Jumat, 11 September 2009

Air Kelapa Penangkal Dehidrasi

http://sehat-ituindah.blogspot.com
SETIAP kali melewati jalan-jalan di kota besar, sering kali terlihat orang-orang berjualan kelapa muda di pinggir jalan. Selain bisa mengobati rasa haus para pengguna jalan saat beristirahat, air kelapa muda ternyata bermanfaat banyak bagi tubuh.

Sejauh ini, memang banyak minum merupakan cara yang paling di anjurkan untuk mencegah dehidrasi. Tentu saja selain minum air, nutrisi makanan yang mengandung banyak air seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, juga sangat disarankan.

Inilah beberapa kondisi yang dianjurkan untuk meningkatkan asupan air:

1. Tingkatkan asupan air saat Sakit. Jika mulai merasa sakit, segera tingkatkan asupan air sebelum rasa haus datang. Misalnya pada flu, batuk, dan diare.

2. Tingkatkan asupan air ketika latihan atau saat beraktivitas. Jika melakukan olahraga, terutama olahraga yang memeras keringat, jangan lupa memeras keringat, jangan lupa untuk minum sebelum, selama dan setelah olahraga. Selain mengandung air, keringat juga mengandung elektrolit sehingga perlu diganti dengan air dan elektrolit, seperti yang terkandung dalam air kelapa.

3. Tingkatkan asupan air ketika lingkungan yang panas dan kering menyebabkan cairan tubuh banyak yang hilang, sehingga perlu segera digantikan untuk tetap menjaga keseimbangan cairan tubuh
Sumber : Okezone.com

Kamis, 10 September 2009

BAHAYA DIBALIK MAKAN LALAPAN MENTAH

Update..update..kali ini sehatzblog mau posting tentang lalapan, terutama yang mentah. Kebetulan saya juga suka dengan yang namanya lalapan, makanya begitu dapat informasi langsung aja dibagikan buat teman-teman. Ditinjau dari gizinya, lalapan mentah memang mengandung unsur gizi lebih banyak dibanding lalapan matang. Namun, dari segi keamanannya, lalapan mentah beresiko terkontaminasi pestisida atau bakteri berbahaya.

Menurut Prof.Dr.Ir. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB dalam bukunya Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, residu pestisida seringkali masih tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan, terutama pada masa kemarau karena itu seharusnya petani tidak memanen sayuran sehabis disemprot pestisida.

Proses pencucian sayur yang tidak sempurna juga perlu diwaspadai. Pasalnya beberapa zat kimia dalam pestisida ada yang tidak bisa hilang meski dicuci. Oleh karena itu, cuci sayur dan buah dalam air mengalir. Khusus untuk lalapan mentah, untuk lebih amannya cuci lalapan dengan air matang agar terhindar dari bakteri penyebab infeksi.

Selain pestisida, waspadai pula kontaminasi bakteri berbahaya, terutama sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau ketinggiaannya dekat dengan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, para petani seringkali menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan kotoran manusia).

Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menimbulkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut, dengan gejala diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam.

Beberapa jenis bahan pangan mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus, goitrogen (kol dan lobak), asam sianida (daun singkong), solanin (kentang), dan lain-lain. Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat.

Meski sejauh ini belum dilaporkan adanya kasus orang yang keracunan atau meninggal gara-gara mengonsumsi lalapan mentah, tapi tak ada salahnya kita lebih memerhatikan keamanan pangan yang dikonsumsi. Bila Anda termasuk pecinta lalapan, mungkin Anda bisa mulai menanam tanaman yang biasa dipakai untuk lalapan di halaman rumah atau dalam pot. Dengan demikian, kita tahu persis sayuran tersebut bebas dari pestisida dan kontaminasi bakteri atau tinja manusia.

[kompas]

Rabu, 09 September 2009

KHASIAT GARAM DAN SIRIH BAGI GIGI

Info sehatz kali ini masih ada disekitar mulut, terutama di bagian gigi. Kalau sudah bercerita tentang gigi... pasti deh kebayang yang namanya sakit gigi. Sampai-sampai ada lagunya "... Dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi..." he..he.. padahal yang namanya sakit gigi itu lebih menyusahkan dari sakit hati...betul tidak?

Lanjut lagi tentang gigi...dulu waktu masih kecil pernah dengar tidak tentang anjuran untuk berkumur dengan air garam ketika mengalami sakit gigi atau nyeri lain di sekitar mulut. Kenapa harus dengan air garam?.

