Jumat, 05 Desember 2008

Faktor Penyebab Infertilitas atau Ketidaksuburan

Pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum mampu hamil dan melahirkan anak hidup disebut pasangan infertil atau pasangan tidak subur.

Berarti pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas. Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas (ketidaksuburan) sehingga pasangan suami istri tidak mempunyai anak, antara lain:

1. Faktor hubungan seksual, yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus.

2. Faktor infeksi, berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim.

3. Faktor hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu.

4. Faktor fisik, berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.

5. Faktor psikis, misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan sel spermatozoa dan sel telur.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita, maka faktor-faktor penyebab tersebut tersebut harus dihindari.

Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.

Madu, Makanan Alami untuk Menjaga Kesehatan

Merupakan madu yang berasal dari bunga clover, yang mana dinyatakan sebagai madu terbaik oleh peternak lebah di seluruh dunia. Lebah pengumpul menghisap nektar bunga dan kemudian menyimpannya di dalam kantung madu yang ada pada sarang lebah, sebagai makanan mereka. Madu kaya akan kandungan enzim, vitamin, dan mineralnya, menjadikannya sebagai sumber nutrisi yang baik bagi tubuh kita.

Sering kali, kita tidak dapat menyerap semua nutrisi yang terkandung dalam makanan kita karena sistem pencernaan kita yang kurang baik. Padahal sangatlah penting bagi tubuh kita untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Manfaat:
  • Clover Honey dari High-Desert dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda, yang mana dapat:
    • mengatasi masalah konstipasi atau sembelit,
    • membantu mengatasi luka (tukak) pada lambung,
    • meningkatkan penyerapan nutrisi seperti kalsium,
    • serta dapat menjaga keseimbangan bakteri yang menguntungkan dan menghambat bakteri yang merugikan yang dapat menyebabkan tukak lambung.

  • Sebagai sumber energi yang baik karena mengandung fruktosa dan glukosa di dalam madu yang sangat mudah diubah menjadi energi oleh tubuh.

  • Madu merupakan pengganti gula yang aman karena pengaruh terhadap kenaikan jumlah gula dalam darah relatif lebih rendah dibandingkan dengan gula biasa.

  • Madu juga sangat baik untuk sistem pernafasan yang mana dapat berfungsi sebagai pengencer dahak (mukolitik).

  • Sifat madu yang higroskopis (menarik air) bermanfaat untuk menyembuhkan luka yang berair atau bernanah, yang mana penggunaannya dengan cara dioleskan pada luka.

Mengapa HD Clover Honey yang terbaik?
  • HD Clover Honey tidak melalui proses pemanasan ataupun penyaringan, kaya akan kandungan enzim dan nutrisi.

  • Selain itu juga tanpa adanya penambahan air, pengawet, ataupun gula.

  • Kandungan airnya rendah sehingga tidak mudah mengalami fermentasi atau berjamur yang mana dapat menurunkan kualitas madu tersebut.

  • HD Clover Honey selain rasanya enak dan teksturnya lembut, juga mengandung royal jelly (warna putih pada permukaan) dan bee pollen (berbentuk butiran kecil) yang menjadikannya kaya akan nutrisi.

Dianjurkan bagi:
Mereka yang ingin memiliki sistem pencernaan yang sehat. Juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi.

Petunjuk penggunaan:
Larutkan dalam segelas air yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, dapat juga dicampurkan ke dalam jus sebagai pengganti gula, atau dapat juga dioleskan pada roti.

Kamis, 04 Desember 2008

Imunisasi untuk Semua

IMUNISASI selama ini identik untuk memperkuat daya tahan tubuh bayi dan anak-anak. Namun, kini program tersebut juga ditujukan bagi remaja dan dewasa.

Kesehatan adalah harta yang teramat berharga. Agar tubuh senantiasa sehat, diperlukan sistem imunitas alias daya tahan tubuh yang kuat melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Untuk itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pemberian vaksin lewat program imunisasi merupakan investasi bagi kesehatan seseorang seumur hidup. Bayangkan, setiap tahun sekitar 4,5 juta bayi lahir di Indonesia.

Jangan sampai masa depan bayi-bayi mungil ini menjadi suram karena luput diimunisasi. Padahal, setetes vaksin mungkin dapat menyelamatkannya dari keganasan penyakit yang dapat berujung kecacatan atau kematian.

