Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Lemak Esensial Penunjang Pertumbuhan

http://sehat-ituindah.blogspot.com
TUMBUH kembang secara optimal bisa dilakukan dengan memenuhi asupan lemak esensial yang bisa didapatkan dari menu makanan anak yang dikonsumsi.

Setiap harinya seorang anak harus mendapatkan asupan komposisi seimbang antara karbohidrat (50-60 persen), protein (15-20 persen), lemak (30 persen), dan beragam jenis vitamin. Dari total 30 persen lemak yang dikonsumsi, sebaiknya tidak lebih dari 7 persen lemak adalah lemak jenuh (SAFA) dan 25 persen adalah lemak tidak jenuh.
Dikatakan oleh pakar gizi klinik yang juga anggota dari PDGKI (Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia), Dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK, bahwa menu menyajikan menu makan yang cerdas oleh orang tua sangat diperlukan demi terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol, dan menyenangkan.

“Dalam mempersiapkan asupan makanan pada anak, kuncinya ada lah 3J yaitu jenis, jumlah dan jadwal,” katanya dalam acara peluncuran Blue Band Gold bertema “Pastikan Anak Dapat Asupan Lemak Esensial untuk Tumbuh Kembang Optimal dengan Blue Band Gold” yang diadakan oleh produk Blue Band di Jakarta, belum lama ini.

Fiastuti menuturkan, 3J tersebut terdiri atas jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, di samping vitamin A, B1, B2, B3, B6, B9, B12, D dan E, sedangkan untuk jumlah, maka jumlah kalori yang dikonsumsi harus sesuai kebutuhan dan dengan jadwal makan yang teratur.

Untuk memenuhi kecukupan nutrisi anak, asupan lemak esensial bisa membantu anak untuk tumbuh optimal.

Fiastuti menjelaskan, asam lemak esensial (essential fatty acid) sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak karena merupakan komponen pembentukan sel membran yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan fisik mereka.

Asupan lemak esensial juga dapat menjadikan sel membran menjadi lebih lentur dan mampu menyerap nutrisi lebih baik karena membantu membentuk dan mengintegrasikan sel-sel membran.

Ersa mayori adalah salah satu artis yang berusaha keras menerapkan pola makan sehat pada anak-anaknya. “Sejak kecil, ibu selalu menyediakan makanan sehat di rumah, kini saya pun menanamkan kebiasaan sehat kepada anak saya sedari dini,” tutur artis cantik ini.

Ersa menuturkan, karena kebiasaan ibunya, ia pun tertular untuk selalu menyediakan makanan sehat untuk anaknya, seperti yang ia berikan kepada anaknya, Aiska Variana, 6. Ersa menuturkan, karena sangat aktif di sekolah, maka ia harus memastikan komposisi asupan makanannya seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak agar kebutuhan gizinya selalu tercukupi.

“Bekal yang disiapkan untuk dibawa Kika ataupun makan siang di rumah menunya bervariasi, antara lain roti isi, makaroni, dan buah potong. Selain memberikan nutrisi, juga harus lezat agar anak suka memakannya,” sebutnya dalam acara yang sama.
Untuk memenuhi konsumsi asupan lemak esensial agar lebih seimbang, maka bisa dilakukan dengan menambahkan Blue Band Gold pada saat menyiapkan makanan bergizi anak.

Dikatakan oleh Brand Manager Blue Band PT Unilever Indonesia Tbk, Agus Nugraha, bahwa Blue Band Gold varian baru dari Blue Band adalah margarin yang dibuat dengan minyak nabati dengan kandungan lemak esensial lebih banyak yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Indonesia.
Sumber : www.okezone.com

Jumat, 14 Mei 2010

Mengenali Cacingan pada si Kecil

http://sehat-ituindah.blogspot.com
ANAK-ANAK rentan terkena cacingan. Selalu menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan menjadi kunci utama mencegah anak terkena cacingan.

Jangan anggap sepele cacingan karena jika tidak cepat memberantas parasit ini, dikhawatirkan anak akan kekurangan nutrisi. Cacing akan menyerap zat gizi dalam tubuh dan membuat kurus anak yang diserang. Dampaknya bagi si penderita ternyata tak kalah berbahaya ketimbang penyakit lain. Apalagi yang jadi korban kebanyakan adalah anak-anak. Akibatnya selain perkembangan fisiknya terganggu, kemampuan otak pun bisa terhambat.

Ciri-ciri anak cacingan

Mengenai kaki kasar dan belekan merupakan ciri-ciri cacingan, alangkah baiknya jika Moms memeriksakan ke dokter spesialis anak untuk lebih memastikan lagi apakah si kecil memang cacingan atau tidak. Umumnya ciri anak cacingan

Seperti dikutip dari Mom & Kiddie, dr Muhidin SpA dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Jalan Raya Bogor Km 22 Nomor 24, Rambutan, Jakarta Timur menjelaskan ciri-ciri anak kena cacingan adalah:
- Pucat, lesu, tidak bergairah.
- Gangguan pertumbuhan seperti berat badan tidak naik meski nafsu makan besar.
- Kurus namun berperut buncit.
- Anak gelisah di malam hari dan suka menggaruk pantatnya.
- Gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare berkala atau sebaliknya, sulit buang air besar.
- Batuk-batuk.

Cacing tambang dan cacing kremi

Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Sekira seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembap, dengan tingkat kebersihan yang buruk.
Cacing kremi paling sering ditemukan kebanyakan pada anak. Infeksi dapat pada seluruh lapisan sosio ekonomi. Jika satu keluarga terkena bukan berarti standar higienis keluarga tersebut buruk. Gejalanya gatal di daerah anus bisa juga di vulva vagina. Jika anak ibu tidur nungging, cari dulu apa penyebabnya? Apakah karena anusnya gatal? Atau karena apa? Jika ia terlihat menggaruk-garuk area sekitar anus bisa jadi anak Moms terkena cacing kremi.

