Senin, 26 Oktober 2009

Inilah Penyebab Penyakit Jantung Koroner!

http://sehat-ituindah.blogspot.com
DI BANYAK negara, termasuk Indonesia, penyakit jantung koroner (PKJ) adalah pembunuh nomor satu. Penyakit yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner ini dipicu oleh banyak faktor. Gaya hidup tak sehat adalah salah satu faktor yang memicu terjadinya penyakit ini.

Menurut Prof Dr Dr Budhi Setianto SpJP, ahli penyakit jantung dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, koroner adalah pembuluh darah atau arteri. Fungsinya adalah memberi makan otot jantung supaya jantung dapat berfungsi dengan baik. "Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang mendarahi otot jantung," katanya.

Pembuluh darah menyempit karena ada penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Proses ini disebut aterosklerosis. Ketika arteri atau pembuluh darah tersumbat, aliran darah akan menurun, sehingga terjadi serangan jantung. "Serangan jantung juga disebabkan oleh vasokontriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kontraksi dari otot pembuluh darah," sambungnya.

Penyebab dan Gejala

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Pada umumnya ada dua bagian, yaitu faktor penyebab yang dapat diubah dan faktor penyebab yang tidak diubah.

Faktor penyebab yang tidak dapat diubah adalah faktor keturunan dan jenis kelamin. Jika orangtua atau kakek dan neneknya menderita penyakit jantung koroner, kemungkinan besar anaknya menderita penyakit jantung koroner, kemungkinan besar anaknya menderita penyakit ini adalah laki-laki. Banyak laki-laki berusia 30 tahun menderita penyakit ini.

Sementara faktor yang dapat diubah berkaitan dengan gaya hidup. Kegemukan, hipertensi (darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), kebiasaan merokok, dan kadar lemak darah yang tinggi bisa memicu terjadinya penyakit jantung koroner.

Demikian juga stres. Pada saat stres, terjadi ketidakseimbangan kerja pada jantung. Kerja jantung bertambah, sehingga otot jantung memerlukan banyak asupan darah.

Ada beberapa gejala yang muncul. Gejala yang khas adalah dada terasa sakit atau nyeri dan seperti dutusuk benda tajam. Biasanya rasa sakit ini berlangsung sampai 20 menit. Rasa ini, nyeri, harus benar-benar diidentifikasi untuk mengetahui apakah rasa itu disebabkan oleh kelainan jantung atau oleh gangguan otot atau gangguan pada fungsi pernapasan.

Nyeri dada jantung biasanya seperti dada ditindih benda berat dan terasa sakit pada tulang dada atau yang disebut dengan sternum. Rasa nyeri ini bisa menjalar hingga ke leher dan punggung bagian kanan dan kiri. "Sakit dada juga terjadi karena si pasien melakukan aktivitas seperti bekerja terlalu berat," jelasnya.

Jika muncul gejala seperti itu, pasien harus pergi atau dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Pasien akan langsung didentifikasi oleh dokter ahli jantung apakah benar terjadi serangan jantung koroner atau tidak. "Biasanya dokter langsung memberikan obat-obat pelebar pembuluh darah koroner atau nitrat. Kalau memang benar terjadi serangan jantung, maka akan ditangani lebih lanjut oleh dokter ahli jantung," sambungnya.

Pemeriksaan dan Pengobatan

Pertama-tama adalah anamnesis yaitu tanya jawab dengan pasien tentang sakit dada yang khas itu. Kemudian ada pemeriksaan dengan EKG (Elektro Kardiogram). "Pemeriksaan ini dilakukan pada waktu tidur atau yang disebut dengan statis," katanya.

Selanjutnya, pemeriksaan dengan cara kardiologi nuklir, yaitu sebuah bentuk pemeriksaan yang menggunakan sedikit bahan radioaktif untuk melihat aliran darah otot jantung, mengevaluasi fungsi pompa jantung, melihat luas dan lokasi otot jantung yang rusak dan melihat perfusi otot jantung.