"Imunisasi adalah cara termudah dan paling efektif untuk mencegah kematian dan kecacatan di usia kanakkanak. Sayangnya, lebih dari 40 persen anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi secara lengkap," ujar kepala perwakilan UNICEF di Indonesia, Gianfranco Rotigliano, dalam peluncuran kampanye imunisasi "Kemitraan untuk Menyelamatkan Kehidupan Anak" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sejak lama, penyakit infeksi memang telah menjadi sorotan. Di Indonesia misalnya, campak membunuh 30.000 anak setiap tahun. Demikian halnya hepatitis yang menyerang lebih dari 20 persen anak di beberapa daerah.

Pada 2005, untuk pertama kalinya dalam dekade ini ratusan anak terjangkit polio yang berisiko lumpuh, cacat, bahkan meninggal. Di Indonesia, program imunisasi telah berjalan sekitar 30 tahun lebih dan terbukti berhasil menurunkan angka penyakit mematikan yang dapat dicegah dengan imunisasi. Antara lain campak, polio, difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), tuberkulosis, dan hepatitis B. Haemophilus influenza tipe B dan pneumokokus juga dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi.

Berdasarkan hasil pemberian vaksinasi dari 1992?1997, Indonesia mengalami penurunan jumlah penderita difteri, pertusis, campak, dan tetanus. "Pemberian imunisasi dapat mencegah sekitar 2,7 kematian bayi per tahun," kata dokter spesialis anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM Jakarta, Dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K).

Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri, misalnya imunisasi polio atau campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (antitetanus serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan.

Ketua Tim Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Prof DR Dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) mengungkapkan, program imunisasi telah mengalami perkembangan dalam sepuluh tahun terakhir. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 10 tahun. Vaksin ini belakangan menjadi populer, terutama di kalangan ibu-ibu, mengingat fungsinya sebagai pencegah kanker serviks (leher rahim).

Namun, satgas imunisasi IDAI, Dr Soedjatmiko SpA(K), menuturkan, pemberian vaksin HPV tidak perlu menunggu sampai remaja beranjak dewasa dan siap menikah. Karena, jika diberikan sejak dini di usia remaja, tubuh akan merespons vaksin HPV dengan lebih baik, sehingga kekebalan tubuh dalam melawan penyakit lebih optimal.

"Imunisasi di kalangan remaja belum terlalu populer, padahal sangat penting," ungkapnya seraya memaparkan bahwa remaja perlu diproteksi dari berbagai penyakit berbahaya.

Terkait kekhawatiran akan efeksampingimunisasi, orangtua tidak perlu panik atau ketakutan ketika bayinya mengalami batuk pilek biasa, demam ringan, atau diare ringan setelah mendapat imunisasi, karena itu adalah reaksi yang wajar dan sifatnya sementara saja.

Energi dari Minuman Berenergi?

Apakah minuman berenergi memang mampu memberi energi kepada tubuh kita? Jawabannya adalah: ya, untuk sementara. Energi tersebut bisa bertahan di tubuh sebagai hasil pembakaran kandungan sejumlah besar gula dan kafein di dalam minuman tersebut. Walaupun beberapa minuman berenergi menyatakan bebas gula, kita masih bisa menemukan kandungan kafein di dalamnya.

Berbagai variasi gula di dalam minuman berenergi ternyata juga dapat menambah berat badan. Kafein adalah pemancing yang sekaligus memberi tenaga sementara. Tetapi, kafein yang berlebihan dapat memberikan efek samping, seperti merasa gugup, gampang marah, tekanan darah meningkat, dan sulit tidur. Kafein juga membuat jantung berdetak lebih keras dari biasanya, bahkan mampu memacu ketidaknormalan ritme jantung. Kondisi itu akan sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kelainan atau penyakit jantung.

Selain gula dan kafein, beberapa jenis minuman berenergi juga memiliki kandungan herbal yang akan memicu Anda untuk tetap merasa terjaga. Untuk membuat Anda terjaga, maka kandungan herbal akan merangsang jantung Anda untuk berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukankah efek sampingnya akan sama dengan kafein?

Bila Anda mengonsumsi minuman berenergi karena Anda merasa lelah, sebaiknya Anda harus mulai mempertimbangkan pilihan lain yang terbukti dapat meningkatkan energi Anda tanpa disertai efek samping.