Menurut Pakar Tumbuhan dan Obat Tradisonal, dr. Setiawan Dalimartha sebenarnya hal itu sangat masuk akal. Garam yang berasal dari laut, mengandung natrium dan elektrolit. Hal itu akan membantu merangsang saraf dan otot dalam mulut. "Tampaknya memang ajaran tradisional, namun sebenarnya bisa berkhasiat membuang kuman dan mengembangkan flora-flora baik dalam mulut, menyembuhkan peradangan," ujar Setiawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gerakan kembali ke alam yang semakin banyak digaungkan, termasuk mengenai perawatan kesehatan mulut dan gigi. Kegiatan bersirih yang banyak dilakukan oleh orangtua secara turun temurun kemudian menarik para peneliti dari dunia kedokteran modern.

Terbukti, sirih memiliki efek sangat baik dan berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. "Kandungan minyak asiri pada daun sirih yang kaya akan chivakol, menjadikannya bermanfaat sebagai antibakteri, dengan daya bunuh bakteri hingga lima kali lipat dari antibakteri golongan fenol," tutur Setiawan.

Selain itu, lanjutnya sirih juga mengandung tannin yang dapat menghentikan perdarahan pada radang gusi serta mengatasi sariawan. "Pigmen hijau pada sirih juga berkhasiat sebagai antioksidan dan kholorofil sebagai antiradang, antioksidan dan penyembuh luka," terangnya.

Dia menambahkan, pengetahuan empiris yang diperoleh secara turun temurun memang tak selalu memberikan rasa aman. Sehingga kini semakin banyak dilakukan penelitian dunia medis terhadap bahan-bahan herbal. Tujuannya, untuk memastikan penggunaan herbal sebagai zat yang berkhasiat dan aman untuk penggunaan jangka panjang. Yang perlu diketahui, sebaiknya sirih tidak dicampur dengan pinang. Sebuah penelitian mengungkap, jika kedua bahan itu dicampur justru bisa menyebabkan kanker.

Berpuasa

Memasuki bulan puasa, salah satu masalah yang sering mencuat adalah bau mulut. Seringkali, orang berpuasa terganggu dengan hal itu.

Menurut DR. drg. Melanie Sadono Djamil, hal itu wajar saja. Pasalnya, tidak ada proses pengunyahan. Padahal proses itu merupakan self cleansing alami. "Proses mengunyah yaitu beradunya gigi kemudian muncul air liur sehingga kemudian bakteri hilang atau tertelan. Selama puasa, hal itu tidak dilakukan sehingga timbul bau mulut," paparnya. Selain itu pula, selama berpuasa sebaiknya tetap menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Serta, menghindari makanan yang berbau menyengat seperti durian, pete dan jengkol. Karena makanan semacam itu dapat bertahan lama dalam mulut, bisa jadi mengganggu aktivitas nantinya.

Nah..lho siapa yang suka sahur dan buka pake pete dan jengkol??? (Republika Online)

Health Benefits of Herbal Medicine

By Arnold Alvarez

Herbal medicines are increasingly becoming the choice of most patients nowadays. The promise of preserving the natural qualities that promote a healthier method of healing different ailments contributed to the popularity of these medicines. Moreover, as these types of medicines are grown wild or can be tendered at one's home backyard, it is cheaper as compared to manufactured medicines.

What really are herbal medicines and how do we benefit from them?

Herbal medicine is the alternative for commercially manufactured medicines, which are already made available in the market. The herbal medicine differs from modern medicines as it is produced with 100% content of natural plant extract believed to have medicinal values as effective as the modern drugs less the side effects and less the cost. There are popular herbal plants in the Philippines widely used today to treat various illnesses, which includes ampalaya, bayabas, sambong, banaba, luyang dilaw and others. These are among the approved and recommended herbal medicines of the Department of Health. Given this, there are benefits that can already be identified affirming the belief of the DOH on the effectiveness of these medicines as follows:

All-Natural Qualities. At this point, when many of commercially available products have adverse effects to the very health that we are trying to protect, the safest bet would be the products that come and are processed the natural way. In choosing these products, we lessen the risk and our exposure to these negative effects.

Easily Available. In tropical countries like the Philippines, we have an abundance of these plants and herbs. We have access to the raw materials that we need for the preparations and concoctions required for the herbal preparation. For instance, bayabas, ampalaya, luya, and malunggay are considered as backyard plants. They are home-grown plants and do not require much attention. Thus, they are readily available and cheap. It is only necessary to educate the Filipino families which herbal plants to prepare for which ailment, so that every Filipino family can enjoy the benefits of natural remedy.

Effective. Herbal plants are scientifically studied to support the benefits claimed to contain in each plant. These studies are recognized and acknowledged by the medical community to have proven effectiveness recommended to treat multitude of illnesses. Ampalaya, for example, is known to contain elements for anti-diabetes. This claim for the effectiveness of ampalaya as an aid to treat diabetes had been clinically proven by several researches that have identified ampalaya to contain plant insulin that lowers the patient's blood sugar and, also normalizes the production of insulin in the body.