Selain kardiologi nuklir, ada juga scanning nuklir jantung, yaitu sebuah bentuk pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini ada-tidaknya penyakit jantung koroner, untuk mengetahui pembuluh koroner mana yang memberikan dampak iskemia pada pasien yang telah dilakukan kateterisasi jantung, untuk mengevaluasi keadaan sebelum dan sesudah dilakukan balon angioplasty dan bedah pintas koroner, dan stratifikasi prognostik. "Bila gangguan perfusi nuklirnya luas, maka harapan hidup dan kejadian serangan jantung ke depan semakin buruk," tandasnya.

Pengobatan

Ada beberapa jenis obat yang biasanya diberikan kepada penderita penyakit jantung koroner ini. Pertama adalah golongan statin. Obat ini berfungsi menurunkan kadar lemak darah dengan mencegah pembentukan kolesterol terutama kolesterol jahat atau low density lippoprotein (LDL). "Obat ini juga mempunyai efek pleotropik yaitu mengurangi inflasi plak agar tidak mudah pecah. Apabila plak pecah, bisa terjadi serangan jantung," terang dr Budhi.

Statin ini hanya diminum sekali dalam sehari. Biasanya pada malam hari untuk jangka waktu yang panjang. Efek samping obat ini adalah terjadinya gangguan hati. "Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala. Setelah beberapa bulan pemakaian, biasanya otot terasa nyeri," sambungnya.

Kedua, asetosal. Asetosal berfungsi menghambat pengumpulan keping darah atau trombosit dan mencegah serangan jantung sampai 20 persen. Tapi asetosal ini tidak bisa dikonsumsi pasien yang menderita sakit lambung. Sebagai gantinya, bisa diberikan clopidrogel yang dikonsumsi selama 1 bulan sampai setahun.

Obat lain yang bisa diberikan adalah penyekat beta. "Obat ini berfungsi menurunkan denyut jantung dan melebarkan koroner atau vasodilatasi," imbuh dr Budhi. Tapi penderita asma, penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau dengan blok irama jantung tidak boleh mengonsumsi obat ini. Sebagai gantinya, bisa diberikan golongan antagonis kalsium seperti diltiazem.

Obat lain yang juga diberikan adalah penghambat enzim pengubah angiotensinogen. Obat ini mencegah perubahan struktur dan mengurangi beban jantung. "Pemberian enzim pengubah angiotensinogen itu sendiri dalam jangka panjang dan mempunyai efek samping yaitu si pasien mengalami gangguan batuk dan bisa diganti dengan golongan penghambat reseptor angiotensin," jelasnya.
Sumber: okezone.com

Minggu, 18 Oktober 2009

Hati-Hati, Mie Instan Sebabkan Gangguan Kesehatan!

http://sehat-ituindah.blogspot.com
SALAH satu jenis makanan cepat saji adalah mie. Mie ini punya beberapa jenis. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus yang dibuat dari terigu (gandum).

Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun yang dibuat dari pati tepung kacang hijau. Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba.

Dari semua jenis mie itu, yang paling populer tentu mie instan, dengan berbagai merek dan cita rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (styofoam) dalam bentuk cangkir atau mangkuk.

Mie instan sebenarnya sangat panjang. Kemudian dilipat, digoreng, dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mie instan memang tepung terigu. Namun selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil, dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazive (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain adalah karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi, dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, seperti garam, gula, cabai merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) dan bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi styrofoam dalam mie cangkir yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

Mie instan mengandung karbohidrat dan lemak karena dikeringkan dengan cara digoreng dengan minyak. Makanan instan sebetulnya kurang mengandung protein, serat, dan vitamin.

"Bumbunya biasanya mengandung banyak garam sehingga tidak baik bagi penderita tekanan darah tinggi dan MSG (monosodium glutamat) atau penyedap rasa. MSG dapat menyebabkan demam, rasa lelah, dan sakit kepala bagi yang sensitif terhadap MSG," jelas dr Sonia Wibisono.