Cobalah memperbaiki kualitas tidur Anda, berolahraga secara teratur, dan atur pola makan Anda sesuai dengan diet yang sehat. Strategi-strategi tersebut akan memberikan energi yang lebih tahan lama, tidak seperti minuman berenergi yang hanya mampu memberi energi sementara. Pun, Anda akan memperoleh kesehatan fisik dan mental yang bertahan untuk jangka waktu panjang.

Bersamaan dengan ketiga aktivitas tersebut, Anda dapat mengonsumsi HD Pollenergy 520. Cukup dengan satu tablet, 1-3 kali sehari, 1/2 jam sebelum makan, maka energi, stamina, konsentrasi, dan kinerja otak Anda akan meningkat. HD Pollenergy 520 juga tidak berpengaruh negatif terhadap jantung karena berasal dari produk alami yang diproses secara ilmiah.

Anak dengan Kebutuhan Khusus

Mana istilah yang tepat: anak autis atau anak dengan autisme? Belakangan istilah anak dengan autisme lebih dianjurkan karena itu mengindikasikan seorang anak yang memiliki gangguan autisme. Berbeda dengan istilah anak autis yang seolah-olah menjadikan autis sebagai sifat yang dimiliki anak tersebut. Tetapi, ada istilah yang lebih tepat lagi, yakni anak dengan kebutuhan khusus (special needs).

Memang, autisme itu merupakan gangguan perkembangan pada anak-anak yang gejalanya telah terlihat sebelum berumur tiga tahun. Ada tiga perkembangan yang umumnya terganggu akibat autisme ini, yakni komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Kualitas komunikasi anak dengan kebutuhan khusus cenderung tidak normal. Hal tersebut terlihat dengan:

  • Perkembangan berbicara yang terlambat, bahkan tidak berkembang sama sekali.
  • Tidak berkomunikasi melalui gerak badan atau mimik muka sebagai usaha menutupi kekurangan kemampuan berbicara.
  • Tidak mampu memulai pembicaraan atau mempertahankan alur pembicaraan dua arah.
  • Kerap menggunakan kata-kata yang tidak lazim atau mengulangi kata-kata yang sama.
  • Biasanya memilih permainan yang kurang variatif karena tidak mampu untuk bermain secara imajinatif.

Anak dengan kebutuhan khusus juga memiliki gangguan dalam kualitas interaksi sosial. Mereka akan:

  • Gagal untuk bertatap mata, tidak menunjukkan ekspresi di wajah maupun gerak tubuh.
  • Gagal membina hubungan sosial dengan teman seumurannya.
  • Tidak mampu berempati atau membaca emosi orang lain.
  • Tidak memiliki spontanitas dalam mencari teman, berbagi kesenangan, atau melakukan sesuatu bersama-sama.

Perilaku, aktivitas, dan minat anak dengan kebutuhan khusus juga sangat terbatas, bahkan sering melakukan suatu aktivitas tertentu secara berulang-ulang. Biasanya anak dengan kebutuhan khusus akan:

  • Melakukan suatu pola perilaku yang tidak normal, bahkan sampai berjam-jam, misalnya duduk di pojok sambil mempermainkan pasir dengan cara yang sama.
  • Mempertahankan suatu rutinitas yang tidak boleh diubah. Misalnya, sebelum tidur, harus cuci kaki dulu, menyikat gigi, memakai piyama, menggosokkan kaki di keset, lalu naik ke tempat tidur. Bila urutan rutinitas itu diubah atau salah satu aktivitas tidak dilakukan, maka seorang anak dengan autisme akan merasa sangat terganggu, lalu menangis sambil berteriak meminta rutinitas tersebut diulang dari awal.
  • Kerap mengulangi suatu gerakan yang aneh, misalnya mengepak-ngepakkan lengan, menggerak-gerakkan jari dengan cara tertentu, atau mengetok-ngetok sesuatu.

Selain gangguan pada komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, seorang anak dengan kebutuhan khusus juga kerap menunjukkan emosi yang tidak wajar, misalnya mengamuk tanpa kendali, tertawa dan menangis tanpa sebab, serta memiliki rasa takut yang tidak beralasan. Anak dengan kebutuhan khusus juga menampilkan gejala gangguan sensoris, seperti mencium-cium atau menggigit suatu benda sebagai cara untuk mengenali benda tersebut. Ia juga tidak suka dan menunjukkan penolakan bila dipeluk atau dielus.

