Kamis, 06 Desember 2007

Pengobatan Alternatif Penyakit Campak Dan Ruam Kulit

Campak adalah suatu penyakit infeksi virus akut yang ditandai dengan demam dan timbulnya bintil-bintil ruam kemerahan yang menyebar disekitar permukaan kulit disertai peradangan selaput lendir mata dan saluran pernafasan.


Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

1. Tepung Tapioka / Ubi Kayu ( Manihot esculenta Crantz ).
Kupas kulitnya lalu parut atau diblender kemudian peras sarinya, tambahakan air secukupnya untuk satu loyang mandi bayi dan hangatkan.
Rendam bayi dalam air kanji selama kurang lebih 10-15 menit, tetapi jangan gosok kulitnya. Boleh digosokkan sebagai bedak pada kulit.

Pengobatan Alternatif Herpes

Herpes simplex adalah penyakit virus yang akut, yang bisa ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung kecil serta lepuhan, karena biasannya kambuh, herpes sering muncul pada tempat dimana ia terlihat sebelumnya..


Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

  1. Sari kemboja ( Plumeria acuminata Ait).
    Peras sari dari daun kemboja, kemudian tempelkan pada luka, lakukan 3 kali sehari.

  2. Kulit batang serta daun Oleander ( Nerium Indicum Mill. )
    Campurkan satu mangkuk daun dan kulit yang dirajang dengan 2 sendok makan minyak kelapa, gosokkan pada luka 3 kali sehari.

  3. Daun Ketepeng Cina ( Cassia alata L. )
    Peras sari dari daunnya kemudian gosokkan pada luka.

  4. Bengkuang ( Pachyrrhizus erosus Linn.)
    Parut beberapa buah bengkuang hingga halus, campurkan 2 sendok makan minyak kelapa lalu rebus selama kurang lebih 5 menit, bubuhkan minyak pada luka, lakukan hingga 3 kali sehari.

Pengobatan Alternatif Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan adalah terhalangnya fungsi pencernaan atau kegagalan perut dalam mencerna makanan.

Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

  1. Pepaya masak ( Carica papaya )
    Makan sebagai pencuci mulut, terutama sedudah makan makanan berat, pepaya menolong mencernakan protein.

  2. Daun Kamatsili, Kamunsil ( Pithecolobium Dulce Benth.)
    Rebus 1 mangkuk daun kamatsili dalam 5 gelas air selama 10 menit, kemudian tambahakan 1/2 sendok teh garam.
    Dosis untuk orang dewasa :
    2 mangkuk untuk pertama kali, kemudian dilanjutkan 1 mangkuk setiap 4 jam .
    Dosis untuk anak-anak :
    1 mangkuk untuk pertama kali, kemudian dilanjutkan 1/2 mangkuk setiap 4 jam .
    Dosis untuk bayi :
    1 sendok makan untuk pertama kali, kemudian dilanjutkan 1 sendok teh setiap 4 jam.

  3. Daun Buah Nona ( Anona meticulata Linn. )
    Panaskan daun buah nona pada api terbuka, kemudian bubuhkan daun pada perut selagi hangat, lilitkan kain pada perut, ganti dengan daun yang telah di panaskan setiap 2 jam.

Pengobatan Alternatif Penyakit Cacar Air

Cacar air adalah penyakit menular yang akut, sasaran utamanya adalah anak-anak dan penyebabnya adalah virus varicella, penyakit ini ditandai oleh peradangan pada kulit dalam bentuk gelembung-gelembung tembus pandang yang muncul berkelompok-kelompok pada bagian tubuh.


Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

  1. Daun Blimbing, untuk rasa gatal ( Auerrhoa carambola L. )
    Hancurkan atau rajang daun muda dan ambil sarinya.
    Kemudian bubuhkan sari pada kulit atau luka untuk menghilangkan rasa gatal, lakukan hingga 3 kali sehari, jangan gosokkan sari tersebut pada kulit.

  2. Daun Legundi, untuk demam ( Vintex negundo L. )
    Rebus 4 sendok makan daun yang kering kemudian dirajang atau 6 sendok makan daun segar yang dirajang dalam 2 gelas air selama kurang lebih 15 menit.
    Dosis untuk orang dewasa :
    1 mangkuk, setiap 4 jam.
    Dosis untuk anak-anak :
    1/4 mangkuk, setiap 4 jam.
    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok makan, setiap 4 jam.

Pengobatan Alternatif Penyakit Bisul dan Abses

Bisul atau abses adalah pusat dari suatu pernanahan yang terkumpul dalam jaringan. Penyakit ini ditandai oleh rasa nyeri, radang dan pembengkakan.


Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

  1. Daun Gendola ( Basella Rubra Linn ).
    Hancurkan 2 lembar daun, kemudian tempelkan pada bisul atau abses, lakukan hingga 2 kali sehari pagi dan sore hari.

  2. Daun Purbanegara, Amarillo ( Tagetes Erecta Linn ).
    Hancurkan 3 lembar daun dan 2 bunganya, kemudian tempelkan pada bisul, lakukan hingga 2 kali sehari pagi dan sore hari.

  3. Daun Kembang Sepatu ( Hibiscus Rosasinensis Linn ).
    Iris hingga menjadi bagian kecil-kecil 5 lembar daun
    dan 2 bunganya, Lekatkan langsung pada abses atau bisul, lakukan hingga 2 kali sehari pagi dan sore hari.

  4. Getah Nangka ( Artocarpus Heterophylla Unk ).
    Ambil getah dari batang pohon nangka lalu campurkan dengan sedikit cuka, hangatkan campuran tersebut
    dan gunakan untuk mengkompres panas. Gunakan lembaran kecil potongan kain bersih atau kain kasa sebagai kompres, lekatkan langsung selama kurang lebih 20 menit, 2 kali sehari pagi dan sore hari.

  5. Daun Sembung ( Blumea balsamifera ).
    Iris hingga menjadi bagian kecil-kecil 5 lembar daun sembung, lekatkan langsung pada bisul, lakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari.

  6. Arang.
    Caranya tumbuk arang hingga halus, kemudian campur dengan sedikit air kemudian bungkus
    dengan kain bersih, lekatkan langsung pada bisul hingga 2 kali sehari pagi dan sore hari.


Pengobatan Alternatif Mangatasi Bau Badan

Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat


  1. Campuran tawas dengan sari jeruk kasturi.
    Ambil sepotong tawas keras dan hancurkan, kemudian campur dengan 1 sendok makan sari 1 - 2 buah jeruk kasturi.
    Caranya, oleskan pada ketiak setiap selesai mandi dan seperlunya, gunakan ini sebagai deodoran.


  2. Deodoran sirih - jeruk kasturi ( Piper beetle L. - Citrus microcarpa Bunge ).
    Peras sari dari daun sirih lalu campurkan dengan sari jeruk kasturi.
    Gosok seperti deodoran setiap selesai mandi dan sebelum tidur.

Pengobatan Alternatif Batuk

Pengobatan Menggunakan Tanaman Obat

  1. Daun Legundi ( Vitex negundo L. )
    Rebus 4 sendok makan daun kering yang dirajang atau 6 sendok makan daun segar dirajang dalam campuran 2 gelas air selama 15 menit.
    Dosis untuk orang dewasa :
    1/2 mangkuk, 3 kali sehari.

    Dosis untuk anak-anak :
    2sendok makan, 3 kali sehari.

    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok teh, 3 kali sehari.


  2. Daun Jinten / Daun Kucing ( Coleus aromaticus Benth )
    Ambil kurang lebih 1 mangkuk daun jinten / daun kucing yang masih segar kemudian dirajang lalu rebus dalam campuran 2 gelas air selama 15 menit..
    Dosis untuk orang dewasa :
    1/4 mangkuk, 3 kali sehari.

    Dosis untuk anak-anak :
    2 sendok makan, 3 kali sehari.

    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok teh, 3 kali sehari.


  3. Daun dan kembang Krisan ( Chrysanthemum Indicum L. )
    Rebus satu mangkuk daun kering yang dirajang beserta kembangnya atau satu setengah mangkuk daun segar beserta kembangnya kedalam 2 gelas air selama kurang lebih 15 menit.
    Dosis untuk orang dewasa :
    1/2 mangkuk, setiap 4 jam.

    Dosis untuk anak-anak :
    2 sendok makan, setiap 4 jam.

    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok teh, setiap 4 jam.


  4. Daun dan kembang Tembelekan ( Lantana Camara L.)
    Rebus 1 mangkuk daun beserta kembangnya yang masih segar yang dirajang
    dalam 2 gelas air selama 15menit.
    Dosis untuk orang dewasa :
    1/2 mangkuk, 3 kali sehari.

    Dosis untuk anak-anak :
    2 sendok makan, 3 kali sehari.

    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok teh, 3 kali sehari.


  5. Daun Alagaw ( Premna Odorata Blanco )
    Rebus 1 mangkuk daun segar yang dirajang dalam 2gelas air selama 15 menit, peras 2 buah jeruk kasturi / jeruk nipis kedalamnya serta 1 sendok makan gula.
    Dosis untuk orang dewasa :
    1/2 mangkuk, setiap 4 jam.

    Dosis untuk anak-anak :
    2 sendok makan, setiap 4 jam.

    Dosis untuk Bayi :
    1 sendok teh, setiap 4 jam.