Makanan instan biasanya hanya mengandung zat karbohidrat dan lemak saja, tanpa tambahan lauk atau sayuran. Sehingga tidak mencukupi asupan gizi.

"Jadi, sebaiknya jangan memakan makanan instan setiap hari. Sekali-sekali boleh kalau bisa, hanya sekali seminggu atau kurang. Karena tubuh membutuhkan variasi makanan untuk melengkapi gizi yang diperlukan," sambung dokter cantik ini.

Ketika hendak menyiapkan atau menyajikan mie instan, lanjut dr Sonia, sebaiknya tidak semua bumbu dituangkan atau dipakai. Secukupnya saja untuk mengurangi garam dan MSG yang masuk ke dalam tubuh. Sebaiknya tambahkan lauk seperti ayam atau telur dan sayuran ke dalam mie instan.

"Wajar jika mie instan disukai karena praktis, cepat, lezat, dan murah. Tapi tahukah Anda bahwa mie instan memiliki kandungan gizi yang sangat minim dan bahkan zat additive tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita?," tanyanya.

Meski risiko akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku berjudul What to Eat When You`re Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

"Efeknya sih pasti mengurangi kesegaran dan kecantikan. Karena kan tubuh kurang nutrisi dan mie instan itu banyak mengandung MSG-nya," tandas dr Sonia.

Kandungan utama mie adalah karbohidrat. Ada juga protein tepung dan lemak, baik dari mienya sendiri maupun dari minyak sayurnya.

"Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori. Namun sangat minim zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral, dan serat," jelas dokter kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977 ini.

Karena itulah, mie tak perlu dikonsumsi setiap hari. Cukup sesekali. Dan perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, kecambah, udang telur, sosis, atau kornet.
Sumber: okezone.com

Minggu, 11 Oktober 2009

Kesemek, Buah Centil yang Menyehatkan

Sepintas bentuk buahnya mirip buah apel, tak jarang disebut apel Jawa. Penampilan kulitnya yang ditempeli serbuk putih, banyak orang menjuluki kesemek sebagai buah centil yang dianggap suka berbedak.

Kesemek memiliki nama ilmiah Diospyros kaki yang diperkirakan berasal dari Republik Rakyat Cina, kemudian menyebar ke Kepang pada zaman purba dan dibudidayakan. Di Indonesia, tempat lain yang menghasilkan kesemek diantaranya Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, Jawa Barat dan Jawa Timur ditanam pada daerah tinggi dipegunungan.

Manfaat dan Kandungan Gizi

Berdasarkan riset banyak sumber, diketahui ternyata didalam buah kesemek tersimpan banyak zat kimia hebat. Diantaranya terdapat senyawa antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker, menjaga tekanan darah dan juga menghambat proses penuaan dini.
Mengkonsumsi kesemek dapat menghilangkan dahaga, menyehatkan paru - paru dan menguatkan limpa.

Satu hal penting, mengkonsumsi kesemek setiap hari dapat membantu mencegah pengerasan pembuluh darah. Terpeliharanya kelenturan pembuluh darah dan stabilnya tekanan darah adalah kunci utama terpeliharanya kesehatan jantung.

Buah kesemek mengandung 19,6 % karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa 0,7 % protein, vitamin A dan kalium. Setiap 100 gram kesemek mengandung energi 88 kal, karbohidrat 15 gram, kalsium 6 mg, fosfor 26 mg, retinol 813 mcg dan asam askorbat 20 mg.

Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar atau dapat diolah sebagai campuran kudapan. Yang terpenting petik atau beli buah kesemek yg warna kulitnya sudah berubah menjadi kuning.