Sebagai orangtua, apa yang Anda lakukan bila anak Anda tergolong berkebutuhan khusus? Berikut ini anjuran yang selalu diberikan kepada orang tua dengan kondisi seperti itu.

  • Hargai, cintai, dan belajarlah dari anak Anda. Jangan memaksa anak Anda untuk segera mengatasi kekurangannya. Tidak perlu merasa malu dengan kondisinya, karena autisme bukan sesuatu yang memalukan, bukan penyakit, dan tidak akan menular. Tetapi, yang terutama adalah memastikan bahwa anak Anda dapat merasakan kasih sayang Anda.
  • Pelajari mengenai autisme, baik dari buku, seminar, dokter, atau orang lain yang memiliki pengalaman yang sama.
  • Pelajari berbagai terapi autisme. Cari tahu terapi yang tepat untuk anak Anda, karena tidak semua terapi cocok untuk semua penderita.
  • Carilah bantuan dan nasihat, lalu pilihlah mana yang cocok untuk anak Anda dan Anda sendiri. Misalnya, carilah sekolah yang mau menerima anak Anda dan berkolaborasilah dengan gurunya untuk dapat memenuhi kebutuhan khusus anak Anda.
  • Tetap sabar dan bersikap positif karena banyak anak-anak dengan gejala autisme berat ternyata bisa berkembang dengan sangat baik. Pahamilah bahwa Anda sedang menjalani suatu proses yang sangat panjang.
  • Bantu anak Anda dalam mengembangkan kemampuan dan minatnya. Bila si anak terlihat berbakat musik, maka Anda harus membantu mengarahkan anak Anda untuk mengembangkan kemampuan seninya.
  • Carilah terapis yang terbaik, karena terapis yang tidak tepat hanya akan membuat anak Anda semakin stress.
  • Perbaiki diet anak Anda dengan cara mencatat makanan dan perilaku hariannya. Dalam beberapa bulan Anda akan menemukan pola makanan mana yang membuat anak Anda menjadi agresif dan pemarah, karena anak dengan kebutuhan khusus cenderung memiliki alergi pada beberapa jenis makanan. Bila polanya sudah terlihat, maka hilangkan makanan-makanan tersebut dari diet anak Anda. Mengonsumsi suplemen HD Honeybee PollenS bisa dijadikan sebagai pilihan karena autisme berkaitan dengan ketidaknormalan pertumbuhan neuron. HD Honeybee PollenS diformulasikan khusus untuk anak-anak dan bermanfaat membantu perkembangan otak, tubuh sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Tetap berkonsultasi dengan dokter atau terapis anak Anda karena bisa saja anak Anda memiliki alergi terhadap produk perlebahan.

Infeksi pada Kelenjar Prostat

Anda pasti sudah tahu produk High-Desert yang bernama Dynamic Trio + Saw Palmetto. Itu adalah suplemen kesehatan yang terbukti bermanfaat membantu mengatasi masalah di kelenjar prostat. Kelenjar prostat adalah bagian organ reproduksi pria yang menghasilkan air mani.

Kelenjar prostat pun bisa terkena peradangan dan infeksi. Itulah yang dikenal dengan nama prostatitis. Infeksi pada prostat tersebut juga dapat menyebar ke skrotum (kantong zakar). Bila sudah demikian, maka skrotum akan membengkak, memerah, terasa nyeri hebat yang berpotensi menyebabkan impotensi.

Ada empat kategori prostatitis. Kategori pertama dikenal dengan nama prostatitis bakterial akut. Penderita prostatitis kategori ini harus segera berkonsultasi dengan dokter bila sudah:

  • Demam dan meriang.
  • Menunjukkan gejala seperti hendak terkena flu.
  • Terasa sakit di bagian kelenjar prostat, punggung belakang bagian bawah, atau di panggul.
  • Bermasalah dengan buang air kecil, seperti keinginan buang air kecil yang sangat mendesak, frekuensi semakin sering, kesulitan atau rasa sakit ketika buang air kecil, buang air selalu tidak tuntas, dan ada darah di air seni.
  • Terasa sakit ketika ejakulasi.

