinya yang masih berusia 2 bulan atau kurang. Tapi ingat, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi berdasarkan usianya.

Saat bayi tumbuh dan bertambah usianya maka orangtua mulai ingin memperkenalkan beberapa variasi makanan untuknya. Tapi tidak semua makanan aman bagi anak, beberapa diantaranya memiliki bahaya tersedak dan yang lainnya tidak baik dikonsumsi karena bayi belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.

Di kutip dari detik.com, berikut ini Makanan Yang Harus Dihindari Bayi berdasarkan Usia

Usia 4-6 bulan

Orangtua sebaiknya tidak memberikan makanan jenis apapun pada bayi sekalipun makanan tersebut lembut atau berupa bubur, karena semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah tercukupi melalui ASI sampai 6 bulan pertama.

Usia 6-12 bulan
Meskipun bayi sudah boleh menerima makanan selain susu, tapi beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari oleh bayi yaitu:
  1. Madu, ada kemungkinan madu mengandung Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan botulisme. Pada orang dewasa saluran ususnya bisa mencegah pertumbuhan spora ini, tapi pada bayi spora ini bisa tumbuh dan menghasilkan racun yang mengancam jiwa.
  2. Selai kacang, selai kacang umumnya memiliki tekstur yang lengket sehingga membuat bayi sulit untuk menelan.
  3. Susu sapi, umumnya bayi tidak bisa mencerna protein dalam susu sapi untuk 1 tahun pertama. Selain itu ia juga tidak membutuhkan semua nutrisi yang terkandung di dalam susu, dan jumlah tertentu dari mineral bisa merusak ginjalnya.
  4. Makanan dengan potongan besar, sayuran seperti wortel, seledri atau tomat, daging atau keju sebaiknya dipotong dadu kecil, diparut atau direbus lalu dipotong untuk mencegah makanan tersebut terjebak di tenggorokan. Sedangkan untuk buah sebaiknya diberikan dalam bentuk jus.
  5. Makanan keras, jenis makanan seperti kacang-kacangan, popcorn, permen keras, kismis atau buah kering lainnya berpotensi tersedak.

    Usia 12-24 bulan

    1. Susu rendah lemak, sebagian besar anak balita muda membutuhkan lemak dan kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan, karena itu hindari susu yang rendah lemak untuk anak dibawah usia 2 tahun.
    2. Hindari pula makanan yang berpotensi menyebabkan tersedak.

      Usia 24-36 bulan
      Meskipun anak sudah lebih banyak mengonsumsi variasi makanan, tapi masih ada kemungkinan ia tersedak oleh makanan. Untuk itu tetap hindari makanan yang keras, berpotongan besar serta permen karet karena umumnya anak belum mengerti cara mengonsumsi yang benar. Selain itu hindari anak makan sambil berjalan, menonton tv atau melakukan hal lain yang bisa mengalihkan perhatiannya dari makanan.

      Makanan yang dikonsumsi anak memiliki fungsi penting sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangannya, tapi orangtua juga harus mempertimbangan sistem pencernaan yang dimiliki oleh anak apakah sudah sempurna atau belum.... Smoga aja.. Informasi Makanan Yang Harus Dihindari Bayi berdasarkan Usia dapat bermanfaat :)

      Minggu, 14 November 2010

      BEBERAPA LARANGAN SAAT HAMIL BESERTA ALASANNYA

      Disaat hamil apapun yang dilakukan dan di konsumsi bisa mempengaruhi kehamilan dan kondisi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu ibu hamil tidak semua kegiatan atau makanan dan minuman boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Berikut ini penjelasan mengenai 5 larangan dan penjelasan yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil (detik.com), yaitu :

      BEBERAPA LARANGAN SAAT HAMIL BESERTA ALASANNYA

      Alkohol
      Organisasi kesehatan dunia (WHO) serta pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC) mendorong perempuan yang sedang hamil untuk tidak mengonsumsi alkohol setetes pun.

      Hal ini karena konsumsi alkohol selama hamil dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Peminum alkohol berat dikaitkan dengan fetal alcohol syndrome yang gejalanya mencakup kecacatan pada wajah, IQ rendah, keterbelakangan mental, koordinasi buruk, perilaku agresif dan masalah lainnya.