Easy to prepare. Many of the herbal medicines that are recommended and are known to have medicinal values are very easy to prepare. Bayabas and lagundi, for example, have uses that merely require the direct application of the leaves to the affected area. Also, decoctions usually require mere boiling of the plants' leaves and roots. These processes evidently show that we do not really have to be dependent on commercially-manufactured medicines, because preparing herbal treatments really do not take much trouble.

Practical and cost-effective. Aside from all the benefits that have been identified herein, there is one more advantage for using and patronizing herbal medicines - it is cost-effective thereby, it is a practical option. These preparations are considerably cheaper than those chemically manufactured drugs, and more importantly, the results are the same as these modern medicines. It had been discussed that these plants, may be homegrown, or found in the wild abundantly. Therefore, it is much cheaper than the modern medicines manufactured by giant pharmaceuticals, and sold at pharmacies.

PORTULAKA - bunga pukul delapan

Portulaca grandiflora Hook

Uraian Tumbuhan

Portulaka berasal dari brazilia. Biasanya, ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman. Herba ini memerlukan sinar matahari penuh agar tumbuh subur dan berbunga meriah. Portulaka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian. 1.400m dpl.

Tanaman semusim yang berbatang basah ini tumbuh terlentang atau naik ke atas, panjang 15-30 cm, sering bercabang mulai dari pangkalnya, pada ruasnya berambut halus, dan warnanya merah atau hijau. Daun tunggal, letak tersebar, tidak bertangkai, di ujung batang berjejal rapat, ke bagian pangkal daunnya lebih jarang. Helaian daun tebal berdaging, berair, bentuk jarum, bulat silindris, ujungnya tumpul, panjang 1-3,5 cm, warnanya hijau. Bunga berkumpul berkelompok 2-8 di ujung batang, mekar pada pukul delapan pagi dan layu menjelang sore, warnanya merah, dadu, putih, oranye atau kuning. Buah bentuknya bulat telur, permukaan berambut, panjang 5-8 mm. biji bulat, jumlah banyak, kecil, dan berwarna cokelat muda.
*Perbanyak dengan stek batang atau biji yang sudah tua.*

Sifat dan Khasiat
Herba ini rasanya pahit, siaftnya dingin. Berkhasiat menghilangkan bengkak, penghilang nyeri (analgesic), antiradang, dan menghilangkan bekuan darah.

Kandungan Kimia
Seluruh herba mengandung portulal. Batang dan bunga mengandung betacyanin, beranin, dan betanidin.

Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan sebagai obat adalah seluruh herba dalam bentuk segar.

Indikasi
Herba digunakan untuk mengatasi :

* sakit tenggorok,sakit kepala,
* radang hati (hepatitis), dan
* bengkak akibat terbentur (memar).

Cara Pemakaian
Rebus seluruh herba (15-30g) dan minum setelah dingin. Bisa juga herba segar dijus, lalu minum.

Untuk pemakaian luar, cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, seperti gigitan serangga, bisul, koreng, atau memar, lalu balut. Air perasan gilingan herba segar juga bisa digunakan untuk mencuci dan mengompres ekzema, luka bakar, atau tersiram air panas.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
-

Contoh Pemakaian

* Sakit Tenggorokan
Cuci herba portulaka segar, lalu giling sampai halus dan peras sampai airnya terkumpul satu cangkir. Tambahkan sedikit boraks, lalu gunakan untuk kumur-kumur.
Sakit kepala
* Cuci seluruh bagian portulaka segar, kecuali akar (30g). tambahkan dua gelas air, rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Jika sakit berulang, lakukan 2-3 kali dalam sehari. Hepatitis
Cuci herba partulaka segar (30g), lalu giling sampai halus. Peras dengan sepotong kain, lalu minum air yang terkumpul sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari sampai sembuh.
* Ekzema pada bayi
Cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Gunakan air perasannya untuk mengompres ekzema.
Bisul, Koreng
Cuci tangkai segar sampai bersih, lalu giling halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.

Catatan

* Ibu hamil dilarang minum rebusan herba ini.

Sumber : Pdpersi

Shisha Tak Lebih Baik dari Rokok

Shisha, yang mirip dengan bong yang dipakai untuk mengisap mariyuana, beberapa tahun belakangan ini memang sangat populer. Hal itu terlihat dari makin banyaknya kafe yang menyediakan shisha untuk menarik pengunjung. Shisha merupakan cara menikmati rokok ala Timur Tengah yang menggunakan pipa berbentuk gelas piala dan kandungan air sebagai penyaringnya.

Banyak penikmat shisha yang merasa bahwa menghisap shisha lebih aman dari rokok karena ada filter berupa air. Bahkan, sebagian penggemarnya merasa shisha bukanlah rokok. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Inggris dan The Tobacco Control Collaborating Centre menyanggah anggapan tersebut.