Cegah cacingan
- Ajari anak untuk selalu membiasakan mencuci tangan dengan sabun sehabis bermain, sebelum makan, dan sesudah makan.
- Potong kuku anak secara teratur. Kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva cacing. Cucilah sayuran di air mengalir dan masaklah daging hingga benar-benar matang.
- Biasakan agar anak tidak memasukkan tangan ke dalam mulut.
- Beri obat cacing enam bulan sekali untuk memotong siklus hidup cacing. Anda bisa memulainya ketika anak berusia enam bulan.
- Jaga selalu kebersihan sanitasi lingkungan.
Sumber: www.okezone.com

Minggu, 24 Januari 2010

Sisi Positif Kebiasaan Ngemil pada Anak

http://sehat-ituindah.blogspot.com

Pada masa pertumbuhan, anak butuh asupan gizi yang memadai. Sayangnya, acap kali si kecil lebih suka ngemil dibanding menyantap makanan berat. Bagaimana menyiasatinya?

Kebutuhan anak akan nutrisi bisa didapat anak dari makanan. Tak heran, banyak orangtua yang khawatir saat anaknya malas makan. Padahal, anak harus mendapatkan gizi seimbang yang terdiri atas makro nutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), serta mikro nutrien (vitamin dan mineral). Semua unsur tersebut harus terkandung dalam makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Dengan begitu, anak mendapat asupan gizi yang seimbang, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya.

“Tumbuh kembang seorang anak dari usia sejak lahir membutuhkan zat-zat gizi. Proses di dalam tubuh kita membutuhkan tenaga yang berupa hidrat arang, lemak, dan protein. Sedangkan zat pembangun yang dibutuhkan adalah air, mineral, dan protein. Anak tidak sama tumbuhnya antara satu dengan yang lain. Semakin cepat tumbuh, semakin banyak zat gizi yang dibutuhkan lebih banyak,” papar Ahli gizi, Dr Leane Suniar M, MSc, SpGK kepada okezone

Selain makanan pokok guna menyokong masa pertumbuhan anak. Dibutuhkan juga snack, atau yang dikenal sebagai camilan. Anak kecil membutuhkan camilan dan kebiasaan ngemil pada anak sebenarnya tidak sepenuhnya buruk asalkan orangtua memperhatikan betul kandungan gizi dari camilan yang dikonsumsi anak-anaknya. Karena itulah anak-anak harus dibiasakan mengonsumsi camilan sehat sehingga akan terlatih memilih makanan yang sehat hingga dewasa kelak.

“Snack itu selalu dibutuhkan. Setiap tiga jam harus diberi makanan tambahan yang mudah dicerna dan diserap tubuh. Sehingga memenuhi zat gizi,” jelas Dr Leane Suniar M, MSc, SpGK.

Di sinilah kreativitas dan kecerdikan orangtua ditantang untuk menyiasatinya melalui perencanaan camilan yang sehat bagi si kecil. Kebiasaan mengonsumsi makanan kecil memang sudah menjadi pola hidup yang sulit dihilangkan. Berdasarkan informasi dari mayoclinic.com, snack time alias waktunya ngemil adalah saat yang paling ditunggu anak-anak di Amerika. Tak heran bila seperempat energi harian anak-anak ini didapat dari makanan ringan.

Selain itu, menurut Leane, jajanan atau camilan yang diberikan pada anak seharusnya sesuai dengan kebutuhannya dan tidak boleh berlebihan. Apalagi jika mengonsumsi makanan dengan kalori tinggi, sehingga bisa memicu obesitas pada anak.

“Makanan dan minuman yang dikonsumsi termasuk snack, diperlukan sebagai energi, zat pembangun dan pengatur tubuh,” jelas wanita yang juga anggota Komite Olimpiade Indonesia ini.

Lantas, bagaimana bila sang anak terlanjut mengalami obesitas? Di sinilah pentingnya peranan orangtua, terutama ibu dalam mengarahkan si anak. Ibu harus benar-benar cermat menyiasati permintaan anak akan camilan. Itu karena membujuk anak tidaklah mudah, terutama saat meminta mereka mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pada anak kecil, makanan-makanan tersebut cenderung tidak terlalu disukai, sehingga dibutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi camilan yang menarik dan juga lezat.

“Snack berupa agar-agar, buah, ataupun pastel isi sayuran bisa untuk yang sedang ber-diet,” tutup wanita berkaca mata tersebut sambil tersenyum
.
Sumber : okezone.com

Senin, 22 Juni 2009

Waspada! 30 Penyakit Akibat Pemanasan Global

http://sehat-ituindah.blogspot.com

BERDASARKAN Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Munculnya penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat. Yang paling jelas kelihatan adalah penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.

Untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia itu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing negara. Upaya itu baru akan berhasil jika dilakukan melalui kerja sama global, seperti misalnya meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyakit-penyakit infeksi, memastikan penggunaan air tanah yang kian surut, dan mengoordinasikan tindakan kesehatan darurat.

Itu semua penting dilakukan karena perubahan iklim ini jelas-jelas akibat dari kegiatan manusia yang tak peduli terhadap keseimbangan alam, yang kemudian berimplikasi serius terhadap kesehatan publik. Selain menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim juga mengakibatkan berbagai bencana alam yang sangat besar.

Jangan ragu, ayo selamatkan bumi sekarang juga! Mulailah dari hal sederhana yang bisa Anda dan keluarga lakukan, misalnya menghemat listrik dan air, mengurangi penggunakan kantong plastik, memilah-milah sampah sesuai jenisnya, dan sebagainya.

Sumber: okezone.com