Kategori kedua bernama prostatitis bakterial kronis. Tanda dan gejala kategori ini berkembang lebih lambat bila dibandingkan dengan kategori pertama. Penderita mengalami gejala-gejala:

  • Buang air kecil dengan desakan tidak tertahankan dan frekuensi di atas normal.
  • Buang air kecil disertai dengan rasa sakit atau sensasi terbakar.
  • Rasa sakit di bagian panggul, punggung bawah, dan alat kelamin.
  • Buang air besar berlebihan di malam hari.
  • Sulit untuk mengeluarkan air seni atau aliran seni semakin lama semakin berkurang.
  • Terkadang ada di darah di air seni atau air mani.
  • Ejakulasi disertai rasa sakit.
  • Kalau pun ada demam, itu adalah jenis yang ringan.
  • Infeksi saluran kandung kemih yang sering kambuh.

Prostatitis nonbakterial kronis adalah prostatitis kategori ketiga. Gejalanya mirip dengan prostatitis bakterial kronis, namun kemungkinan besar tidak disertai demam. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah prostatitis tergolong bakterial atau nonbakterial adalah melalui tes di laboratorium.

Kategori yang paling ringan adalah asymptomatic inflammatory prostatitis atau prostatitis dengan peradangan tanpa gejala. Sesuai namanya, penderita tidak akan menunjukkan tanda-tanda layaknya ketiga kategori prostatitis lainnya. Peradangan diketahui saat air mani diperiksa. Umumnya jenis ini tidak membutuhkan terapi, kecuali bila peradangan ditemukan pada pasien yang juga mengalami kemandulan.

Walaupun ringan, prostatitis jangan pernah dianggap remeh. Karena itu, lumrah bila kaum pria disarankan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara rutin. Salah satunya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan prostat Anda.

Diet Tepat Cegah Anemia

SIAPA pun pasti tidak ingin mengidap penyakit kurang darah atau anemia. Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia juga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Ini karena, daya tahan tubuh yang rendah dibandingkan mereka yang tidak mengidap anemia.

Wanita lebih rentan terhadap penyakit anemia. Namun, jangan berkecil hati dulu. Semuanya, bisa dihindari dengan melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh.

Diet yang tepat agar terhindar dari anemia, terungkap dalam simposium bertajuk "Anemia dan Wanita" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), beberapa waktu lalu. "Anemia itu sebenarnya tahap akhir dari kekurangan zat besi. Itu pun setelah zat besi yang disimpan di dalam tulang sebagai simpanan tubuh berkurang. Hingga akhirnya terjadilah yang namanya prevalensi defisiensi zat besi," kata staf pengajar FKUI Dr Ervina Karyadi MSc PhD.

Sebenarnya, banyak hal bisa dilakukan wanita agar terhindar dari anemia. Antara lain menjaga asupan zat besi yang dikonsumsi agar terserap tubuh sebanyak mungkin. Misalnya dengan mengonsumsi orange juice setelah makan dan menghindari konsumsi teh usai makan. "Teh itu bisa membuat zat besi yang dikonsumsi bersama makanan larut dan terbuang percuma. Jadi minuman yang paling cocok usai makan itu adalah orange juice," kata dokter berkulit sawo matang ini.

Ervina menyebutkan, kepintaran menyiasati makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh terhindar dari anemia. "Bagi penderita anemia bisa meningkatkan konsumsi makanan seperti daging dan makanan laut. Bisa pula dengan mengonsumsi buah dan sayur," sebutnya.

Sementara untuk terhindar dari anemia, Ervina menyarankan agar membatasi konsumsi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Di antaranya menghindari makanan yang mengandung phytateseperti yang terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan tepung. Hindari pula konsumsi teh, kopi, dan cokelat.

"Sebenarnya semua makanan itu baik untuk tubuh. Namun, hindari mengonsumsinya sebelum makan besar. Misalnya minumlah teh dua jam sebelum atau sesudah makan. Jangan ketika makan besar minumnya teh itu yang membuat zat besi larut," ucapnya.

Strategi terbaik untuk mengubah pola makan, Ervina menyebutkan, adalah dengan mengombinasikan zat besi dalam menu makanan. Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C pada waktu makan.

Memasak makanan tidak terlalu lama dan tidak mengonsumsi susu dan produk susu atau teh pada saat makan besar.