      Kafein
      Kafein bisa melintasi plasenta sehingga meningkatkan laju jantung dan juga pernapasan janin. Satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah kafein dapat mengurangi penyerapan zat besi pada ibu yang secara teoritis dapat memicu anemia. Karena perempuan hamil rentan terkena anemia, maka mengonsumsi kafein bisa memberikan efek buruk dan memperparah keadaan seperti pusing, kelelahan serta detak jantung tak teratur.

      Studi tahun 2008 yang dimuat dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan konsumsi lebih dari 200 mg kafein (sekitar 10 ons kopi) per hari bisa meningkatkan dua kali lipat risiko keguguran pada usia kehamilan 71 hari. Studi lainnya menunjukkan konsumsi kafein terkait dengan cryptorchidism (testis yang tidak turun) pada bayi laki-laki.


      Hot tubs (berendam air panas)
      Tujuannya adalah menghindari peningkatan suhu inti tubuh yang dapat mempengaruhi perkembangan janin dan risiko keguguran terutama selama trimester pertama, dan berendam air panas juga dapat memicu terjadinya dehidrasi serta meningkatkan denyut jantung. Karenanya mandi kolam air panas atau sauna sebaiknya dihindari.

      Selain itu perempuan yang tinggal di iklim panas harus lebih berhati-hati agar tidak terlalu panas dengan cara tinggal di dalam rumah, menggunakan AC serta menghindari udara panas.


      Mewarnai rambut
      Sebuah studi tahun 2005 yang didukung oleh National Institute of Health menemukan hubungan antara ibu yang mewarnai rambut sebelum atau selama hamil bisa meningkatkan risiko neuroblastoma, yaitu salah satu jenis kanker pada anak. Namun penyebab pastinya belum dapat diketahui dengan jelas, sehingga perlu dilakuakn studi lebih lanjut.

      Meski demikian American Pregnancy Association menuturkan sedikit pewarna yang bersentuhan dengan kulit ibu bisa diserap oleh tubuh dan masuk ke dalam aliran darah.


      Perjalanan udara
      Beberapa kondisi kesehatan tertentu selama hamil bisa menimbulkan risiko saat melakukan perjalanan udara. Sebagai contoh, hipertensi selama hamil (preeclampsia) dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah yang nantinya berujung pada trombosis vena (deep vein thrombosis).

      Sementara itu studi tahun 1999 menemukan pekerja udara memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran selama trimester pertama. Karenanya sebelum ibu hamil bepergian menggunakan pesawat, pastikan untuk memeriksa kondisi kesehatan dan janin yang dikandungnya terlebih dahulu.

      Rabu, 24 Maret 2010

      Kenapa Bayi Harus Berjemur Di Bawah Sinar Matahari Pagi?

      Kenapa Bayi Harus Berjemur Di Bawah Sinar Matahari Pagi?Saat ini banyak orangtua yang berpikir dengan memberi bayi ASI dan susu formula cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Mereka tak sadar bahwa asupan gizi dari susu tak mampu mencukupi kebutuhan vitamin D pada bayi.

      Penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkap, sebagian besar bayi tidak mendapat cukup asupan vitamin D, sekalipun diberi susu formula. Sebanyak sembilan dari 10 bayi yang diberi ASI menerima vitamin D di bawah level yang disarankan dokter.

      Sementara studi Centers for Disease Control and Prevention mengungkap, 37 persen bayi yang mengasup susu formula bayi berisiko tinggi kekurangan vitamin D. "Kita harus mendidik agar ibu dan layanan kesehatan masyarakat menyertakan suplemen vitamin D," kata Cria Perrine, ahli gizi yang terlibat dalam studi itu, seperti diberitakan dari Health.

      Penelitian yang terbit pekan ini dalam Jurnal Pediatric menunjukkan risiko kesehatan akibat kekurangan vitamin D bagi anak dan dewasa. Vitamin D penting bagi kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan berbagai proses tubuh lainnya.

      Terlalu sedikit vitamin D pada anak dikaitkan dengan tulang lunak, peningkatan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan rendahnya kolesterol baik (HDL) di kemudian hari.

      Sedangkan defisiensi kekurangan vitamin D pada bayi memicu gangguan rakhitis atau lunak tulang, infeksi pernapasan dan penyakit kronis seperti diabetes tipe 1. Jumlah vitamin D yang dianjurkan harus dikonsumsi bayi dan anak-anak mencapai 200-400 mg setiap hari.