Sumber : Tabloid Lezat

Senin, 05 Oktober 2009

Kelainan Sendi, Kenali Gejala Umumnya!

http://sehat-ituindah.blogspot.com

KELAINAN-kelainan sendi rahang umumnya terjadi karena aktivitas yang tidak berimbang dari otot-otot rahang dan atau spasme otot rahang dan pemakaian berlebihan. Banyak gejala mungkin terlihat tidak berhubungan dengan temporomandibular joint (TMJ) sendiri. Berikut adalah gejalagejala yang umum


1. SAKIT KEPALA

Hampir 80 persen pasien dengan gangguan sendi rahang mengeluh tentang sakit kepala, dan 40% melaporkan sakit muka. Sakitnya sering kali lebih menjadi lebih ketika membuka dan menutup rahang. Paparan kepada udara dingin atau udara AC dapat meningkatkan kontraksi otot dan sakit muka.

2. SAKIT TELINGA

Kira-kira 50 persen pasien dengan gangguan sendi rahang merasakan sakit telinga, namun tidak ada tanda-tanda infeksi. Sakit telinganya umumnya digambarkan sepertinya berada di muka atau bawah telinga.

Sering kali pasien-pasien dirawat berulang kali untuk penyakit yang dikirakan infeksi telinga yang sering kali dapat dibedakan dari TMJ oleh suatu yang berhubungan dengan kehilangan pendengaran (hearing loss) atau drainase telinga (yang dapat diharapkan jika memang ada infeksi telinga). Karena sakit telinga terjadi begitu umum, spesialis-spesialis kuping sering diminta bantuannya untuk membuat diagnosis dari gangguan sendi rahang.

3. BUNYI-BUNYI

Bunyi-bunyi kertakan (grinding), kercek (crunching) dan meletus (popping), secara medis diistilahkan crepitus, adalah umum pada pasien-pasien dengan gangguan sendi rahang. Bunyi-bunyi ini dapat atau tidak disertai dengan sakit yang meningkat. Atau suara "klik" atau letupan pada rahang.

4. PUSING

Dari pasien-pasien dengan gangguan sendi rahang,40% melaporkan pusing yang samar atau ketidakseimbangan (umumnya bukan suatu spinning type vertigo). Penyebab dari tipe pusing ini tidak diketahui.

5. KEPENUHAN TELINGAN

Kira-kira 30 persen pasien dengan gangguan sendi rahang menggambarkan telinga-telinga yang teredam (muffled), tersumbat (clogged) atau penuh (full). Mereka dapat merasakan kepenuhan telinga dan sakit sewaktu pesawat terbang berangkat (takeoffs) dan mendarat (landings).

Gejala-gejala ini umumnya disebabkan kelainan fungsi dari tabung eustachian (eustachian tube), struktur yang bertanggung jawab untuk pengaturan tekanan di telinga tengah. Diperkirakan pasien dengan gangguan sendi rahang mempunyai aktivitas hiper (spasme) dari otot-otot yang bertanggung jawab untuk pengaturan pembukaan dan penutupan tabung eustachian.

6. DENGUNG DALAM TELINGA (TINNITUS)

Untuk penyebab-penyebab yang tidak diketahui, 33 persen pasien dengan gangguan sendi rahang mengalami suara bising (noise) atau dengung (tinnitus).

7. MATI RASA ATAU KESEMUTAN PADA JARI-JARI

8. NYERI PADA WAJAH
Sumber : okezone.com

Rabu, 30 September 2009

6 KEBIASAAN SEHAT YANG MALAH BIKIN SAKIT

Kebiasaan SehatTernyata.. eh ternyata semua aktivitas yang menyehatkan belum tentu akan benar-benar membuat badan menjadi sehat. Malah ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat kita malah sakit.

Menurut Dr. Erika Schwartz, Medical Director of Cinergy Health yang dikutip dari Huffington Post, Rabu (30/9/2009), ada 6 kebiasaan umum yang dianggap orang menyehatkan tapi sebenarnya tidak, bahkan kebiasaan itu akan membuat sakit.

Walah... Mau sehat aja kok jadi malah jadi sakit. Apa saja sih kebiasaan tersebut ? yuk kita intip...