Menurut peneliti, pada saat seseorang mengisap shisha atau rokok herbal, justru kadar karbon monoksida yang dihirupnya tak bisa terukur. Bahkan, dalam satu sesi mengisap shisha, karbon monoksida yang dihirup jumlahnya 4 sampai 5 kali lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh sebatang rokok.

Kadar karbon monoksida yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan otak dan hilangnya kesadaran. Menurut tim peneliti, memang agak sulit mengetahui jumlah karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari sebatang rokok karena perbedaan inhalasi dari tiap individu.

Meski begitu, kadar CO dari napas yang dihembuskan orang yang bukan perokok secara normal kira-kira 3 ppm (per sejuta bagian dari udara), pada perokok ringan kira-kira 10-20 ppm, dan 30-40 ppm pada perokok berat.

Penelitian menunjukkan, penghisap shisha memiliki 40-70 ppm CO dalam napasnya. Jumlah itu berpengaruh pada gangguan sirkulasi darah sekitar 8-12 persen.

"Kami menemukan bahwa satu sesi menghisap shisha yang menggunakan 10 miligram buah tembakau selama 30 menit, atau sesi paling singkat, menghasilkan kadar karbon monoksida empat atau lima kali lebih tinggi daripada merokok," kata Dr Hilary Wareing, Direktur The Tobacco Control Collaborating Centre.

Dengan kata lain, shisha 400-450 kali lebih buruk dari rokok. Selain tingginya kadar CO yang dihirup, Qasim Choudhory, pekerja dari NHS Stop Smoking Service, Inggris, mengatakan bahwa penggunaan pipa shisha secara bergantian bisa jadi medium penyebaran infeksi. "Ada risiko tertular tuberkulosis, herpes, atau infeksi lainnya," katanya

Sumber : Kompas.Com

Minggu, 06 September 2009

TIPS MENGHILANGKAN BAU MULUT

Info sehatz kali ini coba untuk membahas tentang "Tips Menghilangkan Bau Mulut"... Hal ini bisa dianggap wajar bila terjadi pada saat bulan puasa, tapi kalo hari lain masih begitu juga bisa susah dong. Malahan bisa dijauhin sama teman... apalagi sudah bau tidak sadar lagi...makin parah dech...

Halitosis adalah istilah Bahasa kedokteran tapi di Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah napas yang bau atau bau mulut. Keadaan ini dapat terjadi pada semua orang setiap saat.

Gangguan ini seringkali disepelekan oleh banyak orang. Padahal halitosis yang cukup berat dapat mengganggu kehidupan sosial, personal, dan profesional seseorang. Sebab, kesan pertama yang ditimbulkan pada orang- orang di sekitar akan mempengaruhi penilaian terhadap diri seseorang hingga akhir.

Kondisi dapat bertambah parah ketika penderita bau mulut atau halitosis kurang atau tidak menyadari sama sekali dirinya memiliki bau mulut. Biasanya penderita baru menyadarinya saat seorang kolega, teman, atau keluarga memberitahunya. Hal ini dapat memberikan efek yang berat pada seseorang. Seperti turunnya rasa percaya diri, sering memeriksa bau mulutnya, was-was dan cenderung meyakinkan dirinya bahwa napasnya tidak bau meskipun masalah itu sudah hilang.

Beberapa penyebab bau mulut pada umumnya dapat dicegah dan dihindari. Tetapi pada sebagian penderita bau mulut yang berat, hingga kini para peneliti dan dokter gigi belum dapat mengetahui penyebab langsung masalah dari bau mulut ini. Seringkali bau mulut yang berat disebabkan lebih dari satu hal dan sering kali penyebabnya kompleks. Menyikat gigi dua kali sehari adalah hal yang harus selalu dilakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengakibatkan bau mulut yang dapat kita hindari:

• Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung minyak, lemak, MSG, dan bumbu penyedap yang berlebihan.
• Minuman berakohol atau kebiasaan merokok dapat menyebabkan bau mulut sementara.
• Kebiasaan kurang berolahraga, stres yang berat, dan dehidrasi.
• Kurang menjaga higiene gigi dan gusi.
• Kebiasaan menyikat gigi hingga berdarah.
Penyakit-penyakit di sekitar gigi.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut adalah menyikat gigi secara teratur, menggunakan dental floss untuk membersihkan daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau sikat gigi, menggunakan obat kumur jika diperlukan, membersihkan lidah, dan untuk keadaan-keadaan penting sediakanlah selalu spray mulut atau permen penyegar mulut dalam tas Anda.

Hindari makanan yang dapat menyebabkan bau mulut seperti bawang, petai, dan makanan yang manis. Jika beberapa langkah di atas belum dapat juga mengatasi masalah gusi Anda, diskusikanlah dengan dokter atau dokter gigi Anda untuk hasil yang lebih baik.

[liputan 6]