      Selain suplemen vitamin D bagi ibu yang menyusui, menjemur bayi dan anak di bawah sinar matahari selama 10-15 menit akan meningkatkan proses produksi vitamin D pada tubuh bayi dan anak. Sinar matahari dikenal sebagai sumber utama vitamin D. Paparan sinar matahari akan merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D.

      Wanita hamil dan menyusui pun sangat dianjurkan untuk mengasup vitamin D yang cukup setiap hari. Asupan vitamin D yang cukup bermanfaat untuk mencegah gangguan tulang.

      Berdasar survei terhadap lebih 500 wanita, sekitar 3/4 atau 74 persen di antaranya tidak tahu bahwa wanita hamil rentan kekurangan vitamin D. Mereka juga tidak tahu bahwa vitamin D membantu menjaga tulang tetap sehat.

      Hampir 2/3 atau 29 persen dari responden tidak menyadari bahwa sumber utama vitamin D diperoleh melalui sinar matahari. Mereka tidak tahu paparan sinar matahari akan merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D.

      "Bahkan jika Anda mengkonsumsi makanan diet seimbang yang sehat sebelum dan selama kehamilan, Anda mungkin tidak akan mendapatkan cukup vitamin D untuk Anda dan bayi Anda," kata Dr Minoo Irani, konsultan dokter anak dari NHS Berkshire East.

      Vitamin D bermanfaat membantu tubuh menyerap kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan riketsia pada janin, yaitu suatu kondisi di mana tulang menjadi ringkih. Sementara bagi ibu hamil, bisa memicu osteomalasia atau gangguan nyeri pada tulang dan otot lemah.

      Selain berjemur, wanita hamil juga perlu mengkonsumsi makanan mengandung vitamin D seperti margarin dan susu. Waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar matahari penghasil vitamin D adalah antara pukul 10.00 hingga 14.00.

      Di Inggris, seluruh wanita hamil wajib mengonsumsi suplemen vitamin D secara teratur hingga masa menyusui. Sebab, paparan sinar matahari di negara itu tak maksimal. Tambahan suplemen diperlukan sebagai tindakan pencegahan terhadap defisiensi gangguan tulang seperti rakitis pada bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun.

      Untuk memaksimalkan program itu, Departemen Kesehatan Inggris menyediakan suplemen termasuk vitamin D gratis untuk para ibu hamil. Pemerintah setempat juga menyediakan vitamin tetes bagi anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Khusus di Indonesia, vitamin gratis bisa didapatkan melalui posyandu atau puskesmas setempat.
      [suaramedia.com]

      Selasa, 09 Maret 2010

      Ingin Punya Anak Laki? Sarapan dan Makan Lemak Tinggi Aja

      Ingin Punya Anak Laki? Sarapan dan Makan Lemak Tinggi AjaMakanan yang dikomsumsi oleh seorang wanita di tahap awal kehamilannya dapat mempengaruhi jenis kelamin yang dikandung? Peneliti mengungkapkan melakukan sarapan pagi dan konsumsi lemak tinggi dapat meningkatkan peluang melahirkan anak laki-laki.

      Ilmuwan mengklaim perempuan yang makan sarapan pagi dan lemak tinggi pada saat pembuahan lebih memungkinkan untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara itu konsumsi rendah lemak dan diet yang panjang lebih memungkinkan memiliki anak perempuan.

      "Konsumsi kalori tinggi secara umum memungkinkan untuk melahirkan anak laki-laki, sedangkan konsumsi rendah kalori cenderung menghasilkan anak perempuan," ujar Dr Cheryl Rosenfeld dari University of Missouri, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (9/3/2010).

      Peneliti menganalisis gen dalam plasenta tikus hamil (yang organnya sama seperti manusia) yang diberi makanan lemak atau karbohidrat tinggi dan tikus hamil yang diberi makanan rendah kalori. Ternyata masing-masing kelompok memiliki efek yang berbeda.

      Hasil yang didapatkan adanya perubahan dalam hal jenis kelamin, janin perempuan lebih sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya dan ada beberapa gen yang dipengaruhi. Setelah 12 hari ditemukan perbedaan pada 2.000 gen termasuk gen yang terlibat dalam fungsi ginjal dan indera penciuman (bau).

      Peneliti menyimpulkan bahwa ekspresi gen dalam plasenta tikus dibentuk oleh apa yang dikonsumsi ibunya. Studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengikuti studi dua tahun lalu yang menyatakan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi.