1. Olahraga berlebihan
Olahraga atau aerobik sebaiknya tidak dilakukan berlebihan, cukup dilakukan ketika hari libur jika ingin benar-benar berolahraga. Olahraga yang berlebihan hanya akan membuat Anda keletihan dan mudah sakit. Tapi jika ingin berolahrga tiap hari, sebaiknya cukup jalan kaki atau yoga. Olahraga berenang, tenis, golf atau olahraga tim bisa dilakukan sebulan sekali.

2. Menghindari sinar matahari
Mencegah terkena sinar matahari sama saja dengan mencegah masuknya vitamin D ke dalam tubuh. Padahal vitamin D sangat penting untuk tubuh dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sinar ultraviolet dari matahari memang bisa merusak kulit, tapi sebaiknya jangan menjadi takut berlebihan juga sampai-sampai tidak mau terkena sinar matahari. Penggunaan lotion pelembab juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan karena akan menghalangi masuknya sinar matahari ke kulit. Satu-satunya bagian tubuh yang perlu perlindungan hanyalah wajah.

3. Selalu menggunakan gel atau sabun khusus antibakteri
Produk-produk antibakteri memang bisa mencegah seseorang dari kuman, bakteri atau virus. Tapi penggunaan yang terlalu sering justru akan melemahkan antibodi tubuh. Zat antibakteri tidak hanya akan membunuh bakteri jahat tapi juga bakteri baik yang sebenarnya berguna untuk menyeimbangkan flora bakteri dalam tubuh. Gunakanlah produk tersebut dengan wajar dan berhentilah menjadi seseorang yang ingin selalu bersih setiap saat.

4. Kelebihan atau kekurangan tidur
Rata-rata orang butuh sekitar 8 jam per hari untuk tidur. Jika Anda kurang atau terlalu banyak tidur dari jam seharusnya, tubuh tidak akan bisa berpikir, berproses dan berfungsi secara optimal. Bahkan beberapa studi menyebutkan bahwa jam tidur yang kurang atau lebih tidak baik untuk kulit, menyebabkan pusing, depresi dan nafsu makan bertambah.

5. Berada di ruangan AC terus menerus
Kandungan udara dingin yang terdapat pada AC mungkin mengandung banyak bakteri dan partikel kotor lainnya. Setiap jamnya sebaiknya matikan AC, buka jendela, jalan ke luar ruangan dan hiruplah udara segar. Jangan lupa bersihkan penyaring AC dengan air hangat dan sabun setiap bulannya. Jika Anda berada di ruangan kantor yang full AC, bawalah jaket untuk menjaga suhu tubuh jika udaranya terlalu dingin, keluarlah dari kantor setidaknya untuk makan siang atau jajan sore.

6. Mengonsumi makanan organik
Tidak semua makanan yang berlabel organik ternyata benar-benar organik, karena banyak yang masih menggunakan pestisida. Bukan hanya harus mengeluarkan uang lebih banyak, tapi Anda juga berisiko tertipu dengan label tersebut. Makanan tidak perlu organik untuk disebut sebagai makanan sehat. Dengan penanganan dan pengolahan yang tepat, risiko makanan terkontaminasi zat asing pun diatasi.

[detikhealth]

Jumat, 25 September 2009

Sebaiknya Terasi Jangan Dimakan Mentah

Makanan Sehatz, kali ini akan berbicara tentang terasi. Siapa yang tidak mengenal terasi...? Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengenal terasi, suatu jenis bahan penyedap makanan hasil fermentasi bergaram dari udang atau ikan dan berbau khas. Tidaklah lengkap bila sambal tanpa terasi ditambah lagi lalapan...hmm sungguh nikmat sekali.

Sebenarnya ada tiga macam terasi, yaitu terasi udang, terasi ikan, serta terasi campuran antara ikan dan udang. Di Indonesia, terasi udang lebih disukai daripada terasi ikan karena aromanya lebih sedap dan rasanya lebih lezat.

Mutu terasi ditentukan oleh penampakan, warna, bau, dan adanya serangga atau ulat. Ciri-ciri terasi yang baik adalah berwarna gelap, bau khas terasi, tidak tengik, serta tidak ada kotoran berupa pasir, sisa ikan dan udang, atau bahan lainnya.