      Hasilnya, ternyata didapatkan makanan berkalori tinggi dan sarapan yang teratur kemungkinan meningkatkan peluang melahirkan anak laki-laki.

      Studi ini juga menunjukkan asupan kalori yang lebih tinggi selama waktu pembuahan dapat mengubah peluang memiliki anak laki-laki sebesar 10-11 dari setiap 20 kelahiran.

      Meningkatnya peluang melahirkan anak laki-laki karena makanan yang dikonsumsi cenderung mengandung beragam nutrisi termasuk kalium, kalsium, vitamin C, E dan B12.
      [health.detik.com]

      Selasa, 16 Februari 2010

      Aneka Resiko dari Obat Nyamuk

      Aneka Resiko dari Obat NyamukGara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles, ataupun elektrik. "Pada prinsipnya, semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr H Bambang Supriyatno SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan tetapi, hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat nyamuk.

      Akan tetapi, tahukah para ibu dan ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.

      Aneka risiko

      Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.

      Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberikan wewangian tertentu karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap. "Nah, asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan. Jadi, berlipatgandalah dampak buruk si obat nyamuk ini."

      Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk, sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir nyamuk," jelas Bambang.

      Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis tiap-tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.

      Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi membahayakan kesehatan manusia.

      Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik.

      Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.

      Batuk jadi pertanda

      Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.

      "Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Nah, organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.

      Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
      Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.

      Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.

      Lain lagi jika terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya, kulitnya akan kemerahan. Dan, ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin bisa menjadi eksim.
      [kompas.com]

      Kamis, 04 Februari 2010

      Ternyata Mencukur Rambut Bayi itu Penting

      Mencukur Rambut Bayi-SehatZBlogPada dasarnya fakta yang benar mencukur rambut bayi adalah untuk alasan kesehatan. Mencukur rambut bayi di sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi tradisi sehingga ada yang mencukurnya saat bayi berusia 7 hari, ada pula yang mencukurnya saat berusia 40 hari.

      Sebagian orangtua percaya jika rambut anaknya dicukur maka nantinya akan tumbuh lebih tebal dan cepat. Tapi mitos ini tidak terbukti kebenarannya karena belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

      "Alasan orangtua untuk mencukur rambut bayinya mungkin lebih tepat untuk alasan kesehatan karena belum tentu akan membantu rambut tumbuh menjadi lebih tebal atau cepat," ujar pakar rambut Karen Shelton seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (3/2/2010).

      Rambut seseorang tumbuh dari folikel (tabung rambut) yang berada di bawah permukaan kulit kepala. Jadi apapun yang dilakukan orang dengan rambut bagian luarnya tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan dari folikel rambut itu sendiri.

      Sebenarnya sudah menjadi hal yang umum bahwa bayi akan kehilangan rambutnya selama enam bulan pertama. Hal ini disebut dengan telogen effluvium. Pada intinya rambut memiliki dua fase yaitu fase pertumbuhan dan fase istirahat. Rambut akan masuk ke fase istirahat jika tubuh sedang demam atau adanya perubahan hormonal.

      Rambut rontok biasanya dimulai saat memasuki tahap pertumbuhan yaitu saat usianya 3 bulan ke atas. Seorang bayi yang baru lahir, kadar hormonnya akan turun tepat setelah dilahirkan. Hal inilah yang menyebabkan rambut bayi terlihat tipis saat baru lahir.

      "Jika orangtua memutuskan untuk mencukur rambut bayi, sebaiknya dilakukan saat bayi sedang tidur sehingga tidak banyak bergerak. Ini berguna agar tidak berisiko melukai kulit kepala bayi," ujar dokter kulit pediatrik, Michael Smith.

      Mencukur rambut bayi sangat bagus untuk membersihkan kepala bayi dari kotoran atau lemak yang menempel di kepala saat bayi dilahirkan. Dengan begitu maka kepala bayi akan bersih dan menghindari kemungkinan munculnya penyakit akibat rambut yang tidak bersih.

      Selain itu jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan rambut si bayi dengan rajin keramas sambil dipijat ringan agar bayi tidak stres. Jadi tak ada salahnya untuk mencukur rambut bayi baru untuk alasan kesehatan agar lemak-lemak yang menempel di rambut dan kulit kepala saat lahir bisa dibersihkan.
      Sumber: detikhealth.com

      Rabu, 27 Januari 2010

      APAKAH PERLU BAYI DIBEDONG ?

      Tradisi bedong bayi, sepertinya sudah tidak asing ditelinga kita semua. Akan tetapi tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Membedong bayi dianggap bisa mengganggu saraf motorik bayi karena si mungil jadi tidak bebas bergerak. Masih perlukah bayi dibedong? Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.

      Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja.

      "Secara normal bayi yang baru lahir kakinya memang bengkok itu karena selama dikandungan posisinya selalu meringkuk,tapi nantinya kaki bayi akan lurus dengan sendirinya," ujar Dr Dewi K Utama, SpA saat dihubungi detikHealth, Minggu (24/1/2010).

      Dr Dewi menuturkan, manfaat bayi dibedong sebenarnya agar bayi menjadi lebih kalem dan nyaman. Karena beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu transisi atau adaptasi antara keadaannya di dalam rahim dengan lingkungan.

      Saat di dalam rahim ibunya bayi tidak leluasa bergerak, sedangkan saat sudah lahir bayi menjadi kaget karena bisa bergerak lebih leluasa. Reaksi kaget ini disebut dengan refleks morro.

      "Jika bayi dibedong saat masih dalam masa neonatal atau hingga usia 40 hari, maka bayi akan merasa seperti saat terpeluk di dalam rahim ibunya dimana bayi merasa aman dan nyaman," ujar Dr Dewi.

      Tapi dia mengingatkan sebaiknya orangtua tidak asal membedong bayinya, karena jika bedongannya terlalu kuat atau tebal bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

      Jika udara disekitar panas dan orangtua membedong bayi secara ketat akan membuat bayi menjadi kepanasan (overheat). Hal ini bisa mempengaruhi sistem saluran pernapasan dari bayi tersebut.

      Membedong juga tidak perlu keseluruhan tubuh bayi. Bedonglah bayi mulai dari bahu bayi hingga kakinya, dan juga bedongan bayi sebaiknya agak sedikit longgar agar bayi masih bisa sedikit bergerak.

      "Sebaiknya setiap 2 jam orangtua mengecek kondisi bayinya dan jangan membedong bayi terlalu lama. Kalau bayi terlihat berkeringat maka ini menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, karenanya lebih baik melepas terlebih dahulu bedongannya," ujar dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta.

      Jika setelah mandi bayi diberikan pakaian dari bahan katun dan dibedong dengan kain yang tidak panas, maka ini bisa membuat bayi merasa nyaman sehingga bayi akan tidur dengan lebih nyenyak dan tenang.

      Kalau bayi memang senang dibedong, maka tak ada salahnya untuk selalu membedong bayi. Tapi sebaiknya jika bayi sudah mulai aktif bergerak orangtua tak perlu membedong seluruh tubuhnya biarkan tangan bayi keluar agar bisa bergerak-gerak. Namun jika bayi tidak merasa nyaman untuk membedong, orangtua jangan memaksanya.

      "Perlu atau tidaknya bayi dibedong, tergantung dari karateristik si bayi. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa diteruskan. Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa," tambahnya.

      Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan. Bayi yang dibedong juga memudahkan ibu untuk menyusui.

      Tapi membedong bukanlah untuk meluruskan kaki bayi. Jika bayi tidak kaget-kaget lagi ketika tidur itu tanda si bayi sudah mulai beradaptasi dan penggunaan bedong sebaiknya jangan terlalu sering agar otot motoriknya bisa bergerak maksimal
      Sumber: detik.com

      Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi

      Kalau sebelumnya sudah posting mengenai Fakta Mengejutkan Pada Tubuh Manusia, nah untuk kali ini Fakta Menarik Tingkah Polah Bayi. Tidak semua fakta mengenai bayi diketahui oleh masyarakat apalagi orangtuanya. Cari tahu fakta menarik apa saja seputar tingkah polah si bayi agar orangtua tidak terkaget-kaget. Apapun latar belakang etnisnya, semua bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.

      Seperti dikutip dari Askamum, Selasa 26/1/2010) masih ada beberapa fakta lain yang jarang diketahui masyarakat, yaitu:

      1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.

      2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.

      3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.

      4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.

      5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.

      6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.

      7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.

      8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.

      9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.

      10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.

      11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.

      12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.

      13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.

      14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.

      15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.

      16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.

      17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.

      18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.

      19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.

      20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.
      Sumber: detik.com