Terasi sebenarnya memiliki warna asli seperti tanah, yakni coklat kehitam-hitaman. Ada pula terasi yang berwarna merah. Warna itu dapat berasal dari pigmen udang atau bahan pewarna alami yang sengaja ditambahkan ke dalamnya.

Untuk menarik calon pembeli, banyak produsen nakal yang menggunakan rhodamine B sebagai pewarna karena harganya murah dan warnanya lebih mencolok. Padahal rhodamine B bukan untuk makanan, tapi untuk mewarnai tekstil dan kertas. Zat pewarna tersebut sangat berbahaya, apalagi bila dikonsumsi jangka panjang karena bisa memicu kanker. Meski kadar rhodamine B dalam terasi sangat kecil, lambat laun bisa terjadi penumpukan dalam tubuh manusia. Karena itu masyarakat perlu mewaspadai tampilan terasi yang berwarna merah mencolok.

Selain mewaspadai zat warna berbahaya yang dipakai, menurut ahli teknologi pangan dari IPB, Prof.Dr.Made Astawan, sebaiknya terasi tidak dikonsumsi mentah. "Saat hendak dikonsumsi, sebaiknya terasi dimasak untuk membunuh mikroba penyebar penyakit," katanya.

Jadi agar lebih terjaga kesehatan kita alangkah baiknya terasi dimasak dengan cara dibakar, dikukus, atau digoreng terlebih dahulu. Selain itu pula melalui proses pemasakan juga bisa meningkatkan aroma terasi. (kompas dot com)

Rabu, 23 September 2009

5 Hobi Pencegah Tulang Keropos

http://sehat-ituindah.blogspot.com
OSTEOPOROSIS atau kekeroposan tulang kerap dialami saat memasuki usia setengah abad. Pada wanita, besar kemunginan hal ini dialami oleh mereka yang telah memasuki masa menopause. Untuk itu tak heran bila para ahli menyarankan di awal usia 30-an sebaiknya sudah mulai merawat tulang.

Selain dengan berbagai asupan gizi yang seimbang dan tepat. Anda pun bisa merawatnya dengan beragam latihan olah fisik yang mudah sehingga Anda bisa merasakan manfaatnya untuk kesehatan tulang.

Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja jenis olah fisik yang bisa membantu menjaga kesehatan tulang, berikut pemaparannya:

Berkebun

Mengangkat pot, menyeret karung besi, dan menggali lubang sangat bermanfaat dalam membentuk masa tulang. Di bandingkan dengan hanya berjongkok atau merangkak, yang juga sering dilakukan ketika seseorang sedang berkebun.

Olahraga air

Banyak jenis olahraga air yang dapat memberikan latihan yang sesungguhnya di butuhkan oleh tulang. Misalnya olahraga layar dan selancar yang membuat tubuh banyak bergerak.

Mengatur keseimbangan tubuh saat melawan gelombang juga merupakan tugas yang sangat berat, tak heran bila olah fisik seperti ini sangat berguna bagi kesehatan tulang.

Menari

Semua jenis tarian akan menjadi latihan yang baik bagi tulang selama semua gerakan dilakukan dengan semangat dan benar. Tari ball-room, swing atau hip-hop bisa membantu memperbaiki keseimbangan serta postur tubuh, dan mungkin akan membantu mencegah seseorang dari terjatuh, dan bungkuk saat tua.

Hiking

Mendaki ke atas bukit dapat memberikan banyak beban pada otot. Sehingga, saat turun akan memberikan beban yang lebih besar pada tulang. Untuk itu, olahraga ini patut dicoba jika Anda ingin tulang tetap sehat.

Bersepeda

Bersepeda merupakan olahraga yang membutuhkan keterampilan. Selain membuat tubuh harus seimbang, jantung dan paru-paru juga ikut bekerja. Gerakan otot tungkai, lengan, perut dan punggung cukup membuat tubuh bergerak.
Sumber : okezone.com